1TULAH.COM – Kelompok politik paramiliter Lebanon, Hizbullah, meluncurkan ratusan roket dan drone ke Israel sebagai balasan atas pembunuhan seorang komandan senior mereka di Beirut pada bulan sebelumnya.
Serangan ini memicu respons cepat dari Israel, yang melakukan serangan udara ke Lebanon.
Kabinet Israel segera mengadakan rapat darurat untuk menanggapi situasi yang semakin memanas.
Hizbullah mengklaim telah meluncurkan lebih dari 320 roket Katyusha ke arah Israel, menargetkan 11 lokasi militer.
Mereka menyebut serangan ini sebagai “fase pertama” dari balasan atas pembunuhan Fuad Shukr dan memperingatkan bahwa balasan penuh akan membutuhkan waktu.
Menanggapi serangan ini, Israel melakukan serangan presisi terhadap target di Lebanon, terutama di wilayah selatan, untuk menggagalkan ancaman lebih lanjut.
Menteri Pertahanan Israel, Yoav Gallant, menegaskan bahwa Israel akan terus melindungi warganya dan siap untuk mengambil tindakan lebih lanjut jika diperlukan.
Krisis ini menambah kekhawatiran akan potensi eskalasi konflik regional yang lebih luas, yang mungkin melibatkan negara-negara lain seperti Amerika Serikat dan Iran.
Presiden Joe Biden menyatakan bahwa Amerika Serikat akan terus mendukung Israel dalam mempertahankan diri dan memantau situasi dengan saksama.
Di tengah situasi yang tegang ini, pertemuan di Kairo dilakukan dalam upaya terakhir untuk mencapai kesepakatan penghentian pertempuran di Gaza dan pertukaran sandera antara Israel dan Palestina.
Eskalasi terbaru ini menambah ketidakstabilan di kawasan tersebut dan meningkatkan risiko konflik yang lebih luas.
Penulis : Laili R

![Salah satu episode di Ini Talkshow Net TV. [YouTube Net TV]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/05/sule-360x200.jpg)


















![Seorang pria berusia 25 tahun berjuang antara hidup dan mati setelah menjadi korban penembakan dari mobil yang melintas di kawasan Brixton, London Selatan, pada Sabtu dini hari waktu setempat. [Istimewa]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/05/teror-london-360x200.jpg)



