1tulah.com, PELAIHARI – Seorang siswa sekolah menengah pertama (SMP) berinisial SP (13) warga Desa Gunung Makmur, Takisung, Tanah Laut (Tala), Kalsel, hampir satu tahun menderita kelumpuhan bagian tubuh sebelah kiri.
Kelumpuhan putra dari Bambang Triono dan Maria Ulfah itu bukan tanpa sebab, anak itu diduga menjadi korban perkelahian yang tidak berimbang satu melawan tiga orang pelajar di salah satu SMP di Takisung. Peristiwa itu bermula sekitar 25 Juli 2023 lalu.
Maria Ulfah menuturkan, setelah peristiwa itu terjadi, SP anaknya menderita cidera pada bagian punggung belakang dari hasil rontgen di Rumah Sakit Ulin Banjarmasin.
Keinginan anaknya sembuh, Maria Ulfah harus terus bolak-balik memeriksakan anaknya ke RS Ulin Banjarmasin.
Dalam seminggu hampir tiga kali mendatangi spesialis ortopedi dan saraf anak, untuk memeriksa fisik anaknya.
“Dari hasil pemeriksaan dokter saraf, anak saya cidera di bagian tulang empat sampai tulang sembilan, karena ada kerusakan di bagian punggung, termasuk bagian sarafnya, pemeriksaan anak saya menggunakan BPJS,” katanya saat ditemui 1tulah.com di rumahnya, Jumat (14/6/2024).
Kondisi sekarang SP, selain mengalami trauma ketakutan yang berkepanjangan, dia juga tidak bisa berjalan secara normal namun harus dibantu menggunakan tongkat sejak Desember 2023.
“Sejak bulan Desember 2023 anak saya kelas 1 SMP, dan sudah tidak sekolah. Kalau ketemu orang lain merasa ketakutan, selama tidak sekolah ini aktivitas di rumah saja, paling sambil belajar betulkan alat-alat elektronik yang rusak,” ujarnya.
Maria Ulfah bilang, selain terganggu psikologis anaknya kerap menangis histeris kesakitan karena nyeri di bagian punggung dan kaki.
“Saya berharap anak saya bisa sembuh seperti semula bisa berteman dengan orang lain dan sekarang ini perlu adanya pendampingan secara psikologisnya,” pungkasnya.
Kasusnya Dimediasi, Orangtua Korban Dibantu Pengobatan Psikologis
Kasus perkelahian siswa pada salah satu sekolah SMP di Takisung dimediasi
Mediasi dilakukan di Kantor Desa Gunung Makmur, Takisung, Tala, Jumat (14/6/2024) sore.
Kepala Desa Gunung Makmur, Noor Rakhmad, mengatakan mediasi ini menghadirkan kedua belah pihak dari orangtua siswa di Takisung. Serta hadir pula dari pihak kepala sekolah dan para guru.
“Dalam mediasi ini pihak korban menjalin silaturahmi dengan pihak orangtua siswa yang melakukan perkelahian,” katanya.
Selain itu, Noor Rakhmad bilang, orangtua korban meminta anaknya dilakukan pemulihan psikologis dengan biaya ditanggung oleh pihak orangtua siswa yang terlibat berkelahi.
“Orang tua korban meminta biaya pengobatan psikologis anak 2 sampai 3 kali,” tandasnya.
Sementara itu kepala sekolah SMP di Takisung, Husaini, mengatakan kejadian perkelahian siswanya terjadi pada 24 Juli 2023 silam dan terjadi pada waktu istirahat jam belajar.
Ia bilang, kejadian awal perkelahian ada di luar kelas, kemudian berlanjut berkelahi di kelas, pas guru lagi istirahat.
“Awal diketahuinya oleh guru piket pas lagi keliling melihat korban menangis lantas dibawa ke guru BK, anak tersebut dimintai keterangan bersama siswa yang lain, selanjutnya masing-masing orangtua ditelepon untuk datang ke sekolah,” jelasnya.
Korban adalah anak kelas 7 berinisial SP dan lawannya adalah AAA, FA dan ZN.
Setelah kejadian itu Husaini berkata, pihak sekolah melakukan upaya pemanggilan siswa yang berkelahi dan memanggil keempat orang tuanya.
Setelah itu pernah dilakukan mediasi di Polsek dan ada kesepakatan pengobatan korban, dilanjutkan mediasi di sekolah tentang biaya pengobatan.
“Melakukan perjanjian kepada ketiga siswa yang bersalah, dan surat perjanjian orangtua korban dan orangtua siswa yang bermasalah,” katanya.
Ia menambahkan, ketiga siswa yang berkelahi diberikan surat perjanjian tidak boleh mengulang perbuatan yang sama.
Budiyono ayah dari salah seorang siswa yang ikut berkelahi mengatakan, kasus ini sebenarnya sudah dilakukan mediasi awal dan disepakati melalui surat resmi oleh kedua belah pihak.
“Mediasi susulan ini kita sepakati, beberapa poin kesepakatan adalah pihak sekolah menyetujui mengunjungi keluarga korban dan pihak kedua bersedia mendampingi pihak satu dalam pengobatan anaknya serta membantu biaya pengobatan sesuai dengan kemampuan,” pungkasnya.
Penulis: Farida Alriani
Editor: Aprie

![Penyanyi Rossa melaporkan 78 akun medsos yang memfitnah dirinya oplas ke Bareskrim Polri, Jumat (17/4/2026). [Tiara Rosana/Suara.com]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/04/rossa-360x200.jpg)


![Twibbon Idul Fitri 1447 H. [kolase Twibbonize]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/03/tiwbbon-lebaran-360x200.jpg)
![Vidi Aldiano meninggal dunia, pidato Sheila Dara viral: suami saya selamanya. [Instagram]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/03/vidi-aldioano-istri-360x200.jpg)


![Penyanyi Rossa melaporkan 78 akun medsos yang memfitnah dirinya oplas ke Bareskrim Polri, Jumat (17/4/2026). [Tiara Rosana/Suara.com]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/04/rossa-225x129.jpg)
















