Waduh! Korban Dukun Cabul Eks Kades Ambungan Tala Bertambah 2 Orang

- Jurnalis

Rabu, 12 Juni 2024 - 23:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi - Pencabulan anak di bawah umur. Foto: Progres.id

Ilustrasi - Pencabulan anak di bawah umur. Foto: Progres.id

1tulah.com, PELAIHARI – Korban dukun cabul JT (61) eks Kepala Desa (Kades) Ambungan, Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut (Tala) bertambah menjadi 3 orang.

Informasi diterima 1tulah.com di Pelaihari, 2 korban masih bertalian saudara dengan korban pertama dari JT dan saat ini ketiganya mengalami trauma.

Diketahui ketiga korban kini sudah mendapat pemeriksaan dan pendampingan dari UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Tala.

“Iya, korban, yang pertama berusia 16 tahun sudah dilakukan pemeriksaan dan pendampingan, termasuk dua korban anak perempuan berusia 11 tahun, masih satu keluarga jadi korban pelecehan seksual,” kata Kepala UPTD PPA Tala, Pahimah saat dikonfirmasi 1tulah.com, Rabu (12/6/2024) malam.

Biadab! Rudapaksa Anak di Bawah Umur, Eks Kades Ambungan Tala Ditangkap Polisi

Rencananya, pemeriksaan lanjutan dijadwalkan 2 pekan kemudian. 

Pendampingan ini dilakukan pihaknya sampai kondisi korban mulai pulih sesuai hasil evaluasi psikolog klinis.

“Korban yang disetubuhi pelaku mengalami trauma. Dia malu dan takut serta mengalami gangguan pusing dan sakit perut,” tandas Pahimah.

Baca Juga :  Kecelakaan di Bukit Akap Seruyan Tengah, 3 Orang Meninggal Dunia, 2 Kritis

Sementara itu, salah seorang saudara atau Julak dari korban, sebut saja inisialnya DD (52) menuturkan kepada media ini. 

Awalnya pelaku, kata DD datang ke rumah orang tua korban mengaku dukun yang bisa mengobati pasien.

Menurut DD, awalnya orang tua korban ini bercerita sama temannya bahwa usaha dagangannya sunyi. Mendapat saran dari temannya minta bantu penglarisan dagangan sama JT (dukun).

DD meneruskan ceritanya, setelah terhubung komunikasi, Dukun JT datang ke rumah orang tua korban. Tanpa basa basi panjang minta korban untuk ritual dimandikan.

“Saya dan orang tua korban kecolongan sama dukun cabul ini, padahal waktu ritual itu semua keluarga ada di ruang tengah. Dukun dan korban ada selama kamar tertutup, sama sekali tidak menaruh rasa curiga,” tuturnya.

Setelah memandikan korban yang 16 tahun bersama dua adik perempuan 11 tahun disuruh masuk ke kamar.

Tidak lama kemudian dua adiknya disuruh keluar tinggal korban kakaknya itu yang ada dalam kamar, selang 25 menit pelaku keluar dari kamar.

Baca Juga :  Kecelakaan di Bukit Akap Seruyan Tengah, 3 Orang Meninggal Dunia, 2 Kritis

“Kami sekeluarga tidak tahu karena korban ini banyak diam tidak menceritakan kepada orangtuanya,” ujarnya.

Terbongkarnya pelaku dukun cabul ini kata DD, setelah hampir tiga minggu berturut-turut dukun cabul datang ke rumah orang tua korban.

Baru adik korban ini bercerita bahwa dukun itu melakukan perbuatan mesum atau pelecehan seksual kepadanya.

“Adiknya jadi korban juga, mengaku di lakukan pelecehan,” ucapnya.

Setelah itu korban mau bercerita, tiga kali disetubuhi oleh pelaku dan mendapat ancaman dari pelaku, jangan bercerita kepada orang tuanya kalau cerita akan dimasukan jin dengan cara halus.

“Maka dari itu korban tidak mau bercerita karena mendapatkan ancaman dari si dukun cabul,” ujarnya.

Atas kejadian itu DD bersama kerabat lainnya melaporkan ke Polsek Pelaihari. Tidak lama pelaku diamankan dan ditahan di Polsek Pelaihari.

“Kami berharap pelaku dihukum seberat-beratnya, menyebabkan trauma korban dan orangtuanya,” tandasnya.

Penulis: Farida Alriani

Editor: Aprie

Berita Terkait

Kecelakaan di Bukit Akap Seruyan Tengah, 3 Orang Meninggal Dunia, 2 Kritis
Tak Berkutik! Pengedar Jalan Hauling KM 1 PT TOP Diringkus Polsek Montallat, Belasan Paket  Sabu Gagal Edar
Gercep! Macan Satreskrim Polres Barut Ungkap Pelaku Pembobol Rumah di Rapen Raya
Ditinggal Ibadah, Rumah Milik Warga Jalan Rapen Raya Lingkar Kota Muara Teweh Dibobol Pencuri
Tak Pernah Habis, Polisi Barut Gagalkan Peredaran Lebih 1 Ons Sabu di Penginapan Baarakati
Usai Kunjungan Kepala BNNP Kalteng, Satresnarkoba Polres Barut Ringkus Pengedar Sabu Jalan Imam Bonjol 
Dugaan Korupsi Pengadaan Hewan Ternak, Kajari Barut Perkirakan Kerugian Negara Lebih dari Rp 1,2 Miliar
Berawal dari Pencurian, Polisi Barut Ungkap Kronologis Penembakan RE di Crusher Bayas Lanjas

Berita Terkait

Minggu, 12 April 2026 - 20:02 WIB

Kecelakaan di Bukit Akap Seruyan Tengah, 3 Orang Meninggal Dunia, 2 Kritis

Kamis, 19 Maret 2026 - 22:45 WIB

Tak Berkutik! Pengedar Jalan Hauling KM 1 PT TOP Diringkus Polsek Montallat, Belasan Paket  Sabu Gagal Edar

Kamis, 19 Maret 2026 - 09:58 WIB

Gercep! Macan Satreskrim Polres Barut Ungkap Pelaku Pembobol Rumah di Rapen Raya

Senin, 16 Maret 2026 - 12:32 WIB

Ditinggal Ibadah, Rumah Milik Warga Jalan Rapen Raya Lingkar Kota Muara Teweh Dibobol Pencuri

Rabu, 25 Februari 2026 - 17:24 WIB

Tak Pernah Habis, Polisi Barut Gagalkan Peredaran Lebih 1 Ons Sabu di Penginapan Baarakati

Minggu, 15 Februari 2026 - 19:09 WIB

Usai Kunjungan Kepala BNNP Kalteng, Satresnarkoba Polres Barut Ringkus Pengedar Sabu Jalan Imam Bonjol 

Jumat, 13 Februari 2026 - 17:29 WIB

Dugaan Korupsi Pengadaan Hewan Ternak, Kajari Barut Perkirakan Kerugian Negara Lebih dari Rp 1,2 Miliar

Jumat, 30 Januari 2026 - 21:45 WIB

Berawal dari Pencurian, Polisi Barut Ungkap Kronologis Penembakan RE di Crusher Bayas Lanjas

Berita Terbaru