Emil Audero Akhirnya Beri Komentar Mengejutkan Soal Peluang Perkuat Timnas Indonesia

- Jurnalis

Minggu, 2 Juni 2024 - 10:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kiper berdarah Italia, Emil Audero Mulyadi akhirnya angkat bicara terkait kemungkinan membela timnas Indonesia. Sumber foto : suara.com

Kiper berdarah Italia, Emil Audero Mulyadi akhirnya angkat bicara terkait kemungkinan membela timnas Indonesia. Sumber foto : suara.com

1TULAH.COM – Kiper asal Serie A Liga Italia, Emil Audero, selalu dikait-kaitkan dengan Timnas Indonesia.

Menanggapi hal itu, akhirnya Emil Audero buka suara terkait banyaknya berita yang mengaitkan dirinya dengan Timnas Indonesia.

Seperti diketahui, Emil Audero merupakan kiper berdarah Indonesia yang lahir di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Kebetulan, kini ia dirumorkan dilirik tim promosi Serie A, Como 1907, milik pengusaha asal Indonesia, Michael Bambang Hartono dan Robert Budi Hartono.

Walau lahir di Mataram, Emil ternyata memegang paspor Italia.

Maka dari itu, PSSI berusaha menggodanya agar mau membela timnas Indonesia.

Caranya kiper berusia 27 harus menjalani naturalisasi dan melepaskan statusnya sebagai warga negara Italia.

Akan tetapi, Emil tampaknya tidak tertarik bermain untuk skuad Garuda.

Meski ia mengaku berasal dan lahir di tanah air.

“Ya, asal saya orang Indonesia. Saya lahir di sana. Kerabat dari pihak ayah saya semuanya masih tinggal di sana. Saya telah ke Indonesia beeberapa kali, kebanyakan waktu libut dan saya akan lebih sering kembali,” ucap Emil dikutip dari media Italia La Provincia Di Como.

Akan tetapi, kiper yang sudah punya koleksi empat gelar Serie A ini mengatakan tidak mungkin untuk memperkuat tim Merah Putih.

Emil menyadari ia bisa dinaturalisasi, namun dirinya ragu manfaat untuk jadi warga negara Indonesia (WNI),

“Anggap saja tidak sedekat itu. Memang benar timnas Indonesia menginginkan saya, tapi saya hanya punya paspor Italia jadi kemungkinan itu pun tidak ada,” ujar Emil.

“Tentu saya bisa mengajukan permintaan, tapi saya tidak tahu seberapa besarnya manfaatnya bagiku,” sambungnya.

Terlepas dari itu, timnas Indonesia kini sudah punya satu sosok kiper naturalisasi yakni Maarten Paes.

Akan tetapi, PSSI sedang berusaha untuk memperjuangan Paes agar bisa pindah federasi.

Penulis : Nova Elisa Putri

Sumber Berita : Suara.com

Berita Terkait

Bungkam Timor Leste 3-0, Indonesia Jaga Asa Lolos Fase Gugur Piala AFF 2026
M. Kiandra Ramadhipa Bidik Puncak Klasemen Moto3 Junior World Championship 2026 di Magny-Cours
Phil Foden Teken Kontrak Baru, Maresca Siap Kembalikan Performa Terbaiknya
Paredes Cekik Eric Garcia dan Dorong Gavi, Final Piala Dunia 2026 Nyaris Baku Hantam!
Dominasi Mutlak! 7 Rekor Mentereng Spanyol Usai Juara Piala Dunia 2026
Simak di Sini! Cara Nonton Final Piala Dunia 2026 Spanyol vs Argentina: Live di TVRI dan Streaming Resmi
Bukan Sekadar Skor 2-1, Semifinal Piala Dunia 2026 Jadi Ujian Nyata Karakter Juara
Argentina vs Inggris di Semifinal Piala Dunia 2026: Mengulang Memori Ikonik 1986 dan 1998

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 23:13 WIB

Bungkam Timor Leste 3-0, Indonesia Jaga Asa Lolos Fase Gugur Piala AFF 2026

Minggu, 26 Juli 2026 - 04:43 WIB

M. Kiandra Ramadhipa Bidik Puncak Klasemen Moto3 Junior World Championship 2026 di Magny-Cours

Sabtu, 25 Juli 2026 - 20:18 WIB

Phil Foden Teken Kontrak Baru, Maresca Siap Kembalikan Performa Terbaiknya

Senin, 20 Juli 2026 - 07:02 WIB

Paredes Cekik Eric Garcia dan Dorong Gavi, Final Piala Dunia 2026 Nyaris Baku Hantam!

Senin, 20 Juli 2026 - 06:53 WIB

Dominasi Mutlak! 7 Rekor Mentereng Spanyol Usai Juara Piala Dunia 2026

Minggu, 19 Juli 2026 - 18:56 WIB

Simak di Sini! Cara Nonton Final Piala Dunia 2026 Spanyol vs Argentina: Live di TVRI dan Streaming Resmi

Kamis, 16 Juli 2026 - 10:41 WIB

Bukan Sekadar Skor 2-1, Semifinal Piala Dunia 2026 Jadi Ujian Nyata Karakter Juara

Rabu, 15 Juli 2026 - 07:04 WIB

Argentina vs Inggris di Semifinal Piala Dunia 2026: Mengulang Memori Ikonik 1986 dan 1998

Berita Terbaru