Anggota Komisi III DPRD Kalteng Minta Generasi Muda Jadi Garda Terdepan Pengamal Pancasila

- Jurnalis

Selasa, 2 Juni 2026 - 12:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi III DPRD Kalimantan Tengah, Faridawaty Darland Atjeh. Foto:Dok/1tulah.com

Anggota Komisi III DPRD Kalimantan Tengah, Faridawaty Darland Atjeh. Foto:Dok/1tulah.com

1TULAH.COM-Peringatan Hari Lahir Pancasila harus dimaknai lebih dari sekadar seremoni tahunan. Momen bersejarah ini merupakan ruang refleksi mendalam untuk memperkuat kohesi sosial di tengah dinamika zaman yang kian kompleks.

Anggota Komisi III DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng) sekaligus Ketua DPW Partai NasDem Kalteng, Faridawaty Darland Atjeh, mengajak seluruh lapisan masyarakat—khususnya generasi muda—untuk terus menghidupkan dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari maupun di ruang digital.

Pentingnya Peran Generasi Muda di Era Keterbukaan Informasi

Di tengah derasnya arus digitalisasi dan pesatnya perkembangan teknologi informasi, tantangan kebangsaan tidak lagi sebatas pembangunan fisik dan ekonomi. Polarisasi, maraknya disinformasi atau hoaks, serta potensi intoleransi menjadi ancaman nyata bagi persatuan bangsa.

Menurut Faridawaty, kaum muda memiliki posisi strategis untuk membendung dampak negatif tersebut.

Peran strategis generasi muda di era digital mencakup:

  • Sikap Kritis: Mampu menyaring informasi sebelum membagikannya demi mencegah penyebaran berita bohong.

  • Bijak Bermedia Sosial: Menggunakan platform digital secara bijaksana dan menghormati perbedaan pendapat.

  • Menyebarkan Narasi Positif: Aktif mengunggah konten-konten kebangsaan, edukatif, dan menginspirasi persatuan.

Baca Juga :  BNPB: 17.942 Hektare Lahan Karhutla Belum Padam, Kalimantan Tengah Jadi Prioritas Utama

“Pancasila harus terus hidup dalam tindakan nyata masyarakat. Di era keterbukaan informasi saat ini, kita menghadapi tantangan berupa polarisasi dan penyebaran informasi yang belum tentu benar. Karena itu, nilai-nilai Pancasila harus menjadi pedoman bersama,” ujar Faridawaty, Senin (1/6/2026).

Harmonisme Falsafah Huma Betang dan Nilai-Nilai Pancasila

Sebagai wakil rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) Kalteng I—yang mencakup Kota Palangka Raya, Kabupaten Katingan, dan Kabupaten Gunung Mas—Faridawaty menegaskan bahwa Kalimantan Tengah memiliki fondasi kultural yang sangat kuat dalam merawat keberagaman.

Masyarakat Bumi Tambun Bungaiz selama ini dikenal hidup harmonis berdampingan berkat nilai-nilai luhur Falsafah Huma Betang.

Indikator Nilai Falsafah Huma Betang Korelasi dengan Pancasila
Toleransi Saling menghormati perbedaan suku, agama, dan ras dalam satu rumah bersama. Sila ke-1 & Sila ke-3 (Ketuhanan & Persatuan Indonesia)
Kebersamaan Menjaga kerukunan dan rasa kekeluargaan dalam bermasyarakat. Sila ke-3 (Persatuan Indonesia)
Gotong Royong Bekerja sama menyelesaikan tantangan sosial dan lingkungan. Sila ke-5 (Keadilan Sosial)
Baca Juga :  Tekan Kekerasan dan Perundungan di Sekolah, Kemendikdasmen Rilis Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026

“Keberagaman yang kita miliki harus menjadi kekuatan, bukan sumber perpecahan. Semangat Huma Betang yang diwariskan para leluhur sangat relevan dengan nilai-nilai Pancasila dalam menjaga persatuan dan keharmonisan sosial,” tegasnya.

Memperkuat Kohesi Sosial Menghadapi Tantangan Masa Depan

Menjaga persatuan dan keharmonisan sosial adalah kunci utama agar bangsa Indonesia mampu terus melangkah maju. Tantangan masa depan menuntut kesadaran kolektif agar nilai-nilai seperti gotong royong, keadilan sosial, dan musyawarah mufakat tetap menjadi ruh dalam setiap kebijakan publik maupun interaksi sosial sehari-hari.

Momentum Hari Lahir Pancasila menegaskan kembali bahwa keberagaman adalah pilar utama berdirinya Republik Indonesia. Dengan menjadikan Pancasila dan Falsafah Huma Betang sebagai kompas kehidupan, Kalimantan Tengah dan Indonesia secara keseluruhan akan siap menghadapi berbagai tantangan era digital tanpa kehilangan identitas kebangsaannya. (Ingkit)

Berita Terkait

Mencetak generasi kritis di Era AI, PT AlamTri Gandeng Komunitas Pendidikan
Reses Tajeri di Sei Rahayu II, Warga Sampaikan Keluhan Infrastruktur, Kesehatan, dan Pertanian
Tekan Kekerasan dan Perundungan di Sekolah, Kemendikdasmen Rilis Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026
Di Balik Transaksi Rp26,1 Triliun PT Bayan Resources Tbk (BYAN): Kedaulatan Ekonomi atau Pindah Tangan Oligarki Tambang?
Karhutla Meluas, Baznas Kerahkan Personel ke Sejumlah Wilayah Indonesia
KPK Minta Aset Pejabat yang Tak Dilaporkan dalam LHKPN Dapat Dirampas Negara
Bupati Heriyus Ajak Masyarakat Perkuat Sinergi dengan TNI
Pangdam XXII/Tambun Bungai Lantik Dandim 1020/Murung Raya dan Komandan Denzipur 16
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 17:36 WIB

Mencetak generasi kritis di Era AI, PT AlamTri Gandeng Komunitas Pendidikan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:22 WIB

Reses Tajeri di Sei Rahayu II, Warga Sampaikan Keluhan Infrastruktur, Kesehatan, dan Pertanian

Selasa, 27 Oktober 2026 - 06:30 WIB

Tekan Kekerasan dan Perundungan di Sekolah, Kemendikdasmen Rilis Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026

Selasa, 27 Oktober 2026 - 06:21 WIB

Di Balik Transaksi Rp26,1 Triliun PT Bayan Resources Tbk (BYAN): Kedaulatan Ekonomi atau Pindah Tangan Oligarki Tambang?

Senin, 26 Oktober 2026 - 23:33 WIB

KPK Minta Aset Pejabat yang Tak Dilaporkan dalam LHKPN Dapat Dirampas Negara

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:15 WIB

Bupati Heriyus Ajak Masyarakat Perkuat Sinergi dengan TNI

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:07 WIB

Pangdam XXII/Tambun Bungai Lantik Dandim 1020/Murung Raya dan Komandan Denzipur 16

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:02 WIB

Sejarah Baru! Veda Ega Pratama Rebut Pole Position Moto3 Australia 2026 di Phillip Island

Berita Terbaru