Dorong Kemandirian Ekonomi Desa, Waket III DPRD Kalteng Minta Pemda Fokus pada Potensi Kreatif dan Modal

- Jurnalis

Senin, 27 April 2026 - 15:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Ketua III DPRD Kalimantan Tengah, Junaidi SAg, MAP (Istimewa)

Wakil Ketua III DPRD Kalimantan Tengah, Junaidi SAg, MAP (Istimewa)

1TULAH.COM-Kemandirian ekonomi masyarakat di tingkat akar rumput menjadi kunci utama kemajuan suatu daerah. Menyadari hal tersebut, Wakil Ketua III DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Junaidi Sag, MAP, mendorong pemerintah daerah (Pemda) untuk terus memperkuat pilar perekonomian desa secara berkelanjutan.

Menurut Junaidi, strategi penguatan ekonomi desa harus fokus pada pengembangan usaha lokal yang berbasis pada potensi kreatif serta didukung oleh akses permodalan yang memadai.

Mengangkat Potensi Lokal ke Pasar Internasional

Kalimantan Tengah dikenal memiliki kekayaan alam dan budaya yang luar biasa. Junaidi menilai produk-produk seperti pertanian, kerajinan tangan, hingga pariwisata desa menyimpan potensi besar untuk menembus pasar nasional bahkan internasional.

Namun, ia memberikan catatan penting bahwa produk lokal tersebut membutuhkan “sentuhan serius” agar mampu bersaing di pasar global.

“Komoditas unggulan seperti anyaman rotan dari Kahayan Kuala dan kopi robusta dari Bukit Santuai perlu mendapatkan perhatian serius. Khususnya dalam peningkatan kualitas produk dan pengemasan agar lebih menarik dan kompetitif di pasaran,” ujar Junaidi pada Jumat (24/4/2026).

Baca Juga :  BNPB: 17.942 Hektare Lahan Karhutla Belum Padam, Kalimantan Tengah Jadi Prioritas Utama

Membangun Ekosistem Ekonomi Kreatif Digital

Junaidi menjelaskan bahwa penguatan ekonomi desa tidak bisa dilakukan setengah-setengah. Harus ada pembangunan ekosistem ekonomi kreatif yang menyeluruh, mencakup:

  1. Inovasi Produk: Menciptakan nilai tambah pada bahan mentah.

  2. Peningkatan Kapasitas SDM: Memberikan pelatihan praktis yang sesuai kebutuhan riil masyarakat.

  3. Pemanfaatan Teknologi: Menggunakan platform digital untuk memperluas jangkauan pemasaran.

Ia menekankan bahwa masyarakat desa saat ini lebih membutuhkan keterampilan praktis dibandingkan sekadar teori. Pelatihan pembuatan label bermerek, strategi pemasaran online, serta manajemen usaha yang profesional menjadi prioritas utama.

Strategi Penguatan Ekonomi Desa Versi DPRD Kalteng:

  • Peningkatan Kualitas: Fokus pada pengemasan (packaging) dan standardisasi produk.

  • Literasi Digital: Memasarkan produk desa melalui media sosial dan marketplace.

  • Pendampingan Berkelanjutan: Memastikan usaha desa tidak berhenti setelah pelatihan selesai.

Baca Juga :  Viral! Foto Gunakan Tabung Oksigen di Palangka Raya, Menkes Budi Gunadi Sadikin Klarifikasi: Murni untuk Edukasi Warga

Solusi Modal: Dana Bergulir Bunga Rendah

Selain aspek kompetensi SDM, faktor permodalan masih menjadi hambatan klasik di pedesaan. Junaidi menegaskan bahwa banyak ide usaha brilian milik warga desa yang akhirnya mati di tengah jalan karena terkendala biaya dan pendampingan teknis.

Sebagai solusi, DPRD Kalteng mendorong adanya alokasi anggaran daerah melalui skema dana bergulir desa.

“DPRD mendorong adanya sistem bunga rendah atau bahkan tanpa bunga, agar mudah diakses oleh masyarakat. Dukungan pembiayaan seperti dana bergulir menjadi sangat penting agar usaha di desa bisa tumbuh dan berkembang,” pungkasnya.

Dengan adanya sinergi antara peningkatan kualitas produk dan kemudahan akses modal, diharapkan desa-desa di Kalimantan Tengah tidak lagi hanya menjadi penonton, tetapi menjadi aktor utama dalam pertumbuhan ekonomi daerah. (Ingkit)

Berita Terkait

SE Mendagri Nomor 400.5/8545/SJ: Pemda Wajib Awasi Dapur Gizi di Daerah!
Momen Hangat Hari Sumpah Pemuda: Presiden Prabowo Pimpin Pembacaan Ikrar Bersama Siswa SD Didampingi Titiek Soeharto
Ancaman Pemotongan Internet Singapura Dijawab Santai Menkomdigi Meutya Hafid: Siapa yang Sebenarnya Rugi?
Satu Korporasi Jadi Tersangka dalam Penanganan 30 Laporan Karhutla di Kalsel
Gantikan Dr. Ita Minarni, Muhammad Taufiq Resmi Jabat Plt Kadis PUPR Barito Selatan
Survei Voxpol Center: 90,1 Persen Masyarakat Indonesia Setuju Koruptor Dihukum Mati
Usulan Harta Pejabat Tak Terlapor LHKPN Dirampas Negara: Langkah Tegas atau Melanggar Hukum?
Mencetak generasi kritis di Era AI, PT AlamTri Gandeng Komunitas Pendidikan
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:47 WIB

SE Mendagri Nomor 400.5/8545/SJ: Pemda Wajib Awasi Dapur Gizi di Daerah!

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:11 WIB

Momen Hangat Hari Sumpah Pemuda: Presiden Prabowo Pimpin Pembacaan Ikrar Bersama Siswa SD Didampingi Titiek Soeharto

Kamis, 29 Oktober 2026 - 07:48 WIB

Ancaman Pemotongan Internet Singapura Dijawab Santai Menkomdigi Meutya Hafid: Siapa yang Sebenarnya Rugi?

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:14 WIB

Satu Korporasi Jadi Tersangka dalam Penanganan 30 Laporan Karhutla di Kalsel

Rabu, 28 Oktober 2026 - 16:13 WIB

Gantikan Dr. Ita Minarni, Muhammad Taufiq Resmi Jabat Plt Kadis PUPR Barito Selatan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 13:39 WIB

Survei Voxpol Center: 90,1 Persen Masyarakat Indonesia Setuju Koruptor Dihukum Mati

Rabu, 28 Oktober 2026 - 08:26 WIB

Usulan Harta Pejabat Tak Terlapor LHKPN Dirampas Negara: Langkah Tegas atau Melanggar Hukum?

Selasa, 27 Oktober 2026 - 17:36 WIB

Mencetak generasi kritis di Era AI, PT AlamTri Gandeng Komunitas Pendidikan

Berita Terbaru