1TULAH.COM-Di momentum bulan suci Ramadan 1447 H ini, Anggota Komisi III DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Ferry Khaidir, menekankan pentingnya peran orang tua sebagai suri tauladan utama bagi anak-anak.
Menurutnya, Ramadan bukan sekadar ritual ibadah tahunan, melainkan kesempatan emas untuk menanamkan karakter dan nilai-nilai agama pada generasi muda.
Dalam keterangannya pada Kamis (26/2/2026), Ferry menyoroti bahwa pola asuh berbasis keteladanan jauh lebih efektif dibandingkan sekadar memberikan instruksi lisan kepada anak.
Anak Adalah Peniru Ulung: Pentingnya Contoh Nyata
Ferry menjelaskan bahwa secara psikologis, anak-anak memiliki kecenderungan untuk meniru perilaku yang mereka lihat langsung di lingkungan rumah. Oleh karena itu, keterlibatan aktif orang tua dalam ibadah menjadi kunci utama.
“Anak-anak cenderung meniru apa yang dilihat dan dilakukan oleh orang tua mereka. Oleh karena itu, dalam menjalankan ibadah Ramadan seperti berpuasa, makan sahur, shalat tarawih, hingga melakukan amal kebaikan, orang tua harus menjadi contoh yang baik,” ucap Ferry Khaidir.
Ketika orang tua menunjukkan konsistensi dalam beribadah, anak-anak akan secara alami mengikutinya tanpa merasa terbebani. Hal ini secara tidak langsung membentuk karakter mereka menjadi pribadi yang:
-
Disiplin: Melalui jadwal sahur dan buka puasa yang teratur.
-
Bertanggung Jawab: Memahami kewajiban sebagai hamba Tuhan.
-
Empati: Merasakan kepedulian terhadap sesama melalui zakat dan sedekah.
Memberikan Pemahaman di Balik Setiap Amalan
Selain memberikan contoh nyata, Ferry juga mendorong para orang tua untuk aktif berkomunikasi dengan anak-anak mengenai makna filosofis dari setiap ibadah yang dijalankan.
Menurutnya, memberikan pemahaman yang jelas tentang tujuan dan manfaat amalan Ramadan sangat penting agar anak tidak hanya sekadar ikut-ikutan, tetapi memahami nilai spiritual yang terkandung di dalamnya.
Mempererat Silaturahmi dan Kepedulian Sosial
Lebih lanjut, Ferry menambahkan bahwa Ramadan adalah momentum untuk memperkuat ikatan keluarga dan sosial. Ia menyarankan agar orang tua melibatkan anak-anak dalam kegiatan kemasyarakatan yang positif.
Contoh kegiatan yang bisa dilakukan bersama antara orang tua dan anak antara lain:
-
Berbagi Takjil: Mengajak anak membagikan makanan kepada warga yang membutuhkan.
-
Kegiatan Masjid: Mengikuti tadarus atau kegiatan keagamaan di lingkungan sekitar.
-
Silaturahmi Keluarga: Mengajarkan pentingnya menjaga hubungan baik dengan kerabat.
“Ramadan bukan hanya tentang berpuasa, tetapi juga tentang mempererat tali silaturahmi. Orang tua diharapkan dapat mengajak anak-anak untuk terlibat dalam kegiatan positif dan memiliki rasa empati terhadap sesama,” pungkasnya.
Peran orang tua di bulan Ramadan 2026 ini sangat krusial dalam membentuk generasi Kalteng yang berakhlak mulia. Dengan menjadi contoh yang baik, orang tua tidak hanya mendidik secara agama, tetapi juga menyiapkan mentalitas positif bagi masa depan anak. (Ingkit)

![Chiki Fawzi [Instagram]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/03/chika-fauzi-360x200.jpg)





![Ilustrasi Sabu. [Antara]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2023/06/IMG_20230610_074458-225x129.jpg)


![Presiden Prabowo Subianto mengumpulkan para ulama dan pimpinan ormas Islam di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (5/2/2026) malam. [Dok. Biro Pers Istana]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/03/prabowo-ulama-225x129.jpg)

![Ilustrasi Sabu. [Antara]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2023/06/IMG_20230610_074458-360x200.jpg)










