Dinamika Politik World Cup 2026: Mengapa Keterlibatan ICE Jadi Perdebatan Hangat?

- Jurnalis

Sabtu, 14 Februari 2026 - 03:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Trofi FIFA World Cup 2026 diperlihatkan kepada media saat Trophy Tour di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta, Kamis (22/1/2026). [ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/agr]

Trofi FIFA World Cup 2026 diperlihatkan kepada media saat Trophy Tour di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta, Kamis (22/1/2026). [ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/agr]

1TULAH.COM-Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko menjanjikan kemegahan sebagai turnamen sepak bola terbesar dalam sejarah. Namun, meski peluit pertama belum dibunyikan, ajang ini sudah dilingkupi kontroversi terkait sistem keamanannya.

Badan Imigrasi dan Bea Cukai Amerika Serikat, atau US Immigration and Customs Enforcement (ICE), secara resmi mengonfirmasi bahwa mereka akan memegang peran “kunci” dalam pengamanan FIFA World Cup 2026.

Skala Raksasa Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat

Sebagai tuan rumah utama, Amerika Serikat akan memikul beban berat. Dari total 104 pertandingan, sebanyak 78 laga akan dilangsungkan di Negeri Paman Sam, termasuk partai final yang dijadwalkan berlangsung di MetLife Stadium.

Dengan partisipasi 48 tim—format terbesar sepanjang sejarah FIFA—AS bersiap menyambut lebih dari satu juta pengunjung internasional yang akan tersebar di 11 kota penyelenggara. Skala sebesar ini tentu memerlukan koordinasi keamanan tingkat tinggi.

Peran ICE: Investigasi Keamanan Dalam Negeri

Keterlibatan ICE terungkap dalam sebuah forum di DPR AS. Direktur ICE, Todd Lyons, menjawab pertanyaan dari anggota Kongres New Jersey, Nellie Pou, mengenai sejauh mana lembaga tersebut akan terlibat.

Baca Juga :  Manchester United Beri Isyarat Perpanjang Kontrak Harry Maguire

“ICE, khususnya divisi investigasi keamanan dalam negeri, merupakan bagian penting dari keseluruhan sistem keamanan Piala Dunia. Kami berdedikasi untuk memastikan operasi ini berjalan aman bagi seluruh peserta dan pengunjung,” ujar Lyons (dikutip dari Sports Illustrated).

Lyons menegaskan bahwa komitmen utama ICE adalah menjamin keamanan di seluruh area stadion serta fasilitas pendukung lainnya. Fokus utama mereka berada pada aspek investigasi keamanan dalam negeri untuk menangkal ancaman selama turnamen berlangsung.

Antara Keamanan Ketat dan Kenyamanan Suporter

Keterlibatan lembaga imigrasi seperti ICE dalam ajang olahraga internasional memicu diskusi hangat di kalangan pengamat dan suporter. Muncul dua sudut pandang utama yang menjadi perbincangan:

1. Prioritas Keamanan Nasional

Dengan jutaan orang masuk ke wilayah AS dalam waktu singkat, pemerintah memandang perlu adanya integrasi antar lembaga keamanan untuk mencegah potensi gangguan keamanan, perdagangan ilegal, hingga ancaman terorisme.

Baca Juga :  Wakil Ketua III DPRD Kalteng Junaidi Dorong Pemuda Bakumpai Jadi Pilar Pembangunan Daerah

2. Isu Kenyamanan Pengunjung

Di sisi lain, keterlibatan ICE memberikan dimensi politik yang sensitif. Muncul pertanyaan mengenai bagaimana prosedur ini akan memengaruhi rasa aman suporter mancanegara. Kekhawatiran mengenai pemeriksaan imigrasi yang terlalu ketat atau atmosfer yang “terlalu diawasi” menjadi isu yang mulai dibahas oleh para pendukung tim nasional dari berbagai negara.

Menuju Pesta Sepak Bola Terbesar Dunia

Piala Dunia 2026 akan menjadi panggung bagi 104 laga yang penuh drama. Namun, dengan dinamika politik dan kebijakan keamanan yang melibatkan ICE, turnamen kali ini tidak hanya akan menyita perhatian di lapangan hijau, tetapi juga di meja diplomasi dan hak sipil.

Integrasi keamanan antara Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko diharapkan mampu menciptakan keseimbangan antara ketegasan hukum dan keramahan sebagai tuan rumah global.

Bagaimana pendapat Anda tentang keterlibatan lembaga imigrasi dalam pengamanan stadion? Sampaikan opini Anda di kolom komentar! (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Drama Sidang Korupsi TIK: Eks Direktur SMP Ngaku “Dijebak” Instruksi Lisan Nadiem Makarim
Evaluasi Program Dispora, Komisi III DPRD Kalteng Tekankan Pembinaan Atlet Berkelanjutan
Pengawasan Beras SPHP Kalimantan Tengah untuk Jamin Mutu dan Keamanan Pangan
Polri Jadwalkan Pemeriksaan Pandji Pragiwaksono Terkait Kasus Penghinaan Suku Toraja
Resmi! TPG Guru Madrasah Mulai Cair Bertahap Mulai Maret 2026
Hasil Pertemuan Presiden Prabowo & Ulama: Indonesia Tetap Bertahan di Board of Peace
Misi Kemanusiaan Gaza 2026: Chiki Fawzi Siap Tembus Blokade Lewat Jalur Laut di Tengah Ketegangan Global
Hadiri Sosialisasi KHBS, Heriyus Tegaskan Dukungan Program Pemprov Kalteng
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 6 Maret 2026 - 17:29 WIB

Drama Sidang Korupsi TIK: Eks Direktur SMP Ngaku “Dijebak” Instruksi Lisan Nadiem Makarim

Jumat, 6 Maret 2026 - 17:04 WIB

Evaluasi Program Dispora, Komisi III DPRD Kalteng Tekankan Pembinaan Atlet Berkelanjutan

Jumat, 6 Maret 2026 - 15:54 WIB

Pengawasan Beras SPHP Kalimantan Tengah untuk Jamin Mutu dan Keamanan Pangan

Jumat, 6 Maret 2026 - 13:02 WIB

Resmi! TPG Guru Madrasah Mulai Cair Bertahap Mulai Maret 2026

Jumat, 6 Maret 2026 - 09:04 WIB

Hasil Pertemuan Presiden Prabowo & Ulama: Indonesia Tetap Bertahan di Board of Peace

Kamis, 5 Maret 2026 - 16:07 WIB

Misi Kemanusiaan Gaza 2026: Chiki Fawzi Siap Tembus Blokade Lewat Jalur Laut di Tengah Ketegangan Global

Kamis, 5 Maret 2026 - 15:31 WIB

Hadiri Sosialisasi KHBS, Heriyus Tegaskan Dukungan Program Pemprov Kalteng

Kamis, 5 Maret 2026 - 08:42 WIB

Skandal ‘Perusahaan Ibu’: Mengapa Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Terjerat Korupsi Meski Bergelimang Harta?

Berita Terbaru

Ilustrasi Sabu. [Antara]

Nasional

Polri Musnahkan 47,5 Kg Sabu dan 101 Ribu Butir Happy Five

Jumat, 6 Mar 2026 - 14:49 WIB