Skandal Timah Ilegal Babel: 2 Oknum TNI Diamankan, Pajero Sport dan Truk Jadi Barang Bukti

- Jurnalis

Rabu, 11 Februari 2026 - 06:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ilustrasi oknum TNI di Babel, diduga terlibat pengiriman timah

ilustrasi oknum TNI di Babel, diduga terlibat pengiriman timah

1TULAH.COM-Publik Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) kembali dikejutkan dengan pengungkapan kasus dugaan pengiriman timah balok ilegal.

Kali ini, perhatian tertuju pada keterlibatan dua oknum anggota TNI yang diamankan oleh tim gabungan saat menjalankan aksinya di wilayah Bangka Tengah.

Kasus ini menambah daftar panjang carut-marut tata kelola komoditas timah di Negeri Serumpun Sebalai, terutama terkait keterlibatan oknum aparat dalam praktik pertambangan dan distribusi ilegal.

Berikut adalah 7 fakta penting yang berhasil dihimpun terkait penangkapan tersebut:

1. Identitas dan Penahanan Pelaku

Dua oknum anggota TNI yang diduga terlibat dalam jaringan pengiriman timah ini diamankan oleh Tim Satlap Tri Cakti, sebuah unit khusus yang diterjunkan untuk menangani kasus-kasus krusial. Pasca penangkapan, keduanya langsung digelandang ke Denpom (Detasemen Polisi Militer) Bangka untuk menjalani pemeriksaan intensif sesuai dengan prosedur hukum militer yang berlaku.

2. Barang Bukti Mewah dan Tonase Timah

Dalam operasi tangkap tangan tersebut, petugas berhasil menyita sejumlah barang bukti yang signifikan, di antaranya:

  • Timah balok siap kirim.

  • Timah basah yang diduga hasil penambangan ilegal.

  • Satu unit mobil Pajero Sport putih.

  • Satu unit truk yang digunakan untuk mengangkut muatan timah.

Baca Juga :  SE Mendagri Nomor 400.5/8545/SJ: Pemda Wajib Awasi Dapur Gizi di Daerah!

3. Kronologi di Lokasi Penangkapan

Penangkapan terjadi di kawasan Koba, Kabupaten Bangka Tengah. Tim Satlap Tri Cakti yang telah memantau pergerakan mencurigakan di jalur tersebut berhasil menghentikan kendaraan pelaku saat sedang melakukan pengiriman. Lokasi Koba memang dikenal sebagai salah satu titik perlintasan vital distribusi hasil tambang di Pulau Bangka.

4. Rute Pengiriman: Dari Selatan ke Barat

Berdasarkan hasil penyelidikan awal, komoditas timah ilegal tersebut dijemput dari wilayah Kabupaten Bangka Selatan. Rencananya, barang tersebut akan dibawa menuju Kabupaten Bangka Barat. Kuat dugaan, Bangka Barat merupakan titik penyeberangan atau lokasi pengolahan lebih lanjut sebelum barang keluar dari Pulau Bangka.

5. Respon Tegas Danrem 045/Garuda Jaya

Komandan Resor Militer (Danrem) 045/Garuda Jaya, Brigjen TNI Nur Wahyudi, memberikan pernyataan resmi terkait kasus ini. Beliau membenarkan adanya pengamanan dua oknum anggotanya.

“Kami pastikan proses hukum berjalan sesuai aturan yang berlaku. Oknum yang terlibat sudah diserahkan ke Denpom Bangka untuk diproses lebih lanjut,” tegas Brigjen Nur Wahyudi.

Baca Juga :  Ancaman Pemotongan Internet Singapura Dijawab Santai Menkomdigi Meutya Hafid: Siapa yang Sebenarnya Rugi?

6. Pengembangan Jaringan Lebih Luas

Hingga saat ini, penyidik masih bekerja keras mengungkap apakah kedua oknum ini bekerja sendiri atau merupakan bagian dari sindikat yang lebih besar. Pola keterlibatan mereka, sumber dana, hingga siapa pemilik utama dari timah balok tersebut masih menjadi fokus utama penyelidikan aparat gabungan.

7. Sorotan Tajam Tata Kelola Timah Babel

Kasus ini mencuat di tengah sorotan nasional terhadap isu pertambangan ilegal (IUP) di Bangka Belitung. Keterlibatan oknum aparat seringkali menjadi tantangan besar dalam penegakan hukum di sektor tambang.

Dampak dari aktivitas ilegal ini tidak hanya merugikan negara secara ekonomi, tetapi juga merusak ekosistem lingkungan secara masif di Babel.

Integritas di Ujung Tanduk

Kasus penangkapan di Bangka Tengah ini menjadi ujian bagi integritas institusi dalam menjaga profesionalitas anggotanya.

Masyarakat berharap agar pengusutan kasus ini dilakukan secara transparan dan tuntas hingga ke akar-akarnya, demi menciptakan ekosistem pertambangan yang sehat dan legal di Bangka Belitung. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Peluang Indonesia Bertahan di Emerging Market MSCI Capai Di Atas 50 Persen, BEI Makin Optimistis
Pemkab Barito Selatan Salurkan Bansos dan Cadangan Pangan untuk Tiga Desa di Dusun Selatan
Pemkab Mura Dukung Peningkatan Kinerja Jamkrida
Kukuhkan ABPEDNAS Mura, Heriyus Harapkan Desa Semakin Kuat dan Mandiri
Kalteng Mulai Hujan, Relawan Karhutla Palangka Raya Tetap Waswas Sisa Titik Api
Pajak Pembalut 11 Persen Tuai Kritik: Dinilai Bebani Kebutuhan Dasar Perempuan
Suket Ijazah Wapres Gibran Tak Sah, PDIP Mulai Jajaki Hak Angket Lintas Fraksi
Desakan Sanksi Terberat untuk Korporasi Penyebab Karhutla
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 07:28 WIB

Peluang Indonesia Bertahan di Emerging Market MSCI Capai Di Atas 50 Persen, BEI Makin Optimistis

Minggu, 1 November 2026 - 02:02 WIB

Pemkab Barito Selatan Salurkan Bansos dan Cadangan Pangan untuk Tiga Desa di Dusun Selatan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 22:32 WIB

Pemkab Mura Dukung Peningkatan Kinerja Jamkrida

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 22:27 WIB

Kukuhkan ABPEDNAS Mura, Heriyus Harapkan Desa Semakin Kuat dan Mandiri

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 12:49 WIB

Kalteng Mulai Hujan, Relawan Karhutla Palangka Raya Tetap Waswas Sisa Titik Api

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:18 WIB

Pajak Pembalut 11 Persen Tuai Kritik: Dinilai Bebani Kebutuhan Dasar Perempuan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:11 WIB

Suket Ijazah Wapres Gibran Tak Sah, PDIP Mulai Jajaki Hak Angket Lintas Fraksi

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 06:07 WIB

Desakan Sanksi Terberat untuk Korporasi Penyebab Karhutla

Berita Terbaru

Sekda Mura, Lynda Kristiane, saat mengikuti Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) PT Jamkrida Kalimantan Tengah Tahun 2026 secara daring melalui Zoom dari Aula A Kantor Bupati Mura, Jumat (30/10/2026).

Berita

Pemkab Mura Dukung Peningkatan Kinerja Jamkrida

Sabtu, 31 Okt 2026 - 22:32 WIB