Waspada Cuaca Ekstrem Akhir Januari 2026: BMKG Peringatkan Potensi Banjir dan Longsor

- Jurnalis

Rabu, 21 Januari 2026 - 08:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi cuaca ekstrem

Ilustrasi cuaca ekstrem

1TULAH.COM-Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan imbauan resmi bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang diprediksi meningkat di sejumlah wilayah Indonesia menjelang akhir Januari 2026.

Berdasarkan analisis dinamika atmosfer terbaru, wilayah Indonesia bagian selatan, mulai dari Sumatra hingga Nusa Tenggara, berpotensi mengalami peningkatan intensitas hujan lebat yang dapat memicu bencana hidrometeorologi.

Analisis Dinamika Atmosfer: Mengapa Cuaca Ekstrem Terjadi?

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan bahwa gangguan atmosfer saat ini memicu pertumbuhan awan konvektif secara signifikan. Hal ini berdampak langsung pada risiko banjir, tanah longsor, hingga gangguan operasional di sektor transportasi.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, namun tetap meningkatkan kewaspadaan dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem menjelang akhir Januari ini,” ujar Faisal di Jakarta, Selasa (20/1/2026).

Faktor Teknis Pemicu Hujan Lebat

Plt. Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani, memaparkan beberapa fenomena global dan regional yang saling berinteraksi meningkatkan curah hujan:

  1. Bibit Siklon Tropis 97S: Terpantau di Samudra Hindia selatan Indonesia dengan kecepatan angin () dan tekanan . Sistem ini memicu pertemuan dan belokan angin di sepanjang pesisir barat Sumatra hingga Nusa Tenggara.

  2. Monsun Asia & Cold Surge: Penguatan Monsun Asia yang disertai seruakan dingin (cold surge) dari daratan Asia meningkatkan kecepatan angin di Laut Cina Selatan dan pertumbuhan awan hujan masif di selatan khatulistiwa.

  3. Gelombang Atmosfer Aktif: Aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO), Gelombang Rossby Ekuator, dan Gelombang Kelvin yang didukung nilai Outgoing Longwave Radiation (OLR) negatif memperkuat pembentukan awan Cumulonimbus.

Baca Juga: [Analisis BMKG: Pesawat ATR Jatuh di Maros saat Awan Cumulonimbus Selimuti Jalur Pendaratan]

Daftar Wilayah Terdampak Cuaca Ekstrem (21–26 Januari 2026)

BMKG merilis jadwal prakiraan wilayah yang berpotensi mengalami hujan lebat, kilat, dan angin kencang sebagai berikut:

Baca Juga :  Pinkan Mambo Tetap Ngamen di Jalan Meski Dibantu Ivan Gunawan, Netizen: Bunda Maia Benar!
Tanggal Wilayah Berpotensi Cuaca Ekstrem
21 Januari Bengkulu, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT.
22 Januari Bengkulu, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT.
23 Januari DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, NTB, NTT.
24 Januari Jawa Tengah, Jawa Timur.
25-26 Januari Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT).
Baca Juga :  Penyelundupan Senjata Iran ke Sudan Digagalkan: Wanita Asal Los Angeles Ditangkap di Bandara LAX

Mengingat kondisi cuaca yang bersifat dinamis, BMKG meminta masyarakat dan pemangku kepentingan untuk melakukan langkah mitigasi berikut:

  • Pantau Informasi Terkini: Selalu cek aplikasi InfoBMKG atau media sosial resmi BMKG untuk pembaruan cuaca real-time.

  • Waspada Bencana Hidrometeorologi: Hindari daerah rawan longsor dan bantaran sungai saat hujan deras berlangsung lama.

  • Keselamatan Transportasi: Berhati-hati dalam merencanakan perjalanan darat, laut, maupun udara karena jarak pandang dan stabilitas kendaraan dapat terganggu angin kencang.

  • Persiapan Mandiri: Pastikan saluran air di lingkungan sekitar tidak tersumbat dan pohon-pohon rimbun dipangkas untuk menghindari pohon tumbang.

“Kondisi atmosfer sangat labil. Kami meminta masyarakat tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang berlangsung cepat,” tutup Andri Ramdhani. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Minta Atensi Prabowo! Ibam Mengaku Diintimidasi Buat Pernyataan ‘Ke Atas’ Sebelum Jadi Tersangka Kasus Chromebook
GOW Murung Raya Gelar Lomba Kebaya, Puluhan Lansia Unjuk Kebolehan
Tertunda, Karyawan PT AKT Desak Pembayaran Gaji dan Hak BPJS
BMKG Imbau Warga Waspada Pasca Gempa Magnitudo 6,0 di Timor Tengah Utara
Polisi Tangkap Mahasiswa jadi Operator Judi Online Slot di Jakarta Pusat
Harga BBM Nonsubsidi Naik Drastis per April 2026: Cek Daftar Mobil yang Terdampak
Bantah Intimidasi, Istri Eks Wamenaker Noel Akan Laporkan Irvian Bobby ke Polisi
Klasemen BRI Super League 2025/2026: Borneo FC Tempel Ketat Persib, Selisih Kini Hanya 2 Poin!
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 22 April 2026 - 07:15 WIB

Minta Atensi Prabowo! Ibam Mengaku Diintimidasi Buat Pernyataan ‘Ke Atas’ Sebelum Jadi Tersangka Kasus Chromebook

Selasa, 21 April 2026 - 19:04 WIB

GOW Murung Raya Gelar Lomba Kebaya, Puluhan Lansia Unjuk Kebolehan

Selasa, 21 April 2026 - 18:35 WIB

Tertunda, Karyawan PT AKT Desak Pembayaran Gaji dan Hak BPJS

Selasa, 21 April 2026 - 13:55 WIB

BMKG Imbau Warga Waspada Pasca Gempa Magnitudo 6,0 di Timor Tengah Utara

Selasa, 21 April 2026 - 13:40 WIB

Polisi Tangkap Mahasiswa jadi Operator Judi Online Slot di Jakarta Pusat

Selasa, 21 April 2026 - 12:49 WIB

Harga BBM Nonsubsidi Naik Drastis per April 2026: Cek Daftar Mobil yang Terdampak

Selasa, 21 April 2026 - 09:41 WIB

Bantah Intimidasi, Istri Eks Wamenaker Noel Akan Laporkan Irvian Bobby ke Polisi

Selasa, 21 April 2026 - 05:57 WIB

Klasemen BRI Super League 2025/2026: Borneo FC Tempel Ketat Persib, Selisih Kini Hanya 2 Poin!

Berita Terbaru

Perwakilan karyawan PT AKT usai audiensi dengan Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Distransnaker) Kabupaten Murung Raya di Puruk Cahu, Senin (20/4/2026).

Berita

Tertunda, Karyawan PT AKT Desak Pembayaran Gaji dan Hak BPJS

Selasa, 21 Apr 2026 - 18:35 WIB