Video Wejangan Jokowi Viral Lagi, Wali Kota Madiun & Bupati Pati Kini Pakai Rompi Oranye

- Jurnalis

Rabu, 21 Januari 2026 - 17:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi mantan Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi saat berbincang dengan Bupati Pati Sudewo dan Wali Kota Madiun Maidi. Sudewo dan Maidi kekinian telah ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi oleh KPK. (Suara.com/Iqbal)

Ilustrasi mantan Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi saat berbincang dengan Bupati Pati Sudewo dan Wali Kota Madiun Maidi. Sudewo dan Maidi kekinian telah ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi oleh KPK. (Suara.com/Iqbal)

1TULAH.COM-Dunia politik tanah air kembali diguncang kabar mengejutkan. Dua kepala daerah yang baru saja menjabat untuk periode 2025-2030, yakni Wali Kota Madiun, Maidi, dan Bupati Pati, Sudewo, resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Keduanya terjaring dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan serentak pada Senin, 19 Januari 2026.

Penangkapan ini menjadi sorotan tajam netizen karena kedua tokoh tersebut sebelumnya dikenal sebagai “anak emas” yang menerima pesan khusus atau titipan langsung dari Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi).

Pesan Terlupa: Wejangan Jokowi yang Kini Jadi “Olok-olokan”

Sebelum memenangkan Pilkada 2024, baik Maidi maupun Sudewo sempat menyambangi kediaman Jokowi di Solo untuk meminta restu dan arahan. Kini, video-video pertemuan tersebut kembali viral dan menjadi bahan sindiran di media sosial.

1. Titipan untuk Kota Madiun (27 September 2024)

Jokowi berpesan kepada pasangan Maidi-Bagus Panuntun agar fokus pada pariwisata berkelas dunia demi kesejahteraan rakyat.

“Saya titip Kota Madiun. Utamanya yang berkaitan dengan pariwisata yang berkelas dunia,” ujar Jokowi kala itu.

2. Titipan untuk Kabupaten Pati (6 November 2024)

Kepada Sudewo dan pasangannya, Risma Ardhi Chandra, Jokowi menitipkan potensi perikanan Pati yang besar.

“Pak Sudewo, Pak Chandra saya titip Kabupaten Pati utamanya yang berkaitan dengan perikanan,” ucap Jokowi di kediamannya.

Kronologi OTT: Senin Kelam di Madiun dan Pati

Penangkapan kedua kepala daerah ini terjadi hampir bersamaan pada Senin, 19 Januari 2026, namun dengan kasus yang berbeda.

Baca Juga :  Momen Hangat Hari Sumpah Pemuda: Presiden Prabowo Pimpin Pembacaan Ikrar Bersama Siswa SD Didampingi Titiek Soeharto

Kasus Wali Kota Madiun: Fee Proyek dan Dana CSR

Tim penyidik KPK mendeteksi transaksi mencurigakan di lingkungan Pemkot Madiun. Berikut poin-poin pentingnya:

  • Lokasi Penggeledahan: Kantor Wali Kota dan rumah pribadi Maidi.

  • Barang Bukti: Uang tunai ratusan juta rupiah yang diduga sebagai fee proyek pemerintah.

  • Modus: Dugaan suap untuk memuluskan kontrak proyek serta penyalahgunaan dana CSR perusahaan swasta yang seharusnya untuk rakyat.

  • Total Diamankan: 15 orang (9 orang termasuk Maidi dibawa ke Jakarta).

Kasus Bupati Pati: Jual Beli Jabatan Perangkat Desa

Berbeda dengan Maidi, Sudewo tersandung kasus integritas birokrasi.

  • Lokasi Penangkapan: Kecamatan Jaken, Kabupaten Pati, pada dini hari.

  • Modus: Praktik korupsi dalam pengisian posisi penting (jual beli jabatan) di tingkat desa.

  • Status: Sudewo sempat diperiksa di Polres Kudus sebelum digelandang ke Gedung Merah Putih KPK mengenakan topi dan masker untuk menutupi wajahnya.

Analisis Pengamat: Mengapa Efek Jokowi Tak Mempan?

Analis Politik Universitas Andalas, Asrinaldi, menilai bahwa dukungan (endorse) dari tokoh sekaliber Jokowi memang sangat kuat untuk mendongkrak elektabilitas, namun tidak menjamin integritas personal setelah menjabat.

Respons Partai Gerindra

Mengingat kedua kepala daerah ini kerap dikaitkan dengan dukungan koalisi besar, Partai Gerindra pun angkat bicara:

  1. Madiun: Bendahara Gerindra Jatim, Ferdians Reza Alvisa, menegaskan Maidi bukan kader murni dan belum memiliki KTA Gerindra.

  2. Pati: Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Bahtra Banong, menyatakan bahwa kasus Sudewo adalah masalah pribadi. Ia menegaskan bahwa Prabowo Subianto selalu mengingatkan kadernya untuk bekerja demi rakyat dan berhati-hati dalam bertindak.

Kasus OTT Maidi dan Sudewo menjadi pengingat pahit bagi demokrasi kita. Bahwa wejangan dan titipan dari pemimpin besar tidak akan berarti apa-apa tanpa adanya integritas dari pemimpin yang bersangkutan.

Kini, rakyat Madiun dan Pati harus menghadapi kenyataan bahwa pemimpin yang mereka pilih justru tersandung masalah hukum hanya setahun setelah masa kampanye dimulai.

Apakah menurut Anda dukungan tokoh nasional masih akan berpengaruh pada Pilkada mendatang? (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Buntut Video Viral di Terminal Kedamin, Kapolres Kapuas Hulu Siap Jalankan Hukum Adat
Soal Putusan MA Batalkan Suket SMA Gibran, Gerindra: Hormati Proses Hukum dan Minta Kemenkeu/Kementerian Terkait Beri Penjelasan
Peluang Indonesia Bertahan di Emerging Market MSCI Capai Di Atas 50 Persen, BEI Makin Optimistis
Pemkab Barito Selatan Salurkan Bansos dan Cadangan Pangan untuk Tiga Desa di Dusun Selatan
Pemkab Mura Dukung Peningkatan Kinerja Jamkrida
Kukuhkan ABPEDNAS Mura, Heriyus Harapkan Desa Semakin Kuat dan Mandiri
Kalteng Mulai Hujan, Relawan Karhutla Palangka Raya Tetap Waswas Sisa Titik Api
Pajak Pembalut 11 Persen Tuai Kritik: Dinilai Bebani Kebutuhan Dasar Perempuan
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 10:47 WIB

Buntut Video Viral di Terminal Kedamin, Kapolres Kapuas Hulu Siap Jalankan Hukum Adat

Minggu, 1 November 2026 - 08:19 WIB

Soal Putusan MA Batalkan Suket SMA Gibran, Gerindra: Hormati Proses Hukum dan Minta Kemenkeu/Kementerian Terkait Beri Penjelasan

Minggu, 1 November 2026 - 07:28 WIB

Peluang Indonesia Bertahan di Emerging Market MSCI Capai Di Atas 50 Persen, BEI Makin Optimistis

Minggu, 1 November 2026 - 02:02 WIB

Pemkab Barito Selatan Salurkan Bansos dan Cadangan Pangan untuk Tiga Desa di Dusun Selatan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 22:27 WIB

Kukuhkan ABPEDNAS Mura, Heriyus Harapkan Desa Semakin Kuat dan Mandiri

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 12:49 WIB

Kalteng Mulai Hujan, Relawan Karhutla Palangka Raya Tetap Waswas Sisa Titik Api

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:18 WIB

Pajak Pembalut 11 Persen Tuai Kritik: Dinilai Bebani Kebutuhan Dasar Perempuan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:11 WIB

Suket Ijazah Wapres Gibran Tak Sah, PDIP Mulai Jajaki Hak Angket Lintas Fraksi

Berita Terbaru