Rupiah Hari Ini Bangkit ke Rp16.862 per Dolar AS, Intervensi BI Akhiri Tren Negatif 8 Hari

- Jurnalis

Kamis, 15 Januari 2026 - 09:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi petugas menunjukkan mata uang Rupiah dan Dolar AS di tempat penukaran uang. [Suara.com/Alfian Winanto]

Ilustrasi petugas menunjukkan mata uang Rupiah dan Dolar AS di tempat penukaran uang. [Suara.com/Alfian Winanto]

1TULAH.COM-Nilai tukar rupiah akhirnya menunjukkan taji dengan memasuki zona hijau pada pembukaan perdagangan pagi ini. Berdasarkan data Bloomberg, Kamis (15/1/2026), mata uang Garuda dibuka menguat di level Rp16.862 per dolar Amerika Serikat (AS).

Penguatan tipis sebesar 0,02 persen ini menjadi angin segar setelah rupiah terpuruk dalam tren pelemahan selama delapan hari berturut-turut. Sebelumnya, pada penutupan Rabu, rupiah masih bertengger di level Rp16.865 per dolar AS.

Pergerakan Kurs Jisdor dan Perbandingan Asia

Sementara itu, kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia tercatat berada di level Rp16.871 per dolar AS.

Di kancah regional, pergerakan mata uang Asia terpantau bervariasi:

  • Dolar Taiwan: Memimpin penguatan di Asia dengan lonjakan 0,16 persen.

  • Yuan China & Yen Jepang: Keduanya kompak menguat 0,06 persen.

  • Won Korea Selatan: Mengalami pelemahan terdalam sebesar 0,3 persen.

  • Baht Thailand: Melemah 0,16 persen pada perdagangan pagi ini.

Baca Juga :  GKE Expo sebagai Wadah Pemberdayaan Masyarakat

Faktor Intervensi Bank Indonesia

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai bahwa kembalinya rupiah ke zona hijau tidak lepas dari peran aktif Bank Indonesia di pasar.

“Rupiah kembali didukung intervensi BI, walau demikian Rupiah masih berpotensi berbalik melemah terhadap dolar AS,” ujar Lukman saat dihubungi.

Ia menambahkan bahwa tekanan dari eksternal masih sangat kuat. Beberapa data ekonomi Amerika Serikat seperti Producer Price Index (PPI), angka penjualan ritel, serta sektor perumahan tercatat lebih kuat dari perkiraan pasar. Hal ini memberikan tenaga tambahan bagi dolar AS untuk menekan mata uang negara berkembang.

Baca Juga :  Babak Baru Kasus Asabri: Kortastipidkor Polri Tetapkan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah dan DR Sebagai Tersangka

Waspada Tekanan Global dan Sentimen The Fed

Selain data ekonomi yang solid, kekuatan dolar AS juga dipicu oleh pernyataan hawkish dari sejumlah pejabat bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed), pada malam sebelumnya. Pernyataan tersebut mengindikasikan kebijakan suku bunga tinggi mungkin akan bertahan lebih lama.

Lukman mengingatkan pemerintah dan pelaku pasar untuk tetap waspada terhadap potensi pembalikan arah (reversal) pada penutupan sore nanti.

“Dolar AS juga didukung oleh pernyataan hawkish dari beberapa pejabat The Fed semalam. Untuk hari ini, rupiah diprediksi bergerak di rentang Rp16.800 hingga Rp16.950 per dolar AS,” tandasnya. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Buka Turnamen Futsal PWI se-DAS Barito, Wabup Rahmanto:  Perkuat Solidaritas Insan Pers 
KPK Sita Barang Bukti Senilai Rp21,2 Miliar dalam Kasus OTT Bupati Sukoharjo
Usut Tuntas Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Komisi III DPR Resmi Bentuk Panja Mega Korupsi
Kawal Pemerataan Pembangunan hingga Desa, DPRD Kalteng Soroti Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025
Babak Baru Kasus Asabri: Kortastipidkor Polri Tetapkan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah dan DR Sebagai Tersangka
Prancis Tembus Semifinal Piala Dunia, Laga Pembuka Barcelona di La Liga 2026-2027 Resmi Ditunda!
Bongkar Modus Korupsi Bupati Sukoharjo: Potong Insentif Pegawai 40% dan Lanjutkan ‘Tradisi’ Suami
Febrie Adriansyah Mundur dari Jampidsus, Kejagung Tegaskan Proses Hukum Tetap Jalan
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 12 Juli 2026 - 15:29 WIB

Buka Turnamen Futsal PWI se-DAS Barito, Wabup Rahmanto:  Perkuat Solidaritas Insan Pers 

Minggu, 12 Juli 2026 - 11:41 WIB

KPK Sita Barang Bukti Senilai Rp21,2 Miliar dalam Kasus OTT Bupati Sukoharjo

Sabtu, 11 Juli 2026 - 18:53 WIB

Usut Tuntas Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Komisi III DPR Resmi Bentuk Panja Mega Korupsi

Sabtu, 11 Juli 2026 - 18:39 WIB

Kawal Pemerataan Pembangunan hingga Desa, DPRD Kalteng Soroti Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025

Sabtu, 11 Juli 2026 - 16:22 WIB

Babak Baru Kasus Asabri: Kortastipidkor Polri Tetapkan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah dan DR Sebagai Tersangka

Sabtu, 11 Juli 2026 - 13:24 WIB

Prancis Tembus Semifinal Piala Dunia, Laga Pembuka Barcelona di La Liga 2026-2027 Resmi Ditunda!

Sabtu, 11 Juli 2026 - 13:04 WIB

Bongkar Modus Korupsi Bupati Sukoharjo: Potong Insentif Pegawai 40% dan Lanjutkan ‘Tradisi’ Suami

Sabtu, 11 Juli 2026 - 08:43 WIB

Febrie Adriansyah Mundur dari Jampidsus, Kejagung Tegaskan Proses Hukum Tetap Jalan

Berita Terbaru