Rupiah Hari Ini 9 Januari 2026: Tertekan ke Rp16.832 per Dolar AS, Ini Penyebabnya

- Jurnalis

Jumat, 9 Januari 2026 - 10:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi rupiah dengan dolar (Freepik/8photo)

Ilustrasi rupiah dengan dolar (Freepik/8photo)

1TULAH.COM-Nilai tukar rupiah masih menunjukkan tren pelemahan dan belum berhasil bangkit pada perdagangan pagi ini.

Berdasarkan data Bloomberg pada Jumat (9/1/2026), rupiah dibuka di level Rp16.832 per dolar Amerika Serikat (AS).

Angka ini menunjukkan pelemahan sebesar 0,20 persen dibandingkan dengan penutupan perdagangan hari Kamis sebelumnya yang berada di posisi Rp16.798 per dolar AS.

Sementara itu, kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia tercatat berada di level Rp16.801 per dolar AS.

Perbandingan Mata Uang Asia

Kondisi mata uang di kawasan Asia terpantau bergerak bervariasi. Rupiah tidak sendirian dalam zona merah, namun beberapa mata uang tetangga menunjukkan performa yang berbeda:

  • Yen Jepang: Melemah paling dalam sebesar 0,22%.

  • Dolar Taiwan: Melemah 0,18%.

  • Won Korea: Melemah 0,15%.

  • Dolar Singapura: Melemah 0,11%.

  • Ringgit Malaysia: Melemah 0,06%.

  • Peso Filipina & Baht Thailand: Justru menguat masing-masing 0,12% dan 0,10%.

Indeks dolar AS (DXY) sendiri terpantau merangkak naik ke level 98,96, meningkat tipis dari posisi hari sebelumnya di 98,93. Hal ini menunjukkan dominasi greenback masih cukup kuat di pasar global.

Baca Juga :  Gempa Dahsyat M 7,4 Guncang Kolombia: 111 Orang Tewas, Bencana Nasional Ditetapkan

Analisis Penyebab Melemahnya Rupiah

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, menjelaskan bahwa pelemahan rupiah saat ini dipicu oleh kombinasi faktor eksternal dan sentimen domestik.

1. Data Ekonomi AS yang Solid

Dolar AS kembali mendapatkan tenaga setelah rilis data pekerjaan di Amerika Serikat yang melampaui ekspektasi pasar. Kondisi tenaga kerja yang kuat di AS memberikan ruang bagi dolar untuk tetap perkasa terhadap mata uang negara berkembang.

2. Menanti Data Kepercayaan Konsumen

Dari sisi internal, para investor saat ini dalam posisi wait and see. Pasar tengah menunggu rilis data Indeks Kepercayaan Konsumen (IKK) yang akan diumumkan oleh Bank Indonesia siang ini. Data ini krusial untuk mengukur kekuatan daya beli dan optimisme masyarakat terhadap ekonomi nasional.

Baca Juga :  Kebakaran Gedung Biro Kesra, Ketua DPRD Kalteng Minta Instalasi Listrik Bangunan Tua Segera Dievaluasi

3. Sentimen Negatif Domestik

Selain faktor global, Lukman menyoroti beberapa beban domestik yang menghimpit langkah rupiah, di antaranya:

  • Prospek pemangkasan suku bunga acuan BI.

  • Kebijakan fiskal pemerintah yang cenderung longgar.

  • Defisit anggaran.

  • Lemahnya permintaan domestik secara keseluruhan.

“Untuk saat ini, pergerakan masih didominasi oleh fluktuasi dolar AS. Dari sisi domestik belum ada perubahan besar yang diharapkan, sehingga sepanjang Januari ini rupiah diprediksi masih akan tertekan,” ujar Lukman.

Prediksi Kurs Rupiah Selanjutnya

Melihat kondisi pasar yang ada, rupiah diperkirakan akan bergerak dalam rentang konsolidasi yang cukup lebar. Lukman Leong memproyeksikan pergerakan kurs rupiah hari ini akan berada pada kisaran:

Range Harga: Rp16.750 – Rp16.850 per dolar AS.

Para pelaku pasar dan masyarakat diimbau untuk tetap mencermati rilis data ekonomi tengah hari nanti serta perkembangan kebijakan moneter dari bank sentral global yang dapat mempengaruhi likuiditas dolar di pasar spot. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Kebakaran Gedung Biro Kesra, Ketua DPRD Kalteng Minta Instalasi Listrik Bangunan Tua Segera Dievaluasi
Waspada Partikel PM2.5! Udara Tampak Jernih Tak Jamin Bebas Bahaya Karhutla
Fokus RAPBN 2027: Anggaran Pendidikan Dialokasikan untuk PIP hingga Sekolah Unggul
Puluhan PNS Mura Raih Penghargaan atas Pengabdian 10, 20 hingga 30 Tahun
Menolak Fast Fashion: Mengapa Gen Z Lebih Memilih Thrifting dan Pakaian Bekas?
Kondisi Terbaru Andrie Yunus: Alami Kecemasan Berat dan Jalani Rawat Jalan Pasca-Penyiraman Air Keras
KPK Sita 3 Koper dari Rumah ASN Dinas PUPR Kota Bengkulu
Presiden Prabowo Targetkan 100.000 Sekolah Bakal Diperbaiki pada 2027
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 04:14 WIB

Kebakaran Gedung Biro Kesra, Ketua DPRD Kalteng Minta Instalasi Listrik Bangunan Tua Segera Dievaluasi

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 04:09 WIB

Waspada Partikel PM2.5! Udara Tampak Jernih Tak Jamin Bebas Bahaya Karhutla

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 04:01 WIB

Fokus RAPBN 2027: Anggaran Pendidikan Dialokasikan untuk PIP hingga Sekolah Unggul

Jumat, 14 Agustus 2026 - 12:40 WIB

Puluhan PNS Mura Raih Penghargaan atas Pengabdian 10, 20 hingga 30 Tahun

Jumat, 14 Agustus 2026 - 08:27 WIB

Menolak Fast Fashion: Mengapa Gen Z Lebih Memilih Thrifting dan Pakaian Bekas?

Jumat, 14 Agustus 2026 - 06:44 WIB

KPK Sita 3 Koper dari Rumah ASN Dinas PUPR Kota Bengkulu

Jumat, 14 Agustus 2026 - 06:43 WIB

Presiden Prabowo Targetkan 100.000 Sekolah Bakal Diperbaiki pada 2027

Jumat, 14 Agustus 2026 - 06:40 WIB

KPK Ungkap 27 Pihak dan 313 PIHK Terima Aliran Dana Kasus Kuota Haji

Berita Terbaru