Viral! Tumpukan Uang Rp6,6 Triliun Menjulang di Kejagung, Hasil Sitaan Penjarah Hutan

- Jurnalis

Rabu, 24 Desember 2025 - 18:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gunungan Uang Rp6,6 Triliun Dipamerkan di Kejagung, Hasil Denda dan Rampasan Korupsi Kehutanan. (Suara.com/Faqih)

Gunungan Uang Rp6,6 Triliun Dipamerkan di Kejagung, Hasil Denda dan Rampasan Korupsi Kehutanan. (Suara.com/Faqih)

1TULAH.COM-Sebuah pemandangan spektakuler tersaji di halaman Gedung Bundar Kejaksaan Agung RI pada Rabu (24/12/2025).

Tumpukan uang tunai senilai Rp6,6 triliun disusun menjulang tinggi hingga hampir menyentuh bagian atas pintu masuk gedung.

Gunungan uang ini bukanlah dekorasi semata, melainkan bukti nyata keberhasilan Satuan Tugas (Satgas) Pengembalian Kawasan Hutan (PKH) dalam merebut kembali kekayaan negara yang selama ini dijarah oleh oknum tidak bertanggung jawab.

Simbol Kemenangan Melawan Korupsi Kehutanan

Uang tunai yang terdiri dari berbagai pecahan rupiah tersebut menjadi pusat perhatian publik. Kehadirannya secara gamblang menunjukkan skala kerugian negara yang berhasil diselamatkan dari sektor kehutanan.

Secara rinci, dana fantastis sebesar Rp6,6 triliun tersebut berasal dari dua sumber utama:

  1. Denda Administrasi Kehutanan (Rp2,3 Triliun): Berasal dari penagihan denda terhadap perusahaan-perusahaan nakal yang melanggar aturan penggunaan lahan.

  2. Hasil Rampasan Kasus Korupsi (Rp4,2 Triliun): Uang ini disita dari berbagai kasus korupsi di sektor kehutanan yang status hukumnya telah berkekuatan hukum tetap (inkracht).

Baca Juga :  DPRD Kalteng Gelar Paripurna Reses: Soroti Aspirasi Dapil dan Penanganan Karhutla Gambut

Luar Biasa! Pemulihan Lahan Capai 400% dari Target

Prestasi Satgas PKH tidak berhenti pada uang tunai. Dalam 10 bulan terakhir, kinerja satuan tugas ini menunjukkan efektivitas yang melampaui ekspektasi.

Berdasarkan data terbaru, satgas berhasil menguasai kembali lahan seluas 4.081.560,58 hektar. Angka ini mencatatkan pencapaian luar biasa sebesar 400% lebih dari target awal yang ditetapkan pemerintah. Jika dikonversi ke nilai rupiah, indikasi nilai lahan yang diselamatkan ini ditaksir menembus angka fenomenal Rp150 triliun.

Pendistribusian Pengelolaan Lahan Kembali ke Negara

Negara tidak hanya menyita, tetapi langsung mengatur ulang tata kelola lahan tersebut agar memberikan manfaat nyata bagi lingkungan dan ekonomi. Dari total lahan yang kembali ke pangkuan ibu pertiwi, sebanyak 2,48 juta hektar telah diserahkan pengelolaannya ke kementerian terkait:

  • Lahan Sawit (1,7 Juta Hektar): Diserahkan pengelolaannya kepada PT Agrinas Palma Nusantara untuk memastikan operasional tetap berjalan sesuai aturan negara.

  • Hutan Konservasi (688 Ribu Hektar): Dikembalikan fungsinya melalui program pemulihan ekosistem.

  • Taman Nasional Tesso Nilo (81 Ribu Hektar): Difokuskan untuk penghutanan kembali guna memulihkan fungsi sebagai paru-paru dunia.

Baca Juga :  Gantikan Dr. Ita Minarni, Muhammad Taufiq Resmi Jabat Plt Kadis PUPR Barito Selatan

Menghutankan Kembali Indonesia

Langkah tegas yang diambil oleh Satgas PKH di bawah arahan Presiden Prabowo ini menjadi sinyal kuat bahwa Indonesia serius dalam menjaga kelestarian alam sekaligus menegakkan hukum tanpa pandang bulu. Pengembalian kawasan hutan konservasi dan Taman Nasional Tesso Nilo menjadi momentum penting bagi keanekaragaman hayati Indonesia yang sempat terancam oleh ekspansi ilegal.

Gunungan uang Rp6,6 triliun di Gedung Bundar hari ini adalah pesan nyata: Negara hadir untuk mengambil kembali hak rakyat.

Transformasi dari lahan ilegal menjadi aset negara yang produktif dan lestari diharapkan dapat mendukung pemulihan ekonomi sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan untuk generasi mendatang. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Komisi III DPRD Kalteng Soroti Pemulihan Ekonomi dan Lingkungan Pascakarhutla: Dorong Aktivitas Warga Kembali Normal!
Menteri HAM Natalius Pigai Dorong Restorative Justice untuk Film “Pesta Babi” Dandhy Laksono
Buntut Video Viral di Terminal Kedamin, Kapolres Kapuas Hulu Siap Jalankan Hukum Adat
Soal Putusan MA Batalkan Suket SMA Gibran, Gerindra: Hormati Proses Hukum dan Minta Kemenkeu/Kementerian Terkait Beri Penjelasan
Peluang Indonesia Bertahan di Emerging Market MSCI Capai Di Atas 50 Persen, BEI Makin Optimistis
Pemkab Barito Selatan Salurkan Bansos dan Cadangan Pangan untuk Tiga Desa di Dusun Selatan
Pemkab Mura Dukung Peningkatan Kinerja Jamkrida
Kukuhkan ABPEDNAS Mura, Heriyus Harapkan Desa Semakin Kuat dan Mandiri
Tag :

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 18:32 WIB

Komisi III DPRD Kalteng Soroti Pemulihan Ekonomi dan Lingkungan Pascakarhutla: Dorong Aktivitas Warga Kembali Normal!

Minggu, 1 November 2026 - 10:47 WIB

Buntut Video Viral di Terminal Kedamin, Kapolres Kapuas Hulu Siap Jalankan Hukum Adat

Minggu, 1 November 2026 - 08:19 WIB

Soal Putusan MA Batalkan Suket SMA Gibran, Gerindra: Hormati Proses Hukum dan Minta Kemenkeu/Kementerian Terkait Beri Penjelasan

Minggu, 1 November 2026 - 07:28 WIB

Peluang Indonesia Bertahan di Emerging Market MSCI Capai Di Atas 50 Persen, BEI Makin Optimistis

Minggu, 1 November 2026 - 02:02 WIB

Pemkab Barito Selatan Salurkan Bansos dan Cadangan Pangan untuk Tiga Desa di Dusun Selatan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 22:32 WIB

Pemkab Mura Dukung Peningkatan Kinerja Jamkrida

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 22:27 WIB

Kukuhkan ABPEDNAS Mura, Heriyus Harapkan Desa Semakin Kuat dan Mandiri

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 12:49 WIB

Kalteng Mulai Hujan, Relawan Karhutla Palangka Raya Tetap Waswas Sisa Titik Api

Berita Terbaru

Sejumlah anggota Damkar saat melakukan pemadaman pada salah satu lahan yang terbakar. Pemerintah Kabupaten Seruyan melalui BPBD secara resmi memutuskan untuk memperpanjang Status Tanggap Darurat Bencana Karhutla serta Kekeringan Tahun 2026.

Seruyan

Suling Tambun Nihil Karhutla, Seruyan Hilir Timur Terparah

Senin, 2 Nov 2026 - 15:23 WIB

Bupati Seruyan, Ahmad Selanorwanda, S.E., M.Si., disambut oleh masyarakat saat melaksanakan kunjungan kerja ke salah satu kecamatan di Seruyan belum lama ini.

Seruyan

Warga Nantikan Layanan Cetak KTP di Hanau

Senin, 2 Nov 2026 - 10:25 WIB