John Herdman vs Shin Tae-yong: Mengapa Pelatih Inggris Ini Jadi Kandidat Sempurna Timnas Indonesia?

- Jurnalis

Kamis, 18 Desember 2025 - 13:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

John Herdman punya kesamaan taktik dengan Shin Tae-yong. [Instagram]

John Herdman punya kesamaan taktik dengan Shin Tae-yong. [Instagram]

1TULAH.COM-Rumor mengenai siapa yang akan mengisi kursi kepelatihan Timnas Indonesia semakin memanas. Nama John Herdman, mantan pelatih Timnas Kanada, kini berada di baris terdepan. Menariknya, analisis taktis menunjukkan bahwa pelatih asal Inggris ini memiliki kemiripan filosofi yang mencolok dengan Shin Tae-yong (STY).

Apakah ini sebuah kebetulan, atau memang profil pragmatis seperti inilah yang sedang diburu oleh PSSI?

Kabar dari Honduras: Herdman Lebih Pilih Indonesia

Spekulasi ini bukan tanpa dasar. Media ternama Honduras, Diario Diez, secara blak-blakan menyebut bahwa Herdman telah memalingkan wajah dari tawaran di zona CONCACAF demi memimpin skuad Garuda.

“John Herdman menjauh dari CONCACAF. Ia akan diumumkan oleh tim nasional sederhana (Indonesia) yang belum pernah tampil di Piala Dunia,” tulis laporan Diario Diez pada Kamis (18/12/2025).

Pernyataan ini sejalan dengan kriteria yang ditetapkan oleh PSSI. Anggota Exco PSSI, Endri Erawan, menegaskan bahwa syarat mutlak pelatih baru adalah rekam jejak yang terbukti. “Harus punya pengalaman bagus meloloskan tim ke Piala Dunia,” ujar Endri di Jakarta (16/12). Herdman memenuhi syarat tersebut setelah sukses membawa Kanada kembali ke panggung Piala Dunia 2022 setelah absen 36 tahun.

Baca Juga :  Pemkab Mura Perkuat Sinergi dengan BKKBN untuk Pembangunan Keluarga Berkualitas

2 Kesamaan Fundamental: Herdman dan Shin Tae-yong

Jika menilik lebih dalam, transisi dari era STY ke Herdman diprediksi tidak akan memakan waktu lama karena adanya dua kesamaan besar berikut:

1. Fondasi Taktis: Setia dengan Formasi 3 Bek

Salah satu warisan paling terlihat dari Shin Tae-yong adalah pematangan skema tiga bek (3-4-3 atau 3-5-2) yang membuat pertahanan Indonesia sulit ditembus di putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia.

John Herdman memiliki DNA yang serupa. Baik saat menukangi Timnas Kanada maupun di level klub bersama Toronto FC, formasi tiga bek adalah fondasi utamanya. Keuntungannya bagi Indonesia? Para pemain bertahan kita tidak perlu lagi melakukan adaptasi radikal terhadap sistem baru. Ini adalah sebuah evolusi, bukan revolusi yang membingungkan.

2. Filosofi Pragmatis: Hasil Akhir di Atas Segalanya

Keduanya bukanlah penganut sepak bola “cantik” yang mengandalkan penguasaan bola semata. Baik STY maupun Herdman adalah sosok pragmatis.

  • Pendekatan Herdman: Saat Kanada bertemu raksasa seperti Belgia dan Kroasia di Piala Dunia 2022, ia tidak ragu menerapkan pertahanan gerendel yang solid.

  • Pendekatan STY: Kita sering melihat Indonesia bermain sangat disiplin dan defensif saat menghadapi lawan yang levelnya jauh di atas, mengandalkan efektivitas serangan balik.

Baca Juga :  DPRD Kalteng Dorong Percepatan Jalan Pekahi–Mendawai, Pangkas Jarak Ratusan Kilometer di Katingan

Filosofi “yang penting menang” ini dianggap paling realistis bagi Timnas Indonesia untuk bersaing di level Asia yang kompetitif.

Langkah Strategis PSSI?

Kehadiran John Herdman bisa jadi merupakan langkah jenius PSSI untuk menjaga momentum yang sudah dibangun Shin Tae-yong. Dengan kemiripan taktis dan pengalaman internasional yang mumpuni, Herdman diharapkan mampu menyempurnakan fondasi yang ada dan membawa Indonesia terbang lebih tinggi.

Jika benar diumumkan dalam waktu dekat, publik sepak bola tanah air tentu berharap “tangan dingin” pelatih Inggris ini bisa membawa keajaiban yang sama seperti saat ia membangkitkan sepak bola Kanada. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Digelar 8 Hari di Tamiang Layang, Bartim Expo 2026 Jadi Ajang Dorong Ekonomi Daerah
Upacara Hari Jadi ke-24 Kabupaten Barito Timur: Momentum Perkuat Sinergi Menuju Bartim SEGAH
Momentum HUT ke-14 IWO, PWI dan IWO Bartim Perkuat Kebersamaan Jurnalis
Komisi I DPRD Kalteng Minta Sinergi Tangani Karhutla di Konsesi PT Adaro, Walhi Catat Ratusan Hotspot!
Dua Hari Membara! Karhutla di Kotawaringin Barat Capai 10 Hektare, Pemadaman Terhalang Angin Kencang
Gelombang Sanksi Nakes Hina Pasien BPJS di Threads: Dari Pemecatan Hingga Pengunduran Diri
Heriyus: Festival Budaya Harus Jadi Ruang Edukasi dan Inspirasi Generasi Muda
Angka Kemiskinan Turun tapi Biaya Hidup Melonjak, Mengapa Ekonomi Terasa Makin Sulit?
Tag :

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 11:03 WIB

Digelar 8 Hari di Tamiang Layang, Bartim Expo 2026 Jadi Ajang Dorong Ekonomi Daerah

Senin, 10 Agustus 2026 - 10:56 WIB

Upacara Hari Jadi ke-24 Kabupaten Barito Timur: Momentum Perkuat Sinergi Menuju Bartim SEGAH

Senin, 10 Agustus 2026 - 10:50 WIB

Momentum HUT ke-14 IWO, PWI dan IWO Bartim Perkuat Kebersamaan Jurnalis

Minggu, 9 Agustus 2026 - 19:57 WIB

Komisi I DPRD Kalteng Minta Sinergi Tangani Karhutla di Konsesi PT Adaro, Walhi Catat Ratusan Hotspot!

Minggu, 9 Agustus 2026 - 13:25 WIB

Gelombang Sanksi Nakes Hina Pasien BPJS di Threads: Dari Pemecatan Hingga Pengunduran Diri

Minggu, 9 Agustus 2026 - 12:22 WIB

Heriyus: Festival Budaya Harus Jadi Ruang Edukasi dan Inspirasi Generasi Muda

Minggu, 9 Agustus 2026 - 09:51 WIB

Angka Kemiskinan Turun tapi Biaya Hidup Melonjak, Mengapa Ekonomi Terasa Makin Sulit?

Minggu, 9 Agustus 2026 - 09:41 WIB

Raisa Komentar “Kue Putu” di Unggahan Mathis Molinie, Sinyal Kedekatan Makin Kuat?

Berita Terbaru