Fraksi Karya Indonesia Raya Soroti Pariwisata, PAD, dan Manajemen RSUD

- Jurnalis

Senin, 1 Desember 2025 - 19:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Fraksi Karya Indonesia Raya (F-KIR) DPRD Kabupaten Barito Utara, Tajeri.(Suara Dayak.Com/Hendrik)

Ketua Fraksi Karya Indonesia Raya (F-KIR) DPRD Kabupaten Barito Utara, Tajeri.(Suara Dayak.Com/Hendrik)

1TULAH.COM, DPRD BARUT – Ketua Fraksi Karya Indonesia Raya (F-KIR) DPRD Kabupaten Barito Utara, Tajeri, menyoroti berbagai persoalan strategis dalam penyampaian pendapat akhir fraksi terkait Raperda APBD 2026, Senin (1/12/2025).

Dalam kesempatan itu, Ketua DPC Gerindra Barito Utara ini mengkritik pengelolaan pariwisata daerah yang dinilai belum optimal, meskipun anggaran yang dialokasikan tergolong besar. Tajeri menekankan perlunya evaluasi menyeluruh dan langkah-langkah strategis agar potensi pariwisata dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk mendongkrak pendapatan daerah dan kesejahteraan masyarakat.

*Dinas Pariwisata seharusnya memberikan kontribusi nyata terhadap PAD. Banyak dana sudah digelontorkan, namun pengelolaan obyek wisata belum maksimal,” kata dia.

Ia mengharapkan, Dinas Pariwisata menyusun strategi lebih serius untuk meningkatkan kunjungan dan pendapatan daerah dari sektor tersebut.

Fraksi KIR juga menyoroti kinerja Badan Pendapatan Pengelolaan Daerah (BPPD),karena banyak potensi PAD belum digarap optimal, termasuk dari retribusi sarang walet yang sudah memiliki Perda.

Baca Juga :  Reses Tajeri di Sei Rahayu II, Warga Sampaikan Keluhan Infrastruktur, Kesehatan, dan Pertanian

“BPPD harus proaktif bekerja dalam pendataan dan penagihan. Retribusi walet dan sektor lainnya harus dipastikan memberi kontribusi,” sebut dia.

Ia menekankan, prinsip efektif dan efisien wajib menjadi pedoman utama dalam penggunaan anggaran di seluruh dinas.

Sedangkan di sektor Perkimtan, Fraksi KIR menyoroti keluhan masyarakat terkait program bedah rumah yang dinilai timpang.

“Masih ada rumah yang layak huni justru dibedah, sementara rumah yang tidak layak justru tidak tersentuh. Ini harus dievaluasi,” beber dia.

F-KIR juga mempersoalkan manajemen RSUD Muara Teweh, karena menilai perlu evaluasi menyeluruh berkaitan dengan banyak keluhan masyarakat.

“Obat sering tiak ada sehingga pasien harus membeli di luar. Pelayanan lambat. Bahkan pelayanan UGD lebih dahulu tanya soal pembayaran. Seharusnya pasien darurat dilayani terlebih dahulu, administrasi belakangan,” terang dia.

Baca Juga :  Reses Tajeri di Sei Rahayu II, Warga Sampaikan Keluhan Infrastruktur, Kesehatan, dan Pertanian

Adapun bidang pemberdayaan masyarakat menjadi perhatian F-KIR, karena pada saat kunjungan ke desa-desa, sering ditemukan kantor desa yang tutup karena tak ada pegawai.

“Kami berharap PMD memberikan arahan dan teguran agar kantor desa benar-benar berfungsi melayani masyarakat,”imbuh dia.

Berkaitan dengan belum ada pencantuman komponen Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) dalam Rancangan APBD 2026, F-KIR meminta Pemkab Barito Utara lebih proaktif melakukan komunikasi dengan pemerintah pusat.

*Masalah batas defisit ini harus diselesaikan dengan baik agar APBD tidak mengalami kendala teknis,” sebut dia.

Pada bagian lain, F-KIR menerima dan menyetujui Raperda APBD Kabupaten Barito Utara Tahun Anggaran 2026 beserta lampiran.(*)

Penulis : Yehezkiel

Editor : Apri

Berita Terkait

Reses Tajeri di Sei Rahayu II, Warga Sampaikan Keluhan Infrastruktur, Kesehatan, dan Pertanian
Tajeri Usulkan Pengelolaan Pasar Barito Utara yang Mandiri dan Berorientasi pada Peningkatan PAD
80 ASN dan PPPK di Sekretariat DPRD Diajak Wujudkan Lingkungan Bebas Narkoba
Legislator Tajeri Imbau Masyarakat Extra Waspada saat Beraktivitas di Sungai Barito
DPRD Barito Utara Gelar Uji Publik Dua Ranperda Bersama Kementerian Hukum
Raperda 2026 Disetujui, Fraksi PDI Perjuangan Dorong Pengentasan Kemiskinan
Raperda 2026, Fraksi KIR Nyatakan Menerima Usulan Bupati Barito Utara
Mery Rukaini Dorong Penguatan Sinergi Penanganan Karhutla

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:22 WIB

Reses Tajeri di Sei Rahayu II, Warga Sampaikan Keluhan Infrastruktur, Kesehatan, dan Pertanian

Jumat, 16 Oktober 2026 - 20:03 WIB

Tajeri Usulkan Pengelolaan Pasar Barito Utara yang Mandiri dan Berorientasi pada Peningkatan PAD

Kamis, 15 Oktober 2026 - 22:36 WIB

80 ASN dan PPPK di Sekretariat DPRD Diajak Wujudkan Lingkungan Bebas Narkoba

Jumat, 25 September 2026 - 17:37 WIB

Legislator Tajeri Imbau Masyarakat Extra Waspada saat Beraktivitas di Sungai Barito

Selasa, 22 September 2026 - 13:43 WIB

DPRD Barito Utara Gelar Uji Publik Dua Ranperda Bersama Kementerian Hukum

Selasa, 22 September 2026 - 12:42 WIB

Raperda 2026 Disetujui, Fraksi PDI Perjuangan Dorong Pengentasan Kemiskinan

Senin, 21 September 2026 - 21:51 WIB

Raperda 2026, Fraksi KIR Nyatakan Menerima Usulan Bupati Barito Utara

Senin, 21 September 2026 - 13:41 WIB

Mery Rukaini Dorong Penguatan Sinergi Penanganan Karhutla

Berita Terbaru

Sejumlah anggota Damkar saat melakukan pemadaman pada salah satu lahan yang terbakar. Pemerintah Kabupaten Seruyan melalui BPBD secara resmi memutuskan untuk memperpanjang Status Tanggap Darurat Bencana Karhutla serta Kekeringan Tahun 2026.

Seruyan

Suling Tambun Nihil Karhutla, Seruyan Hilir Timur Terparah

Senin, 2 Nov 2026 - 15:23 WIB

Bupati Seruyan, Ahmad Selanorwanda, S.E., M.Si., disambut oleh masyarakat saat melaksanakan kunjungan kerja ke salah satu kecamatan di Seruyan belum lama ini.

Seruyan

Warga Nantikan Layanan Cetak KTP di Hanau

Senin, 2 Nov 2026 - 10:25 WIB