Masalah Klasik! Dewan Haji Tajeri Minta Bupati H Shalahuddin Tuntaskan Polemik BBM-Elpiji 3 Kg di Barut

- Jurnalis

Selasa, 25 November 2025 - 09:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPRD Barito Utara, Kalteng, Haji Tajeri. Foto: Aprie/1tulah.com

Anggota DPRD Barito Utara, Kalteng, Haji Tajeri. Foto: Aprie/1tulah.com

1TULAH.COM, Muara Teweh –Permasalahan BBM dan mahal dan sulitnya mendapatkan elpiji subsidi 3 kilogram adalah masalah klasik selalu meresahkan masyarakat di Barito Utara (Barut), Kalteng.

Meskipun di Barut terdapat 8 buah SPBU, belum lagi termasuk Pertashop Pertamina yang jumlahnya cukup banyak. Demikian pula untuk ketersediaan elpiji ada 4 agen dengan puluhan pangkalan yang seharusnya melayani masyarakat.

Menyikapi hal itu, anggota DPRD Barut, Haji Tajeri mengaku bingung, mengapa jatah BBM maupun elpiji 3 kilogram subsidi untuk masyarakat selalu kurang dan hilang di pasaran.

“Perwakilan Pertamina wilayah Kalimantan Tengah sudah ada, apakah mereka bekerja dengan baik dan benar. Saya sebagai wakil rakyat yang menitipkan amanah kepada saya dan harus pertanggungjawabkan dunia dan akhirat. Maka saya selalu menyampaikan keluh kesah masyarakat yang menitipkan amanah kepada saya,” tegas Haji Tajeri, Selasa pagi, 25 November 2025.

Menurut pantauan dewan asal Partai Gerindra Barut ini di lapangan, elpiji 3 kg harganya sampai Rp 50 ribu per tabung, sementara harga eceran tertinggi atau HET di Barut Rp 26 ribu per tabung.

Baca Juga :  Ketua Komisi II DPRD Barito Utara Dukung Restocking di HUT ke-76

“Inipun menurut saya masih terlalu mahal, karena sepengetahuan saya harga elpiji 3 kilogram dari pemerintah ke agen berkisar Rp 13.500, lalu disalurkan ke agen dengan harga berapa? Terus masyarakat membeli kalau sesuai HET Rp 26 ribu per tabung,” ujarnya.

Lebih lanjut, dewan Haji Tajeri menyampaikan, terkait keluh kesah masyarakat kenapa mereka harus membeli Rp 45 sampai Rp 50 ribu per tabung. Dirinya pun juga merasa bingung apalagi masyarakat.

Bukan hanya elpiji 3 kilogram, politisi senior Barut mengatakan kondisi ini tidak jauh berbeda dengan BBM.

“Di mana salahnya, semua masyarakat mengatakan masalahnya ada pada penjualan dari SPBU, alasan masyarakat banyak pelangsiran, membeli juga ada yang dibatasi, apakah ada aturan dari Kementerian yang seperti ini?” katanya bertanya.

Menurut Haji Tajeri lagi, adanya SPBU dan Pertashop di Barut sudah lebih dari cukup, berapa sebenarnya kebutuhan BBM di Barut.

“Seharusnya bisa dihitung jumlah pemakai BBM, yang aneh bin ajaib di SPBU bio solar habis, tapi di eceran selalu ada dengan harga yang mahal, yaitu berkisar Rp 13 ribu sampai Rp 15 ribu per liter. Nah ADA APA ? Ke mana fungsi pengawasan perwakilan PT Pertamina Kalimantan Tengah, apakah pada tutup mata atau matanya ditutupi, Semoga tidak seperti ini,” ujarnya.

Baca Juga :  BUMD Kalteng Dituntut Dikelola Profesional demi Perkuat Kemandirian Fiskal

Dewan Haji Tajri berharap, karena masalah ini tidak bisa diselesaikan bupati terdahulu, dia berharap Bupati H Shalahuddin dan Wakil Bupati Felix Sonadie Y Tingan agar memasukan memasukan persoalan elpiji 3 kilogram dan BBM di Barut untuk dituntaskan di salah satu program 100 hari kepemimpinannya.

“Harapan saya dan juga masyarakat Barito Utara, semoga pemerintahan baru dipimpin pak Bupati H Shalahuddin dan Wakil Bupati Felix segera mengambil langkah konkret dengan masalah ini. Karena ini sudah berlangsung lama dan masalah klasik yang tak pernah bisa diatasi. Bupati baru harapan masyarakat ada perubahan, terkhusus masalah BBM dan elpiji 3 kilogram bersubsidi,” tuntas Ketua Komisi III Dewan Barut, Haji Tajeri.

Penulis: Aprie

Editor: Aprie

Berita Terkait

Wakil Ketua II DPRD Barito Utara Apresiasi Senam Massal Semarakkan HUT ke-76 Barito Utara dan HUT ke-81 RI
DPRD Barito Utara Apresiasi Festival Kuntau ASBADATA 2026 sebagai Upaya Nyata Pelestarian Budaya dan Pembentukan Karakter Generasi Muda
Awasi Distribusi Pupuk Bersubsidi di Kalteng: Komisi II DPRD Tekankan Pengawasan Berlapis demi Petani
Sri Neni Tegaskan Kolaborasi Pemda dan DPRD Jadi Faktor Penentu Keberhasilan MTQH sebagai Media Dakwah
Anggota DPRD Barut H. Al Hadi Sebut MTQH Wadah Pembinaan Generasi Berakhlak
DPRD Kalteng Dorong OPD Percepat Digitalisasi: Bukan Pilihan, Tapi Kebutuhan Wajib!
Ketua DPRD Barito Utara Ajak Semua Pihak Wujudkan Lingkungan Aman di HAN ke-42
BUMD Kalteng Dituntut Dikelola Profesional demi Perkuat Kemandirian Fiskal

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 10:01 WIB

Wakil Ketua II DPRD Barito Utara Apresiasi Senam Massal Semarakkan HUT ke-76 Barito Utara dan HUT ke-81 RI

Senin, 27 Juli 2026 - 20:54 WIB

DPRD Barito Utara Apresiasi Festival Kuntau ASBADATA 2026 sebagai Upaya Nyata Pelestarian Budaya dan Pembentukan Karakter Generasi Muda

Senin, 27 Juli 2026 - 18:29 WIB

Awasi Distribusi Pupuk Bersubsidi di Kalteng: Komisi II DPRD Tekankan Pengawasan Berlapis demi Petani

Minggu, 26 Juli 2026 - 22:40 WIB

Sri Neni Tegaskan Kolaborasi Pemda dan DPRD Jadi Faktor Penentu Keberhasilan MTQH sebagai Media Dakwah

Minggu, 26 Juli 2026 - 22:38 WIB

Anggota DPRD Barut H. Al Hadi Sebut MTQH Wadah Pembinaan Generasi Berakhlak

Minggu, 26 Juli 2026 - 14:38 WIB

DPRD Kalteng Dorong OPD Percepat Digitalisasi: Bukan Pilihan, Tapi Kebutuhan Wajib!

Sabtu, 25 Juli 2026 - 22:02 WIB

Ketua DPRD Barito Utara Ajak Semua Pihak Wujudkan Lingkungan Aman di HAN ke-42

Sabtu, 25 Juli 2026 - 17:14 WIB

BUMD Kalteng Dituntut Dikelola Profesional demi Perkuat Kemandirian Fiskal

Berita Terbaru