Tiga Kebiasaan Buruk Saat Makan Buah yang Berpotensi Ganggu Kesehatan Pencernaan

- Jurnalis

Senin, 24 November 2025 - 12:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi buah-buahan (Pixabay.com/Romanov/suara.com)

Ilustrasi buah-buahan (Pixabay.com/Romanov/suara.com)

1TULAH.COM – Buah merupakan bagian penting dalam pola makan sehari-hari karena menyediakan vitamin, mineral, antioksidan, dan serat yang membantu menjaga energi, memperkuat sistem kekebalan tubuh, serta mendukung kesehatan kulit.

Konsumsi buah secara rutin juga berperan dalam memperlancar pencernaan tanpa menambah kalori berlebih. Kandungan antioksidan di dalamnya mampu melindungi tubuh dari peradangan dan stres oksidatif, sehingga dapat menurunkan risiko berbagai penyakit kronis seperti diabetes, gangguan jantung, dan obesitas.

Meskipun buah menawarkan banyak manfaat, cara mengonsumsinya ternyata dapat memengaruhi proses pencernaan.

Dalam sebuah video di Instagram, pakar kesehatan dan nutrisi Dimple Jangda memaparkan tiga kebiasaan umum yang sering dilakukan dan justru berpotensi mengganggu pencernaan setelah makan buah.

Kesalahan pertama adalah mengonsumsi buah setelah makan makanan berat. Pada kondisi tersebut, lambung sedang sibuk memproses karbohidrat, protein, dan lemak, sehingga kerja pencernaan melambat dan dapat memicu peningkatan asam lambung.

Banyak orang merasa tidak nyaman atau mengalami sensasi perut asam ketika makan buah sesaat setelah makan besar.

Baca Juga :  Jaga Stamina Jelang Haji, Ini Latihan Fisik yang Dianjurkan

Temuan dari Penn University menunjukkan bahwa makan buah sebelum makan justru dapat meningkatkan rasa kenyang dan menurunkan jumlah kalori yang dikonsumsi hingga 15–20 persen.

Selain itu, kebiasaan ini membantu mengatur pelepasan hormon GLP-1 yang berperan dalam mencegah lonjakan gula darah.

Oleh karena itu, waktu terbaik untuk mengonsumsi buah adalah satu jam sebelum makan atau dua jam setelah makan apabila sebelumnya telah menyantap makanan berat.

Kesalahan kedua berkaitan dengan waktu makan buah yang dilakukan setelah matahari terbenam. Buah mengandung berbagai jenis asam seperti malic acid, citric acid, ascorbic acid, fumaric acid, dan tartaric acid yang dapat memberikan efek menyegarkan serta merangsang energi.

Apel bahkan disebut memiliki efek yang sebanding dengan satu cangkir kafein. Zat asam ini dapat mengganggu produksi melatonin, yaitu hormon yang berperan dalam proses tidur, serta meningkatkan metabolisme tubuh.

Karena itu, buah lebih ideal dikonsumsi saat tubuh masih aktif, terutama di pagi hari, sekitar satu jam sebelum sarapan atau dua jam setelah sarapan.

Baca Juga :  Sering Pakai HP? Ini Risiko Sebenarnya yang Perlu Diketahui

Porsi lainnya dapat dimakan pada sore hari sekitar pukul empat sebagai camilan, sementara konsumsi buah setelah matahari terbenam sebaiknya dihindari.

Kesalahan ketiga adalah mencampurkan berbagai jenis buah dalam satu hidangan. Setiap jenis buah memiliki karakteristik dan komposisi berbeda, seperti buah sitrus yang cenderung asam, buah manis seperti pisang dan mangga, serta buah astringen seperti apel dan beri.

Ketika semua kelompok ini dikonsumsi bersamaan, tubuh membutuhkan enzim pencernaan yang berbeda untuk memprosesnya, sehingga pencernaan menjadi lebih berat dan penyerapan nutrisi kurang optimal.

Kondisi ini dapat menimbulkan keluhan seperti sendawa, perut kembung, gas berlebih, hingga meningkatnya gejala asam lambung.

Dimple juga menekankan bahwa melon termasuk buah yang sebaiknya tidak dicampur dengan jenis buah lain karena paling mudah memicu gangguan pencernaan, sehingga lebih baik dinikmati secara terpisah dalam satu porsi khusus.

Penulis : Laili R

Berita Terkait

Jaga Stamina Jelang Haji, Ini Latihan Fisik yang Dianjurkan
Sering Pakai HP? Ini Risiko Sebenarnya yang Perlu Diketahui
BNN Usulkan Larangan Vape di Indonesia, Samakan Perangkatnya dengan ‘Bong’ Sabu
Waspada! Lonjakan Kasus Campak di Indonesia Awal 2026: 58 Wilayah Berstatus KLB
Ketahui Bahaya Konsumsi Teh Susu Berlebihan
Dugaan Malpraktik RSUD Doris Sylvanus: Suyuti Syamsul Sebut Tuduhan Mudah Dipatahkan
Dugaan Malpraktik RSUD Doris Sylvanus Memanas, Suyuti Syamsul Siap Lakukan Serangan Balik ke Suriansyah Halim
Berapa Durasi Ideal Olahraga Sebelum Berbuka Puasa Saat Ramadan? Ini Penjelasannya
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 14 April 2026 - 12:55 WIB

Jaga Stamina Jelang Haji, Ini Latihan Fisik yang Dianjurkan

Senin, 13 April 2026 - 22:25 WIB

Sering Pakai HP? Ini Risiko Sebenarnya yang Perlu Diketahui

Selasa, 7 April 2026 - 18:58 WIB

BNN Usulkan Larangan Vape di Indonesia, Samakan Perangkatnya dengan ‘Bong’ Sabu

Senin, 6 April 2026 - 15:33 WIB

Waspada! Lonjakan Kasus Campak di Indonesia Awal 2026: 58 Wilayah Berstatus KLB

Minggu, 5 April 2026 - 20:10 WIB

Ketahui Bahaya Konsumsi Teh Susu Berlebihan

Selasa, 24 Maret 2026 - 17:42 WIB

Dugaan Malpraktik RSUD Doris Sylvanus: Suyuti Syamsul Sebut Tuduhan Mudah Dipatahkan

Senin, 23 Maret 2026 - 16:52 WIB

Dugaan Malpraktik RSUD Doris Sylvanus Memanas, Suyuti Syamsul Siap Lakukan Serangan Balik ke Suriansyah Halim

Jumat, 20 Februari 2026 - 11:14 WIB

Berapa Durasi Ideal Olahraga Sebelum Berbuka Puasa Saat Ramadan? Ini Penjelasannya

Berita Terbaru