KPK Ungkap Sepinya Peminat dalam Lelang Properti Hasil Rampasan Koruptor

- Jurnalis

Senin, 6 Oktober 2025 - 16:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Gedung KPK.

Ilustrasi Gedung KPK.

1TULAH.COM – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkapkan rendahnya minat masyarakat untuk membeli aset properti hasil rampasan koruptor.

Jaksa Eksekusi KPK, Sarkiyah, menyebut penyebab utama minimnya peminat adalah nilai limit yang tinggi pada aset-aset tersebut.

Ia menjelaskan bahwa barang tidak bergerak seperti tanah, bangunan, dan apartemen masih sulit terjual karena harganya yang relatif besar. Dari total 41 lot properti yang dilelang pada 17 September lalu, hanya 7 lot yang berhasil terjual.

Baca Juga :  Viral Wartawan Wanita Dihalau Polisi di Bundaran HI, Polda Metro Akui Petugas Kurang Paham

Meski begitu, KPK tetap berhasil menyetor Rp8 miliar ke kas negara hasil dari lelang tersebut. Jumlah itu berasal dari penjualan 36 lot barang bergerak senilai Rp3,2 miliar dan 7 lot properti senilai Rp4,8 miliar.

Menurut Sarkiyah, barang bergerak seperti handphone dan perhiasan masih menjadi favorit peserta lelang. Ia mencontohkan bahwa cincin dan gelang berbentuk naga pun laku keras dibeli oleh masyarakat.

Sebaliknya, barang-barang unik seperti robot, face recognition, tableau, hingga dua unit mobil justru tidak laku, sama seperti sebagian besar properti bernilai besar. Lelang aset rampasan itu digelar serentak di 11 Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) di seluruh Indonesia.

Baca Juga :  Peluang Indonesia Bertahan di Emerging Market MSCI Capai Di Atas 50 Persen, BEI Makin Optimistis

KPK berencana menggelar lelang lanjutan pada Desember 2025 mendatang bertepatan dengan peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia).

Sarkiyah pun mengajak masyarakat untuk ikut serta dalam lelang tersebut sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pemulihan kerugian keuangan negara.

Penulis : Dedy Hermawan

Berita Terkait

Kunjungan Kerja ke Kalsel, DPRD Kalteng Perkuat Fungsi Legislasi dan Pembentukan Perda
Helikopter Mi-17V5 TNI AD Jatuh Saat Misi Water Bombing Karhutla di Seruyan, 1 Prajurit Gugur
Sejarah Kelam Penyadapan Presiden: Jejak Spionase Politik dari Megawati Hingga Prabowo
SP4N-LAPOR! Barsel 2026: Komitmen Pemkab Tingkatkan Transparansi dan Aduan Warga
Dukung Bareskrim Tahan 3 Jenderal, DPR Desak Pembongkaran Aktor Lain Kasus Penyadapan
Pengamanan Ibu Kota Diperketat: 20 Ribu Personel TNI AL Siaga di Tengah Skandal Penyadapan Presiden Prabowo
Bantah Intervensi Kasus Narkoba Anggota DPRD Jatim, Gerindra Ungkap Dugaan Oknum Polisi Minta Rp50 Juta
Pendaftaran MagangHub 2026 Batch 3 Ditutup Rabu 4 November, Kemnaker Imbau Segera Daftar
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 16:55 WIB

Kunjungan Kerja ke Kalsel, DPRD Kalteng Perkuat Fungsi Legislasi dan Pembentukan Perda

Rabu, 4 November 2026 - 16:49 WIB

Helikopter Mi-17V5 TNI AD Jatuh Saat Misi Water Bombing Karhutla di Seruyan, 1 Prajurit Gugur

Rabu, 4 November 2026 - 12:42 WIB

Sejarah Kelam Penyadapan Presiden: Jejak Spionase Politik dari Megawati Hingga Prabowo

Rabu, 4 November 2026 - 06:27 WIB

Dukung Bareskrim Tahan 3 Jenderal, DPR Desak Pembongkaran Aktor Lain Kasus Penyadapan

Rabu, 4 November 2026 - 06:19 WIB

Pengamanan Ibu Kota Diperketat: 20 Ribu Personel TNI AL Siaga di Tengah Skandal Penyadapan Presiden Prabowo

Selasa, 3 November 2026 - 14:44 WIB

Bantah Intervensi Kasus Narkoba Anggota DPRD Jatim, Gerindra Ungkap Dugaan Oknum Polisi Minta Rp50 Juta

Selasa, 3 November 2026 - 13:04 WIB

Pendaftaran MagangHub 2026 Batch 3 Ditutup Rabu 4 November, Kemnaker Imbau Segera Daftar

Selasa, 3 November 2026 - 06:48 WIB

Pemerintah Matangkan Wacana Penyesuaian PTKP untuk Dongkrak Daya Beli, Siap Diterapkan 2027?

Berita Terbaru