1TULAH.COM – Rasa mual atau pusing setelah berolahraga merupakan hal yang cukup sering terjadi, baik pada pemula maupun individu yang sudah terbiasa melakukan aktivitas fisik secara rutin.
Kondisi ini umumnya disebabkan oleh beberapa faktor yang memengaruhi keseimbangan tubuh, dan apabila tidak ditangani dengan baik dapat menurunkan performa latihan serta menimbulkan rasa lemas.
Salah satu faktor utamanya adalah dehidrasi, yakni ketika tubuh kehilangan terlalu banyak cairan dan elektrolit penting melalui keringat.
Kekurangan cairan tidak hanya menyebabkan mual, tetapi juga dapat mempercepat detak jantung serta menghambat kelancaran sirkulasi darah.
Untuk mencegah hal ini, penting untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi dengan mengonsumsi air putih yang cukup, atau memilih minuman mengandung elektrolit jika durasi olahraga berlangsung lebih dari satu jam.
Selain dehidrasi, rasa mual juga bisa muncul akibat makan terlalu dekat dengan waktu olahraga.
Konsumsi makanan berat membuat sistem pencernaan bekerja keras, padahal pada saat berolahraga darah lebih dibutuhkan untuk mengalir ke otot, sehingga menyebabkan rasa tidak nyaman di perut.
Disarankan untuk memberikan jeda sekitar dua hingga tiga jam setelah makan sebelum mulai berolahraga. Jika membutuhkan asupan energi tambahan, camilan ringan seperti yogurt atau pisang dapat menjadi pilihan yang lebih tepat.
Di sisi lain, latihan dengan intensitas yang terlalu tinggi juga dapat memicu mual karena tubuh belum mampu beradaptasi terhadap tekanan fisik serta terjadinya penumpukan asam laktat di otot.
Kondisi ini sering dialami oleh mereka yang baru memulai olahraga atau memaksakan diri melebihi kemampuan fisiknya.
Cara terbaik untuk mengatasinya adalah dengan memulai latihan secara bertahap, meningkatkan intensitas perlahan, serta memperhatikan sinyal tubuh agar tidak berlebihan dan tetap menjaga keseimbangan antara usaha dan pemulihan.
Penulis : Laili R




















