Mantan Dirut PT Allo Bank Indonesia Dipanggil KPK Terkait Korupsi Pengadaan EDC Bank

- Jurnalis

Kamis, 2 Oktober 2025 - 17:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Gedung KPK.

Ilustrasi Gedung KPK.

1TULAH.COM – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memanggil Indra Utoyo, mantan Direktur Utama PT Allo Bank Indonesia, pada Selasa (1/10) terkait penyidikan kasus dugaan korupsi pengadaan mesin electronic data capture (EDC) di salah satu bank BUMN.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menyampaikan bahwa pemeriksaan dilakukan di Gedung Merah Putih KPK.

Indra hadir sekitar pukul 08.55 WIB untuk dimintai keterangan dalam kapasitasnya sebagai mantan Direktur Digital & Teknologi Informasi bank pelat merah periode 2017–2022.

Ini bukan kali pertama Indra diperiksa penyidik. Sebelumnya, pada 23 September lalu, ia juga sudah menjalani pemeriksaan dan dicecar seputar kronologi proses pengadaan mesin EDC yang diduga bermasalah.

Baca Juga :  Bawa Dokumen Asli ke Persidangan, Jokowi Siap Beberkan Riwayat Pendidikannya di UGM

Dalam pemeriksaan hari ini, selain Indra, KPK juga memanggil dua saksi lain, yaitu Andre Santos, Direktur Utama PT Integra Pratama, dan Yogi Septiadi, Direktur PT Inti Cipta Solusindo.

Budi menyebut keterangan mereka dibutuhkan untuk memperkuat penyidikan, meski belum merinci detail materi pemeriksaan.

Seperti diketahui, KPK telah menetapkan lima tersangka dalam kasus ini, di antaranya Catur Budi Harto selaku eks Wakil Direktur bank pelat merah, Indra Utoyo, serta Dedi Sunardi yang menjabat SEVP Manajemen Aktiva dan Pengadaan.

Baca Juga :  Pendaftaran MagangHub 2026 Batch 3 Ditutup Rabu 4 November, Kemnaker Imbau Segera Daftar

Dari pihak swasta, ada Elvizar (eks Direktur PT Pasific Cipta Solusi) dan Rudi Suprayudi (PT Bringin Inti Teknologi). Kasus ini bermula dari pengadaan mesin EDC periode 2020–2024 dengan skema beli putus dan sewa.

Total anggaran yang digelontorkan mencapai lebih dari Rp2,2 triliun, dengan kerugian negara ditaksir mencapai Rp241 miliar dari skema beli putus dan Rp503 miliar dari skema sewa. Hingga kini, kelima tersangka belum ditahan.

Penulis : Dedy Hermawan

Berita Terkait

Isu Penyadapan Presiden Prabowo: Seskab Teddy Indra Wijaya Dikabarkan Sempat Diperiksa POM TNI
Bareskrim Tetapkan Anggota Polri Berinisial SU Jadi Tersangka Kasus Penyadapan Presiden Prabowo, Apa Perannya dalam Kasus Ini?
Hadir Langsung di Sidang Roy Suryo, Jokowi Buka Suara Soal Foto Berkumis & Kacamata di Ijazah
Bunda PAUD Barsel Hj. Permana Sari Tekankan Pentingnya Fondasi Emas Anak di Usia Dini
Bawa Dokumen Asli ke Persidangan, Jokowi Siap Beberkan Riwayat Pendidikannya di UGM
Peringatan Maulid di Pidie Berakhir Tragis: 1 Meninggal dan Belasan Terluka Usai Penertiban Bendera
Kunjungan Kerja ke Kalsel, DPRD Kalteng Perkuat Fungsi Legislasi dan Pembentukan Perda
Helikopter Mi-17V5 TNI AD Jatuh Saat Misi Water Bombing Karhutla di Seruyan, 1 Prajurit Gugur
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 06:51 WIB

Isu Penyadapan Presiden Prabowo: Seskab Teddy Indra Wijaya Dikabarkan Sempat Diperiksa POM TNI

Jumat, 6 November 2026 - 06:42 WIB

Bareskrim Tetapkan Anggota Polri Berinisial SU Jadi Tersangka Kasus Penyadapan Presiden Prabowo, Apa Perannya dalam Kasus Ini?

Kamis, 5 November 2026 - 17:52 WIB

Hadir Langsung di Sidang Roy Suryo, Jokowi Buka Suara Soal Foto Berkumis & Kacamata di Ijazah

Kamis, 5 November 2026 - 13:33 WIB

Bunda PAUD Barsel Hj. Permana Sari Tekankan Pentingnya Fondasi Emas Anak di Usia Dini

Kamis, 5 November 2026 - 08:49 WIB

Bawa Dokumen Asli ke Persidangan, Jokowi Siap Beberkan Riwayat Pendidikannya di UGM

Kamis, 5 November 2026 - 08:41 WIB

Peringatan Maulid di Pidie Berakhir Tragis: 1 Meninggal dan Belasan Terluka Usai Penertiban Bendera

Rabu, 4 November 2026 - 16:55 WIB

Kunjungan Kerja ke Kalsel, DPRD Kalteng Perkuat Fungsi Legislasi dan Pembentukan Perda

Rabu, 4 November 2026 - 16:49 WIB

Helikopter Mi-17V5 TNI AD Jatuh Saat Misi Water Bombing Karhutla di Seruyan, 1 Prajurit Gugur

Berita Terbaru