Gegara Transfer Daerah Dipangkas Pusat, Fraksi PKB DPRD Barut Cemas Program 2026 Bupati Terancam Gagal

- Jurnalis

Kamis, 2 Oktober 2025 - 18:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pengurangan Dana Transfer Pemerintah Pusat ke daerah pada 2026 menimbulkan kekhawatiran serius di Barito Utara (Barut). Kondisi ini disampaikan secara langsung oleh Fraksi PKB DPRD Barut kepada anggota DPR RI Fraksi PKB, Hj Ratna Juwitasari. Foto: Istimewa

Pengurangan Dana Transfer Pemerintah Pusat ke daerah pada 2026 menimbulkan kekhawatiran serius di Barito Utara (Barut). Kondisi ini disampaikan secara langsung oleh Fraksi PKB DPRD Barut kepada anggota DPR RI Fraksi PKB, Hj Ratna Juwitasari. Foto: Istimewa

1TULAH.COM, Muara Teweh – Pengurangan Dana Transfer Pemerintah Pusat ke daerah pada tahun 2026 menimbulkan kekhawatiran serius di Barito Utara (Barut).

Kondisi ini disampaikan secara langsung oleh Fraksi PKB DPRD Barut kepada anggota DPR RI Fraksi PKB, Hj Ratna Juwitasari.

Sekretaris Fraksi PKB DPRD Barut, H Nurul Anwar, mengungkapkan bahwa penurunan dana transfer untuk daerah ini cukup signifikan. Kondisi ini, menurutnya, langsung mengancam kelangsungan program-program dari bupati terpilih.

“Untuk program 100 hari kerja bupati terpilih masih bisa dilaksanakan di dalam APBD Perubahan 2025. Tetapi di 2026, mungkin akan sedikit terhambat karena pengurangan dana transfer daerah,” ujar Nurul Anwar dalam pertemuan tersebut.

Baca Juga :  DPRD Kalteng Kawal Raperda Pertambangan di Kemendagri

Ia menegaskan, jika kondisi ini berlangsung sepanjang 2026, maka pihaknya memastikan program kepala daerah untuk tahun tersebut akan terhambat.

Pengurangan anggaran menjadi tantangan nyata setelah belanja pegawai yang membengkak menyisakan ruang fiskal yang sangat sempit untuk program pembangunan.

Baca Juga :  DPRD Kalteng Soroti Nasib Pendidikan di Wilayah Pelosok pada Momentum Hardiknas

Dewan Anwar menjelaskan, APBD Barut 2026 sebesar Rp 1,6 triliun sudah habis Rp 1 triliun untuk belanja pegawai, menyusul penerimaan lebih dari 1.000 PNS.

“Sisa APBD hanya Rp 600 miliar. Maka sisa inilah nantinya diotak-atik untuk belanja modal, barang dan jasa, operasi, plus program bupati,” tandasnya.

Keresahan ini telah disampaikan ke publik, dan Fraksi PKB DPRD berharap ada solusi dari pusat agar dana transfer kembali normal.

Penulis: Ahya Firmansyah

Editor: Aprie

Berita Terkait

DPRD Kalteng Kawal Raperda Pertambangan di Kemendagri
Pesan Mendalam Arton S. Dohong di Perayaan Dharma Shanti Nyepi Kalteng
DPRD Kalteng Soroti Nasib Pendidikan di Wilayah Pelosok pada Momentum Hardiknas
Perkuat Peran Fraksi di Parlemen, Silaturahmi DPRD Kalteng dan PKB
DPRD Barito Utara Sepakati Proyek Strategis Dijalankan Secara Multiyears
Perkuat Pengawasan! Komisi I dan II DPRD Kalteng Evaluasi LKPj APBD 2025
DPRD Barut Nilai Safari Jumat Bupati sebagai Wujud Kepedulian terhadap Infrastruktur Masyarakat
Edi Pran Aji Soroti Banyak Guru di Barut Masih Berijazah SMA, Ini Jadi PR Besar

Berita Terkait

Jumat, 8 Mei 2026 - 17:51 WIB

DPRD Kalteng Kawal Raperda Pertambangan di Kemendagri

Senin, 4 Mei 2026 - 15:19 WIB

Pesan Mendalam Arton S. Dohong di Perayaan Dharma Shanti Nyepi Kalteng

Minggu, 3 Mei 2026 - 16:21 WIB

DPRD Kalteng Soroti Nasib Pendidikan di Wilayah Pelosok pada Momentum Hardiknas

Kamis, 30 April 2026 - 21:46 WIB

Perkuat Peran Fraksi di Parlemen, Silaturahmi DPRD Kalteng dan PKB

Kamis, 30 April 2026 - 17:03 WIB

DPRD Barito Utara Sepakati Proyek Strategis Dijalankan Secara Multiyears

Kamis, 30 April 2026 - 15:09 WIB

Perkuat Pengawasan! Komisi I dan II DPRD Kalteng Evaluasi LKPj APBD 2025

Kamis, 30 April 2026 - 09:54 WIB

DPRD Barut Nilai Safari Jumat Bupati sebagai Wujud Kepedulian terhadap Infrastruktur Masyarakat

Kamis, 30 April 2026 - 09:49 WIB

Edi Pran Aji Soroti Banyak Guru di Barut Masih Berijazah SMA, Ini Jadi PR Besar

Berita Terbaru