Ancaman Shutdown AS Bikin Dolar Loyo, Rupiah Menguat ke Rp16.680

- Jurnalis

Senin, 29 September 2025 - 17:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nilai tukar rupiah menguat pada penutupan perdagangan Senin sore (29/9/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]

Nilai tukar rupiah menguat pada penutupan perdagangan Senin sore (29/9/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]

1TULAH.COM-Nilai tukar rupiah berhasil menutup perdagangan awal pekan dengan penguatan signifikan. Pada penutupan Senin sore (22/9/2025), Rupiah menguat sebesar 58 poin atau 0,35 persen menjadi Rp16.680 per dolar AS, dari posisi penutupan sebelumnya di Rp16.738 per dolar AS.

Kekuatan mata uang Garuda ini sejalan dengan penguatan pada kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia, yang juga terapresiasi ke level Rp16.680 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.775 per dolar AS.

Penguatan ini telah diprediksi, bahkan oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, yang optimis bahwa nilai tukar rupiah akan mulai menunjukkan keperkasaannya pada pekan ini.

Pemicu Utama: Ancaman Government Shutdown Amerika Serikat

Analis mata uang menilai bahwa pelemahan kurs dolar AS, yang pada gilirannya mendorong rupiah menguat, sebagian besar dipicu oleh kekhawatiran pasar terhadap potensi penutupan pemerintah (government shutdown) Amerika Serikat.

Direktur Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuabi, menjelaskan bahwa pasar keuangan sedang mempersiapkan diri menghadapi skenario terburuk karena Kongres AS gagal mencapai kesepakatan anggaran belanja federal.

Baca Juga :  Tetap Sejuk dan Eksis! Goojodoq GFS025 Jadi Pendamping Wajib Saat Cuaca Panas Ekstrem

“Pasar bersiap menghadapi potensi penutupan Pemerintah AS minggu ini di tengah upaya bipartisan untuk meloloskan RUU (Rancangan Undang-Undang) Pendanaan. Pendanaan untuk operasi federal AS akan berakhir pada tengah malam tanggal 30 September, karena Kongres belum memiliki dana pengganti atau perpanjangan,” kata Ibrahim.

Tenggat waktu untuk menyepakati anggaran antara Partai Republik dan Demokrat adalah Selasa dini hari waktu setempat. Kegagalan mencapai kesepakatan akan menyebabkan sebagian besar layanan non-esensial pemerintah federal terhenti.

Dampak Shutdown pada Data Ekonomi dan Pasar

Ancaman shutdown federal cenderung membuat investor menarik dana dari aset Dolar AS dan mencari aset yang lebih aman atau berisiko di pasar negara berkembang, termasuk Rupiah. Menurut Ibrahim, dampak dari penutupan pemerintah AS sangat krusial, di antaranya:

  1. Penundaan Rilis Data Ekonomi: Shutdown dapat menunda rilis data penting, seperti data penggajian non-pertanian (non-farm payroll) yang dijadwalkan akhir pekan ini. Penundaan ini akan meningkatkan ketidakpastian pasar.
  2. Gangguan Aktivitas Ekonomi: Jika kebuntuan anggaran berlangsung lama, aktivitas ekonomi AS berpotensi terganggu.
Baca Juga :  Mengenal Motif Tato Dayak: Simbol Identitas dan Status Sosial Masyarakat Kalimantan

Selain isu shutdown, sebelumnya analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, juga menyebut penguatan kurs dipengaruhi oleh rilis data inflasi Amerika Serikat yang sesuai dengan perkiraan pasar, mengurangi tekanan kenaikan suku bunga lebih lanjut dari The Fed.

Kilas Balik Pergerakan Rupiah Hari Ini

Pergerakan nilai tukar rupiah pada hari Senin menunjukkan tren apresiasi yang kuat sejak pembukaan:

Sesi Perdagangan Level Rupiah per Dolar AS Penguatan
Pembukaan Rp16.645 Naik 93 poin (0,56%) dari penutupan Jumat
Penutupan Rp16.680 Naik 58 poin (0,35%) dari penutupan Jumat
Kurs JISDOR Rp16.680 Menguat dari Rp16.775 sebelumnya

Berita Terkait

Negara Rugi Rp800 Triliun, Satgas PKH Sita Lahan Tambang PT Maslapita di Barito Timur
Strategi Menhut Raja Juli Antoni Perkuat Pasar Karbon Nasional: Transparan dan Terintegrasi Global
Ditemukan di Kedalaman Hutan, Kondisi Helikopter PK-CFX Hancur Lebat, 8 Orang Meninggal.
Dituduh Gagal Operasi Plastik, Pihak Rossa Bongkar Manipulasi Foto ‘Cat Eyes’ di Balik Fitnah.
Jejak Karier Hery Susanto: Dari Aktivis KAHMI hingga Jadi Ketua Ombudsman yang Ditangkap Kejagung
Pinkan Mambo Tetap Ngamen di Jalan Meski Dibantu Ivan Gunawan, Netizen: Bunda Maia Benar!
Dolar AS Perkasa karena Data Pekerjaan Solid, Rupiah Tertekan ke Rp17.180
Pemkab Bartim Mediasi Sengketa Lahan Warga Desa Unsum dengan PT Bartim Coalindo dan PT MUTU
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 14:09 WIB

Negara Rugi Rp800 Triliun, Satgas PKH Sita Lahan Tambang PT Maslapita di Barito Timur

Sabtu, 18 April 2026 - 05:56 WIB

Strategi Menhut Raja Juli Antoni Perkuat Pasar Karbon Nasional: Transparan dan Terintegrasi Global

Sabtu, 18 April 2026 - 03:58 WIB

Ditemukan di Kedalaman Hutan, Kondisi Helikopter PK-CFX Hancur Lebat, 8 Orang Meninggal.

Sabtu, 18 April 2026 - 03:50 WIB

Dituduh Gagal Operasi Plastik, Pihak Rossa Bongkar Manipulasi Foto ‘Cat Eyes’ di Balik Fitnah.

Jumat, 17 April 2026 - 10:36 WIB

Jejak Karier Hery Susanto: Dari Aktivis KAHMI hingga Jadi Ketua Ombudsman yang Ditangkap Kejagung

Jumat, 17 April 2026 - 10:26 WIB

Pinkan Mambo Tetap Ngamen di Jalan Meski Dibantu Ivan Gunawan, Netizen: Bunda Maia Benar!

Jumat, 17 April 2026 - 10:12 WIB

Dolar AS Perkasa karena Data Pekerjaan Solid, Rupiah Tertekan ke Rp17.180

Kamis, 16 April 2026 - 19:42 WIB

Pemkab Bartim Mediasi Sengketa Lahan Warga Desa Unsum dengan PT Bartim Coalindo dan PT MUTU

Berita Terbaru