1TULAH.COM-Nilai tukar rupiah berhasil menutup perdagangan awal pekan dengan penguatan signifikan. Pada penutupan Senin sore (22/9/2025), Rupiah menguat sebesar 58 poin atau 0,35 persen menjadi Rp16.680 per dolar AS, dari posisi penutupan sebelumnya di Rp16.738 per dolar AS.
Kekuatan mata uang Garuda ini sejalan dengan penguatan pada kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia, yang juga terapresiasi ke level Rp16.680 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.775 per dolar AS.
Penguatan ini telah diprediksi, bahkan oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, yang optimis bahwa nilai tukar rupiah akan mulai menunjukkan keperkasaannya pada pekan ini.
Pemicu Utama: Ancaman Government Shutdown Amerika Serikat
Analis mata uang menilai bahwa pelemahan kurs dolar AS, yang pada gilirannya mendorong rupiah menguat, sebagian besar dipicu oleh kekhawatiran pasar terhadap potensi penutupan pemerintah (government shutdown) Amerika Serikat.
Direktur Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuabi, menjelaskan bahwa pasar keuangan sedang mempersiapkan diri menghadapi skenario terburuk karena Kongres AS gagal mencapai kesepakatan anggaran belanja federal.
“Pasar bersiap menghadapi potensi penutupan Pemerintah AS minggu ini di tengah upaya bipartisan untuk meloloskan RUU (Rancangan Undang-Undang) Pendanaan. Pendanaan untuk operasi federal AS akan berakhir pada tengah malam tanggal 30 September, karena Kongres belum memiliki dana pengganti atau perpanjangan,” kata Ibrahim.
Tenggat waktu untuk menyepakati anggaran antara Partai Republik dan Demokrat adalah Selasa dini hari waktu setempat. Kegagalan mencapai kesepakatan akan menyebabkan sebagian besar layanan non-esensial pemerintah federal terhenti.
Dampak Shutdown pada Data Ekonomi dan Pasar
Ancaman shutdown federal cenderung membuat investor menarik dana dari aset Dolar AS dan mencari aset yang lebih aman atau berisiko di pasar negara berkembang, termasuk Rupiah. Menurut Ibrahim, dampak dari penutupan pemerintah AS sangat krusial, di antaranya:
- Penundaan Rilis Data Ekonomi: Shutdown dapat menunda rilis data penting, seperti data penggajian non-pertanian (non-farm payroll) yang dijadwalkan akhir pekan ini. Penundaan ini akan meningkatkan ketidakpastian pasar.
- Gangguan Aktivitas Ekonomi: Jika kebuntuan anggaran berlangsung lama, aktivitas ekonomi AS berpotensi terganggu.
Selain isu shutdown, sebelumnya analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, juga menyebut penguatan kurs dipengaruhi oleh rilis data inflasi Amerika Serikat yang sesuai dengan perkiraan pasar, mengurangi tekanan kenaikan suku bunga lebih lanjut dari The Fed.
Kilas Balik Pergerakan Rupiah Hari Ini
Pergerakan nilai tukar rupiah pada hari Senin menunjukkan tren apresiasi yang kuat sejak pembukaan:

![Penyanyi Rossa melaporkan 78 akun medsos yang memfitnah dirinya oplas ke Bareskrim Polri, Jumat (17/4/2026). [Tiara Rosana/Suara.com]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/04/rossa-360x200.jpg)


![Twibbon Idul Fitri 1447 H. [kolase Twibbonize]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/03/tiwbbon-lebaran-360x200.jpg)
![Vidi Aldiano meninggal dunia, pidato Sheila Dara viral: suami saya selamanya. [Instagram]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/03/vidi-aldioano-istri-360x200.jpg)



![Penyanyi Rossa melaporkan 78 akun medsos yang memfitnah dirinya oplas ke Bareskrim Polri, Jumat (17/4/2026). [Tiara Rosana/Suara.com]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/04/rossa-225x129.jpg)
















