Rupiah Diprediksi Menguat Pekan Depan: Efektivitas Kebijakan Fiskal dan Sinergi BI-Kemenkeu

- Jurnalis

Minggu, 28 September 2025 - 03:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa pada Jumat (26/9/2025) mengatakan rupiah akan menguat di pekan terakhir September 2025. [Antara]

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa pada Jumat (26/9/2025) mengatakan rupiah akan menguat di pekan terakhir September 2025. [Antara]

1TULAH.COM-Nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS diprediksi akan segera berbalik menguat pada pekan depan. Optimisme ini datang langsung dari Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa, yang meyakini efektivitas kebijakan fiskal yang telah diambil pemerintah akan segera terlihat dampaknya terhadap aktivitas ekonomi dan stabilitas mata uang.

Optimisme Menkeu Purbaya: Dampak Kebijakan Akan Terasa

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bahwa langkah-langkah kebijakan yang ditempuh pemerintah dalam beberapa waktu terakhir mulai menunjukkan hasil. Dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (26/9/2025), Purbaya menegaskan bahwa penguatan Rupiah akan terjadi tak lama setelah pasar kembali dibuka.

“Sore ini pasar sudah tutup kan. Senin baru mulai, Selasa atau Rabu harusnya sudah balik [menguat],” kata Purbaya.

Meskipun Rupiah sempat bergerak di kisaran Rp16.600-Rp16.700 terhadap dolar AS dalam beberapa hari terakhir, dan tercatat melemah 0,15 persen menjadi Rp16.775 per dolar AS pada pembukaan perdagangan Jumat (26/9/2025), Menkeu Purbaya tidak khawatir. Beliau menekankan bahwa fondasi ekonomi Indonesia akan terus membaik ke depan, didukung oleh kebijakan pro-pertumbuhan yang dijalankan pemerintah.

“Fondasi ekonomi kita akan membaik terus ke depan. Kita menjalankan kebijakan untuk mendorong ekonomi, enggak main-main,” ujarnya.

Tren Pelemahan Rupiah dan Klarifikasi Isu Deposito Valas

Pelemahan Rupiah sepanjang pekan terakhir, yang tercatat sekitar 1,23 persen dibandingkan pembukaan Jumat (19/9/2025), sebagian diduga dipengaruhi oleh sentimen domestik, khususnya kabar mengenai kenaikan suku bunga deposito valuta asing (valas) sebesar 4 persen oleh Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).

Baca Juga :  Dolar AS Perkasa karena Data Pekerjaan Solid, Rupiah Tertekan ke Rp17.180

Menkeu Purbaya dengan tegas membantah adanya intervensi atau kebijakan dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) terkait kenaikan suku bunga deposito valas tersebut. Beliau, selaku Menteri Keuangan dan Ketua Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), mengaku tidak mendengar adanya rencana penyesuaian suku bunga tersebut.

Klarifikasi ini diharapkan dapat meredakan tekanan yang bersifat spekulatif di pasar.

“Dengan konferensi pers bahwa tidak ada kebijakan dari Kementerian Keuangan yang 4 persen, saya pikir akan berkurang dengan cepat tekanan ke Rupiah,” jelas Purbaya.

Sinergi Fiskal dan Moneter: Kunci Stabilitas Nilai Tukar

Kekuatan Rupiah ke depan tidak hanya bertumpu pada kebijakan fiskal pemerintah, tetapi juga pada sinergi yang kuat antara Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia (BI). Menkeu Purbaya menyoroti peran penting BI dalam menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah melalui kewenangannya di sektor moneter.

  • Peran Kemenkeu (Fiskal): Menggunakan instrumen anggaran (pengeluaran dan pendapatan negara) untuk mendorong aktivitas ekonomi riil, yang pada akhirnya memperkuat fundamental ekonomi.
  • Peran BI (Moneter): Melakukan intervensi di pasar valuta asing dan menggunakan instrumen moneter lainnya untuk menjaga stabilitas nilai tukar agar pergerakannya tetap terkendali.

Purbaya menekankan bahwa BI akan terus menjalankan wewenangnya dalam menjaga nilai tukar secara agresif dan sungguh-sungguh, yang akan menambah daya tahan Rupiah di tengah gejolak global. Koordinasi yang erat antara kedua lembaga ini, di bawah payung Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), menjadi fundamental dalam menjaga stabilitas ekonomi dan mendorong pertumbuhan yang lebih cepat.

Baca Juga :  Ngeri! Ajudan Bupati Tulungagung Tagih Setoran ke Kepala Dinas Layaknya Utang Pribadi

Analisis Prospek Rupiah: Antara Kebijakan Domestik dan Tantangan Global

Prediksi penguatan Rupiah pekan depan didasari oleh keyakinan bahwa fondasi ekonomi domestik yang kuat dan respons kebijakan yang efektif akan mengimbangi sentimen negatif jangka pendek dan tekanan eksternal.

Faktor Pendukung Penguatan Rupiah Faktor Tekanan/Risiko Pelemahan
Efektivitas Kebijakan Fiskal: Kebijakan pemerintah yang pro-pertumbuhan mulai berdampak positif pada ekonomi. Sentimen Global: Dinamika dolar AS dan kebijakan moneter bank sentral utama (seperti The Fed).
Sinergi Kuat BI-Kemenkeu: Koordinasi fiskal-moneter yang memastikan respon kebijakan yang terpadu. Isu Domestik Spekulatif: Pengaruh kabar kenaikan suku bunga deposito valas Himbara (meski telah diklarifikasi).
Intervensi BI: Bank sentral bertindak agresif menjaga stabilitas nilai tukar. Tren Jangka Pendek: Rupiah mengalami tren pelemahan dalam sepekan terakhir.

Dengan adanya klarifikasi Menkeu Purbaya serta dukungan dari Bank Indonesia yang menjalankan fungsi stabilisasi, tekanan terhadap Rupiah diperkirakan akan berkurang cepat, sehingga nilai tukar mata uang Garuda ini memiliki potensi besar untuk pulih dan berbalik menguat dalam waktu dekat. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Negara Rugi Rp800 Triliun, Satgas PKH Sita Lahan Tambang PT Maslapita di Barito Timur
Strategi Menhut Raja Juli Antoni Perkuat Pasar Karbon Nasional: Transparan dan Terintegrasi Global
Ditemukan di Kedalaman Hutan, Kondisi Helikopter PK-CFX Hancur Lebat, 8 Orang Meninggal.
Dituduh Gagal Operasi Plastik, Pihak Rossa Bongkar Manipulasi Foto ‘Cat Eyes’ di Balik Fitnah.
Jejak Karier Hery Susanto: Dari Aktivis KAHMI hingga Jadi Ketua Ombudsman yang Ditangkap Kejagung
Pinkan Mambo Tetap Ngamen di Jalan Meski Dibantu Ivan Gunawan, Netizen: Bunda Maia Benar!
Dolar AS Perkasa karena Data Pekerjaan Solid, Rupiah Tertekan ke Rp17.180
Pemkab Bartim Mediasi Sengketa Lahan Warga Desa Unsum dengan PT Bartim Coalindo dan PT MUTU
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 14:09 WIB

Negara Rugi Rp800 Triliun, Satgas PKH Sita Lahan Tambang PT Maslapita di Barito Timur

Sabtu, 18 April 2026 - 05:56 WIB

Strategi Menhut Raja Juli Antoni Perkuat Pasar Karbon Nasional: Transparan dan Terintegrasi Global

Sabtu, 18 April 2026 - 03:58 WIB

Ditemukan di Kedalaman Hutan, Kondisi Helikopter PK-CFX Hancur Lebat, 8 Orang Meninggal.

Sabtu, 18 April 2026 - 03:50 WIB

Dituduh Gagal Operasi Plastik, Pihak Rossa Bongkar Manipulasi Foto ‘Cat Eyes’ di Balik Fitnah.

Jumat, 17 April 2026 - 10:36 WIB

Jejak Karier Hery Susanto: Dari Aktivis KAHMI hingga Jadi Ketua Ombudsman yang Ditangkap Kejagung

Jumat, 17 April 2026 - 10:26 WIB

Pinkan Mambo Tetap Ngamen di Jalan Meski Dibantu Ivan Gunawan, Netizen: Bunda Maia Benar!

Jumat, 17 April 2026 - 10:12 WIB

Dolar AS Perkasa karena Data Pekerjaan Solid, Rupiah Tertekan ke Rp17.180

Kamis, 16 April 2026 - 19:42 WIB

Pemkab Bartim Mediasi Sengketa Lahan Warga Desa Unsum dengan PT Bartim Coalindo dan PT MUTU

Berita Terbaru