Kasus Dugaan Mpox di Riau, Satu Santri Meninggal Dunia

- Jurnalis

Senin, 22 September 2025 - 18:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi cacar monyet. (foto: freepik)

Ilustrasi cacar monyet. (foto: freepik)

1TULAH.COM – Seorang santri di salah satu pondok pesantren di Selatpanjang, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, meninggal dunia setelah diduga terinfeksi cacar monyet atau monkeypox (Mpox).

Menurut keterangan Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Meranti, Ade Suhartian, santri tersebut wafat pada Jumat, 19 September 2025, setelah menjalani perawatan intensif di RSUD Meranti.

Korban diketahui merupakan salah satu dari empat santri yang dicurigai terpapar Mpox. Dari jumlah tersebut, dua orang menunjukkan gejala khas seperti munculnya ruam pada kulit serta pembengkakan kelenjar getah bening, namun kepastian diagnosis masih menunggu hasil uji laboratorium di Pekanbaru.

Baca Juga :  Menteri HAM Natalius Pigai Dorong Restorative Justice untuk Film "Pesta Babi" Dandhy Laksono

Ade juga menjelaskan bahwa satu pasien kini berangsur membaik, sementara pihak Dinas Kesehatan Meranti sejak 18 September 2025 telah melakukan penyelidikan epidemiologi serta pelacakan terhadap kontak erat.

Hasil sementara menunjukkan belum ada tambahan kasus baru yang ditemukan. Bupati Kepulauan Meranti, Asmar, membenarkan laporan terkait empat santri dengan dugaan cacar monyet, di mana satu santri dinyatakan meninggal, satu masih menjalani perawatan, dan dua lainnya sudah dipulangkan.

Baca Juga :  Buntut Video Viral di Terminal Kedamin, Kapolres Kapuas Hulu Siap Jalankan Hukum Adat

Asmar menekankan bahwa pihaknya telah memerintahkan Dinas Kesehatan serta RSUD Meranti untuk bergerak cepat dalam menangani kasus tersebut.

Jika fasilitas kesehatan setempat tidak mencukupi, pasien akan segera dirujuk ke Pekanbaru agar mendapatkan layanan medis yang lebih optimal.

Pemerintah daerah juga mengingatkan masyarakat agar tetap tenang, menjaga kebersihan diri, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala seperti demam, ruam pada kulit, maupun pembengkakan kelenjar getah bening.

Penulis : Laili R

Berita Terkait

Hadir Langsung di Sidang Roy Suryo, Jokowi Buka Suara Soal Foto Berkumis & Kacamata di Ijazah
Bunda PAUD Barsel Hj. Permana Sari Tekankan Pentingnya Fondasi Emas Anak di Usia Dini
Bawa Dokumen Asli ke Persidangan, Jokowi Siap Beberkan Riwayat Pendidikannya di UGM
Peringatan Maulid di Pidie Berakhir Tragis: 1 Meninggal dan Belasan Terluka Usai Penertiban Bendera
Kunjungan Kerja ke Kalsel, DPRD Kalteng Perkuat Fungsi Legislasi dan Pembentukan Perda
Helikopter Mi-17V5 TNI AD Jatuh Saat Misi Water Bombing Karhutla di Seruyan, 1 Prajurit Gugur
Sejarah Kelam Penyadapan Presiden: Jejak Spionase Politik dari Megawati Hingga Prabowo
SP4N-LAPOR! Barsel 2026: Komitmen Pemkab Tingkatkan Transparansi dan Aduan Warga
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 17:52 WIB

Hadir Langsung di Sidang Roy Suryo, Jokowi Buka Suara Soal Foto Berkumis & Kacamata di Ijazah

Kamis, 5 November 2026 - 13:33 WIB

Bunda PAUD Barsel Hj. Permana Sari Tekankan Pentingnya Fondasi Emas Anak di Usia Dini

Kamis, 5 November 2026 - 08:49 WIB

Bawa Dokumen Asli ke Persidangan, Jokowi Siap Beberkan Riwayat Pendidikannya di UGM

Kamis, 5 November 2026 - 08:41 WIB

Peringatan Maulid di Pidie Berakhir Tragis: 1 Meninggal dan Belasan Terluka Usai Penertiban Bendera

Rabu, 4 November 2026 - 16:55 WIB

Kunjungan Kerja ke Kalsel, DPRD Kalteng Perkuat Fungsi Legislasi dan Pembentukan Perda

Rabu, 4 November 2026 - 16:49 WIB

Helikopter Mi-17V5 TNI AD Jatuh Saat Misi Water Bombing Karhutla di Seruyan, 1 Prajurit Gugur

Rabu, 4 November 2026 - 12:42 WIB

Sejarah Kelam Penyadapan Presiden: Jejak Spionase Politik dari Megawati Hingga Prabowo

Rabu, 4 November 2026 - 08:26 WIB

SP4N-LAPOR! Barsel 2026: Komitmen Pemkab Tingkatkan Transparansi dan Aduan Warga

Berita Terbaru