Jumlah Air Harian Tak Boleh Sembarangan, Begini Risikonya Jika Berlebihan

- Jurnalis

Jumat, 19 September 2025 - 20:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi air putih (Unsplash/engin akyurt)

Ilustrasi air putih (Unsplash/engin akyurt)

1TULAH.COM – Air merupakan komponen esensial bagi tubuh manusia karena berperan dalam mendukung kinerja organ, menjaga kestabilan suhu tubuh, serta membantu kelancaran proses metabolisme.

Untuk menjaga fungsi tubuh tetap optimal, kebutuhan cairan harian harus terpenuhi.

Namun, konsumsi air juga tidak boleh berlebihan karena justru bisa menimbulkan gangguan kesehatan.

Rata-rata kebutuhan asupan air harian berkisar antara 1,5 hingga 3 liter atau sekitar delapan gelas, tetapi jumlah tersebut sebaiknya tetap disesuaikan dengan kondisi masing-masing individu.

Mengonsumsi air dalam jumlah yang terlalu banyak dapat memicu kondisi yang dikenal sebagai keracunan air atau water intoxication.

Baca Juga :  Jaga Stamina Jelang Haji, Ini Latihan Fisik yang Dianjurkan

Hal ini biasanya terjadi saat seseorang minum air berlebihan, misalnya setelah berolahraga atau melakukan aktivitas fisik intensif.

Berdasarkan penjelasan Dr. Thunder Jalili, profesor nutrisi dan fisiologi integratif yang dikutip dari Wall Street Journal, ginjal manusia umumnya hanya mampu menyaring sekitar satu liter air setiap jam.

Jika konsumsi air melebihi kapasitas tersebut, kadar elektrolit dalam darah berpotensi menurun atau menjadi terlalu encer.

Penurunan elektrolit, khususnya natrium, di bawah batas normal dapat menyebabkan hiponatremia. Natrium sendiri berfungsi mengatur keseimbangan cairan di dalam maupun di sekitar sel.

Baca Juga :  Sering Pakai HP? Ini Risiko Sebenarnya yang Perlu Diketahui

Apabila natrium dalam tubuh terlalu sedikit akibat kelebihan cairan, maka air akan menumpuk di area sekitar sel sehingga membuat sel-sel tubuh membengkak.

Gejala hiponatremia dapat berupa mual, sakit kepala, kebingungan, pusing, kelemahan otot, hingga rasa cemas. Dalam kondisi yang lebih parah, gejala bisa menyerupai serangan jantung, misalnya nyeri dada.

Jika hiponatremia semakin berat, sel-sel otak dapat ikut membengkak dan menimbulkan tekanan dalam tengkorak.

Akibatnya, aliran darah ke otak berkurang dan dapat memicu kejang, kehilangan kesadaran, koma, bahkan berujung pada kematian apabila tidak segera mendapatkan penanganan.

Penulis : Laili R

Berita Terkait

Jaga Stamina Jelang Haji, Ini Latihan Fisik yang Dianjurkan
Sering Pakai HP? Ini Risiko Sebenarnya yang Perlu Diketahui
BNN Usulkan Larangan Vape di Indonesia, Samakan Perangkatnya dengan ‘Bong’ Sabu
Waspada! Lonjakan Kasus Campak di Indonesia Awal 2026: 58 Wilayah Berstatus KLB
Ketahui Bahaya Konsumsi Teh Susu Berlebihan
Dugaan Malpraktik RSUD Doris Sylvanus: Suyuti Syamsul Sebut Tuduhan Mudah Dipatahkan
Dugaan Malpraktik RSUD Doris Sylvanus Memanas, Suyuti Syamsul Siap Lakukan Serangan Balik ke Suriansyah Halim
Berapa Durasi Ideal Olahraga Sebelum Berbuka Puasa Saat Ramadan? Ini Penjelasannya
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 14 April 2026 - 12:55 WIB

Jaga Stamina Jelang Haji, Ini Latihan Fisik yang Dianjurkan

Senin, 13 April 2026 - 22:25 WIB

Sering Pakai HP? Ini Risiko Sebenarnya yang Perlu Diketahui

Selasa, 7 April 2026 - 18:58 WIB

BNN Usulkan Larangan Vape di Indonesia, Samakan Perangkatnya dengan ‘Bong’ Sabu

Senin, 6 April 2026 - 15:33 WIB

Waspada! Lonjakan Kasus Campak di Indonesia Awal 2026: 58 Wilayah Berstatus KLB

Minggu, 5 April 2026 - 20:10 WIB

Ketahui Bahaya Konsumsi Teh Susu Berlebihan

Selasa, 24 Maret 2026 - 17:42 WIB

Dugaan Malpraktik RSUD Doris Sylvanus: Suyuti Syamsul Sebut Tuduhan Mudah Dipatahkan

Senin, 23 Maret 2026 - 16:52 WIB

Dugaan Malpraktik RSUD Doris Sylvanus Memanas, Suyuti Syamsul Siap Lakukan Serangan Balik ke Suriansyah Halim

Jumat, 20 Februari 2026 - 11:14 WIB

Berapa Durasi Ideal Olahraga Sebelum Berbuka Puasa Saat Ramadan? Ini Penjelasannya

Berita Terbaru

Ilustrasi Uang. Sumber foto : suara.com

Nasional

Polri Bongkar Sindikat Peredaran Uang Palsu Dolar AS di Banten

Minggu, 19 Apr 2026 - 20:57 WIB

Ilustrasi Polisi. Sumber foto : suara.com

Berita

Polisi Gagalkan Aksi Tawuran Pemuda di Wilayah Jakarta Timur

Minggu, 19 Apr 2026 - 20:49 WIB