Tujuh Pekerja Terjebak di Tambang Freeport, AGRA: Ini Bukti Buruknya Keselamatan Buruh!

- Jurnalis

Selasa, 16 September 2025 - 10:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kawasan Grasberg Mine milik PT. Freeport Indonesia (PTFI ) di Tembagapura, Mimika, Timika, Papua, Minggu (15/2).

Kawasan Grasberg Mine milik PT. Freeport Indonesia (PTFI ) di Tembagapura, Mimika, Timika, Papua, Minggu (15/2).

1TULAH.COM-Aliansi Gerakan Reforma Agraria (AGRA) menyoroti tragedi longsor di tambang bawah tanah PT Freeport Indonesia di Mimika, Papua Tengah, yang terjadi pada 8 September 2025. Hingga saat ini, tujuh pekerja dilaporkan masih terjebak di area Grasberg Block Cave (GBC) dan belum berhasil dievakuasi.

Sekretaris Jenderal AGRA, Saiful Wathoni, menegaskan bahwa insiden ini bukan hanya kecelakaan kerja biasa. Menurutnya, peristiwa ini adalah bukti nyata dari lemahnya perlindungan keselamatan buruh, buruknya proses evakuasi, dan ketidakadilan yang ditimbulkan oleh kehadiran Freeport di Indonesia.

Perusahaan Raksasa, Kecepatan Evakuasi Buruk

Saiful Wathoni mengecam Freeport yang seharusnya memiliki standar keselamatan tertinggi, namun sistem daruratnya terbukti tidak mampu menyelamatkan para buruh. Ia juga menyoroti laporan media yang menyebutkan para korban sempat berkomunikasi melalui handy talkie sebelum hilang kontak.

Menurut AGRA, momen krusial tersebut seharusnya bisa dimanfaatkan untuk proses evakuasi yang cepat dan efektif, namun hal itu gagal dilakukan. “Hal itu menunjukkan keselamatan buruh tidak pernah benar-benar menjadi prioritas. Buruh dipaksa bekerja dalam kondisi berbahaya, sementara perusahaan hanya mengejar keuntungan,” kata Saiful.

Baca Juga :  Desakan Sanksi Terberat untuk Korporasi Penyebab Karhutla

Ia menekankan, tidak ada alasan bagi Freeport untuk menunda penyelamatan pekerja, apalagi mereka sudah terjebak berhari-hari. Perusahaan dengan teknologi mutakhir dan modal besar seharusnya mampu bertindak cepat. Alasan kondisi alam dianggap Saiful sebagai “tameng” yang tidak relevan, karena setiap menit keterlambatan berarti mempertaruhkan nyawa buruh.

Tuntutan AGRA untuk Freeport dan Pemerintah

AGRA memandang kecelakaan kerja ini sebagai salah satu dari banyak persoalan yang timbul akibat operasi Freeport di Papua. Selama lebih dari setengah abad, Freeport dianggap hanya mengeruk kekayaan alam tanpa menyisakan kemakmuran bagi rakyat Papua.

Baca Juga :  Bantah Intervensi Kasus Narkoba Anggota DPRD Jatim, Gerindra Ungkap Dugaan Oknum Polisi Minta Rp50 Juta

Menanggapi hal ini, AGRA mengeluarkan lima tuntutan utama:

  1. Selamatkan Buruh Sekarang Juga! AGRA menuntut Freeport untuk segera mempercepat proses evakuasi dan bertanggung jawab penuh atas keselamatan ketujuh buruh yang terjebak.
  2. Audit Menyeluruh Sistem Keselamatan Kerja! Pemerintah Indonesia harus melakukan investigasi independen terhadap standar keselamatan di tambang Freeport.
  3. Evaluasi IUPK Freeport! AGRA meminta pemerintah meninjau ulang Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) Freeport karena dianggap lebih menguntungkan pemodal asing dan merugikan buruh serta bangsa Indonesia.
  4. Hentikan Praktik Tambang Rakus! Negara harus memastikan pengelolaan tambang demi kemakmuran rakyat, bukan hanya untuk segelintir elit dan perusahaan asing.
  5. Hentikan Ketergantungan pada Perusahaan Asing! AGRA mendesak agar Indonesia berhenti bergantung pada perusahaan asing yang dinilai hanya mengeruk kekayaan, merusak lingkungan, dan memiskinkan rakyat. (*/tur)

Berita Terkait

Hadir Langsung di Sidang Roy Suryo, Jokowi Buka Suara Soal Foto Berkumis & Kacamata di Ijazah
Bunda PAUD Barsel Hj. Permana Sari Tekankan Pentingnya Fondasi Emas Anak di Usia Dini
Bawa Dokumen Asli ke Persidangan, Jokowi Siap Beberkan Riwayat Pendidikannya di UGM
Peringatan Maulid di Pidie Berakhir Tragis: 1 Meninggal dan Belasan Terluka Usai Penertiban Bendera
Kunjungan Kerja ke Kalsel, DPRD Kalteng Perkuat Fungsi Legislasi dan Pembentukan Perda
Helikopter Mi-17V5 TNI AD Jatuh Saat Misi Water Bombing Karhutla di Seruyan, 1 Prajurit Gugur
Sejarah Kelam Penyadapan Presiden: Jejak Spionase Politik dari Megawati Hingga Prabowo
SP4N-LAPOR! Barsel 2026: Komitmen Pemkab Tingkatkan Transparansi dan Aduan Warga
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 17:52 WIB

Hadir Langsung di Sidang Roy Suryo, Jokowi Buka Suara Soal Foto Berkumis & Kacamata di Ijazah

Kamis, 5 November 2026 - 13:33 WIB

Bunda PAUD Barsel Hj. Permana Sari Tekankan Pentingnya Fondasi Emas Anak di Usia Dini

Kamis, 5 November 2026 - 08:49 WIB

Bawa Dokumen Asli ke Persidangan, Jokowi Siap Beberkan Riwayat Pendidikannya di UGM

Kamis, 5 November 2026 - 08:41 WIB

Peringatan Maulid di Pidie Berakhir Tragis: 1 Meninggal dan Belasan Terluka Usai Penertiban Bendera

Rabu, 4 November 2026 - 16:55 WIB

Kunjungan Kerja ke Kalsel, DPRD Kalteng Perkuat Fungsi Legislasi dan Pembentukan Perda

Rabu, 4 November 2026 - 16:49 WIB

Helikopter Mi-17V5 TNI AD Jatuh Saat Misi Water Bombing Karhutla di Seruyan, 1 Prajurit Gugur

Rabu, 4 November 2026 - 12:42 WIB

Sejarah Kelam Penyadapan Presiden: Jejak Spionase Politik dari Megawati Hingga Prabowo

Rabu, 4 November 2026 - 08:26 WIB

SP4N-LAPOR! Barsel 2026: Komitmen Pemkab Tingkatkan Transparansi dan Aduan Warga

Berita Terbaru