Hasil Akhir Indonesia U-23 vs Korea Selatan: Garuda Muda Gagal Lolos Piala Asia U-23 2026

- Jurnalis

Rabu, 10 September 2025 - 03:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Striker Timnas Indonesia U-23, Hokky Caraka, dalam laga melawan Korea Selatan. (Dok. PSSI)

Striker Timnas Indonesia U-23, Hokky Caraka, dalam laga melawan Korea Selatan. (Dok. PSSI)

1TULAH.COM-Perjalanan Timnas Indonesia U-23 di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026 harus berakhir pahit. Kekalahan 0-1 dari Korea Selatan pada laga pamungkas Grup J di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Selasa (9/9/2025) malam WIB, memastikan Garuda Muda gagal lolos ke putaran final.

Hasil ini menjadi pukulan telak bagi tim asuhan Gerald Vanenburg, yang tidak mampu mengulangi prestasi gemilang pendahulunya, Shin Tae-yong.

Drama di Babak Pertama: Gol Cepat Hwang Doyun Hancurkan Momentum

Sejak peluit awal dibunyikan, Timnas Indonesia U-23 langsung mengambil inisiatif serangan. Pada menit pertama, tekanan intens yang dipimpin oleh Rayhan Hannan nyaris membuahkan hasil, menciptakan kemelut di depan gawang Korea. Sayangnya, umpan matang tidak dapat dimanfaatkan dengan sempurna oleh rekan setimnya.

Namun, momentum positif itu sirna dengan cepat. Pada menit ke-6, Korea Selatan berhasil mencuri keunggulan lewat gol cepat dari Hwang Doyun. Pemain bernomor punggung 14 itu melepaskan tendangan keras ke tiang dekat yang tidak mampu diantisipasi oleh kiper Cahya Supriadi, mengubah skor menjadi 0-1 untuk Korea.

Setelah kebobolan, Timnas U-23 tidak menyerah. Mereka terus berusaha bangkit dan menekan pertahanan lawan. Hokky Caraka, yang menjadi ujung tombak, beberapa kali mengancam gawang Korea. Pada menit ke-24, tendangannya hanya mengenai sisi luar gawang.

Baca Juga :  Wacana Kenaikan Gaji Kepala Daerah Menuai Penolakan, Komisi XI DPR Ingatkan Kondisi APBN

Peluang lain datang dari tendangan bebas Arkhan Fikri yang disundul Kadek Arel, namun dianulir karena offside. Hingga babak pertama usai, berbagai upaya Indonesia, termasuk sundulan Rahmat Arjuna di injury time, belum membuahkan hasil.

Babak Kedua: Usaha Tanpa Hasil

Di babak kedua, Timnas U-23 terus berjuang mati-matian untuk menyamakan kedudukan. Namun, kokohnya pertahanan Korea Selatan membuat setiap serangan Indonesia selalu patah di tengah jalan. Meski berbagai usaha telah dilakukan oleh Hokky Caraka, Rafael Struick, dan kawan-kawan, tidak ada satu pun yang berhasil menembus jala gawang lawan.

Keunggulan 1-0 untuk Korea Selatan pun bertahan hingga peluit panjang dibunyikan. Hasil ini membuat Timnas Indonesia U-23 finis di posisi kedua Grup J dengan koleksi empat poin. Sayangnya, empat poin tersebut tidak cukup untuk membawa Garuda Muda lolos melalui jalur runner-up terbaik. Saingan terberat mereka yang berhasil lolos memiliki minimal enam poin.

Baca Juga :  Lomba Jajanan Tempo Dulu Meriahkan Festival Budaya Tira Tangka Balang 2026

Evaluasi dan Masa Depan

Kegagalan ini menjadi pelajaran penting bagi Timnas Indonesia U-23. Prestasi gemilang di edisi sebelumnya, di mana Garuda Muda berhasil melaju hingga babak semifinal, tidak dapat terulang. Ini menunjukkan bahwa meskipun sudah ada kemajuan signifikan dalam sepak bola Indonesia, masih banyak tantangan yang harus dihadapi. Tim asuhan Gerald Vanenburg perlu melakukan evaluasi mendalam untuk memperbaiki kelemahan, terutama dalam hal penyelesaian akhir dan pertahanan.

Berikut adalah susunan pemain yang diturunkan dalam pertandingan tersebut:

  • Timnas Indonesia U-23: Cahya Supriadi; Mikael Tata, Kadek Arel, Dion Markx, Dony Tri; Rayhan Hannan, Arkhan Fikri, Zanadin Faris, Rahmat Arjuna; Hokky Caraka, Rafael Struick.
  • Korea Selatan: Moon Hyunho; Kang Minjun, Choi Woojin, Choi Seok Hyun, Lee Hyunyong, Kim Jisoo; Hwang Doyun, Joung Jihun, Lee Seungwon, Park Seungho, Jeong Jaesang.

Meski harus menelan pil pahit, semangat juang Timnas U-23 patut diapresiasi. Semoga kekalahan ini menjadi cambuk untuk bangkit dan meraih prestasi yang lebih baik di masa depan. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Digelar 8 Hari di Tamiang Layang, Bartim Expo 2026 Jadi Ajang Dorong Ekonomi Daerah
Upacara Hari Jadi ke-24 Kabupaten Barito Timur: Momentum Perkuat Sinergi Menuju Bartim SEGAH
Momentum HUT ke-14 IWO, PWI dan IWO Bartim Perkuat Kebersamaan Jurnalis
Komisi I DPRD Kalteng Minta Sinergi Tangani Karhutla di Konsesi PT Adaro, Walhi Catat Ratusan Hotspot!
Dua Hari Membara! Karhutla di Kotawaringin Barat Capai 10 Hektare, Pemadaman Terhalang Angin Kencang
Gelombang Sanksi Nakes Hina Pasien BPJS di Threads: Dari Pemecatan Hingga Pengunduran Diri
Heriyus: Festival Budaya Harus Jadi Ruang Edukasi dan Inspirasi Generasi Muda
Angka Kemiskinan Turun tapi Biaya Hidup Melonjak, Mengapa Ekonomi Terasa Makin Sulit?
Tag :

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 11:03 WIB

Digelar 8 Hari di Tamiang Layang, Bartim Expo 2026 Jadi Ajang Dorong Ekonomi Daerah

Senin, 10 Agustus 2026 - 10:56 WIB

Upacara Hari Jadi ke-24 Kabupaten Barito Timur: Momentum Perkuat Sinergi Menuju Bartim SEGAH

Senin, 10 Agustus 2026 - 10:50 WIB

Momentum HUT ke-14 IWO, PWI dan IWO Bartim Perkuat Kebersamaan Jurnalis

Minggu, 9 Agustus 2026 - 19:57 WIB

Komisi I DPRD Kalteng Minta Sinergi Tangani Karhutla di Konsesi PT Adaro, Walhi Catat Ratusan Hotspot!

Minggu, 9 Agustus 2026 - 13:25 WIB

Gelombang Sanksi Nakes Hina Pasien BPJS di Threads: Dari Pemecatan Hingga Pengunduran Diri

Minggu, 9 Agustus 2026 - 12:22 WIB

Heriyus: Festival Budaya Harus Jadi Ruang Edukasi dan Inspirasi Generasi Muda

Minggu, 9 Agustus 2026 - 09:51 WIB

Angka Kemiskinan Turun tapi Biaya Hidup Melonjak, Mengapa Ekonomi Terasa Makin Sulit?

Minggu, 9 Agustus 2026 - 09:41 WIB

Raisa Komentar “Kue Putu” di Unggahan Mathis Molinie, Sinyal Kedekatan Makin Kuat?

Berita Terbaru