1TULAH.COM-Aksi unjuk rasa yang terjadi di Kota Makassar pada Jumat (29/7/2025) malam berakhir dengan tragedi. Kericuhan yang meletus di depan Gedung DPRD Kota Makassar berujung pada kebakaran hebat yang menewaskan tiga orang, termasuk seorang fotografer dan staf dewan.
Peristiwa pilu ini bermula dari aksi demonstrasi yang berlangsung di kawasan Kelurahan Tidung, Kecamatan Rappocini. Menurut laporan resmi dari BPBD Kota Makassar, api mulai membesar sekitar pukul 21.00 WITA. Kobaran api yang dengan cepat melahap Gedung DPRD diduga dipicu oleh massa demonstran yang tak terkendali.
Korban Jiwa dan Kronologi Evakuasi
Plt. Kepala BPBD Kota Makassar, M. Fadli, mengungkapkan bahwa tim penyelamat berhasil mengevakuasi delapan orang dari dalam gedung yang terbakar. Namun, tiga di antaranya ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa, diduga terjebak di dalam ruangan saat api mulai menjalar.
“Sebanyak delapan orang dievakuasi tim penyelamat usai pembakaran Kantor DPRD Kota Makassar, tiga di antaranya dinyatakan meninggal dunia diduga terjebak di dalam ruangan saat terjadi kebakaran,” ujar Fadli, seperti dilansir dari Antara, Sabtu (30/8/2025).
Selain tiga korban meninggal, lima orang lainnya mengalami luka-luka dan langsung dilarikan ke rumah sakit. Dua korban luka bakar dirawat di Rumah Sakit Grestelina, sementara seorang pegawai DPRD bernama Agus Setiawan (32) yang mengalami sakit di bagian punggung dirawat di Rumah Sakit Hermina.
Muhammad Akbar Basri, Fotografer dan Fans PSM Makassar, Menjadi Korban
Salah satu korban meninggal dunia yang tragis adalah Muhammad Akbar Basri. Ia dikenal sebagai seorang fotografer dan staf dewan yang terjebak di dalam gedung yang terbakar.
Kabar duka ini menyebar cepat, salah satunya melalui unggahan akun Instagram @noil_nade. Dalam unggahan tersebut, diketahui bahwa Akbar adalah seorang penggemar berat PSM Makassar.
“Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Salah satu rekan dan saudara kita, almarhum pecinta dan juga penggemar PSM Makassar, menjadi salah satu korban meninggal dunia akibat aksi demonstrasi semalam di Gedung DPRD Kota Makassar,” tulis akun tersebut.
Akbar juga dikenal aktif dalam membagikan informasi seputar pembangunan stadion di Makassar kepada sesama penggemar PSM, menunjukkan kecintaannya yang besar terhadap tim kebanggaan warga Makassar.
Mengapa Aksi Unjuk Rasa Berujung Kekerasan?
Tragedi ini menjadi pengingat penting bagi kita semua tentang bahaya kekerasan dalam menyampaikan aspirasi. Meskipun unjuk rasa adalah hak setiap warga negara, anarkisme dan tindakan destruktif seperti pembakaran gedung tidak dapat dibenarkan.
Tindakan ini tidak hanya merugikan fasilitas publik, tetapi juga dapat merenggut nyawa orang yang tidak bersalah, seperti yang terjadi pada Muhammad Akbar Basri dan dua korban lainnya.
Kejadian ini kini dalam penanganan pihak kepolisian untuk mengusut tuntas penyebab kericuhan dan kebakaran, serta mencari pelaku yang bertanggung jawab. Semoga kejadian serupa tidak terulang di masa depan. (Sumber:Suara.com)

![Penyanyi Rossa melaporkan 78 akun medsos yang memfitnah dirinya oplas ke Bareskrim Polri, Jumat (17/4/2026). [Tiara Rosana/Suara.com]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/04/rossa-360x200.jpg)


![Twibbon Idul Fitri 1447 H. [kolase Twibbonize]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/03/tiwbbon-lebaran-360x200.jpg)
![Vidi Aldiano meninggal dunia, pidato Sheila Dara viral: suami saya selamanya. [Instagram]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/03/vidi-aldioano-istri-360x200.jpg)



















