1TULAH.COM-Ketua DPR RI, Puan Maharani, menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya seorang pengemudi ojek online, Affan Kurniawan, yang menjadi korban dalam insiden tragis saat demonstrasi di Jakarta. Puan secara tegas mendesak pihak kepolisian untuk mengusut tuntas dan transparan kasus tewasnya Affan yang terlindas kendaraan taktis (rantis) Brimob.
Insiden memilukan ini terjadi di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, saat demo berujung ricuh. Selain Affan Kurniawan yang meninggal dunia setelah sempat dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), korban lain bernama Moh Umar Amarudin juga mengalami luka patah kaki dan dirawat di Rumah Sakit Pelni Jakarta Barat.
Desakan Transparansi dan Pengusutan Tuntas
Puan Maharani menekankan pentingnya transparansi dalam penanganan kasus ini. “Dukacita mendalam atas jatuhnya korban meninggal dunia dalam demo semalam, secara khusus bagi driver ojek online bernama Affan Kurniawan. Semoga almarhum diterima di sisi Allah SWT,” kata Puan.
Lebih lanjut, ia meminta agar kepolisian tidak menutup-nutupi fakta yang ada. “Tentunya Polisi harus bisa mengusut tuntas insiden memilukan ini, dan harus dilakukan secara transparan,” tegasnya.
Penanganan Korban Terluka dan Aspirasi Masyarakat
Selain mendesak pengusutan kasus korban meninggal, Puan juga meminta agar korban-korban lain yang terluka dalam aksi demo mendapatkan penanganan medis yang maksimal. “Korban-korban yang terluka saat aksi demo kemarin harus diberikan perlindungan sebaik-baiknya, dirawat hingga sembuh,” ujarnya.
Puan juga memastikan bahwa DPR selalu mendengarkan aspirasi masyarakat yang disampaikan melalui demonstrasi. “DPR mendengarkan dan memahami aspirasi masyarakat. Semuanya tentu akan ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang ada. DPR memiliki komitmen untuk terus membenahi diri,” jelasnya.
Imbauan untuk Peserta Aksi dan Aparat Keamanan
Meskipun demikian, Puan mengimbau agar masyarakat menyampaikan aspirasi secara tertib dan damai. Ia juga mengingatkan aparat keamanan untuk bertindak sesuai prosedur yang berlaku. “Dan bagi aparat kepolisian atau personel keamanan agar mengamankan aksi-aksi demo sesuai prosedur dan SOP, tanpa bertindak berlebihan, apalagi sampai melukai rakyat,” pungkasnya.
Pernyataan Puan Maharani ini menyoroti pentingnya akuntabilitas dan perlindungan hak-hak sipil dalam setiap aksi demonstrasi. Pengusutan tuntas kasus tewasnya Affan Kurniawan menjadi kunci untuk membangun kembali kepercayaan publik terhadap proses hukum dan institusi keamanan. (Sumber:Suara.com)

![Curahan hati Aisyah Thisia Agustiar, istri Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), menjadi sorotan setelah videonya saat mengikuti forum pengajian Menata Hati beredar di media sosial. [Instagram Aisyah Thisia Agustiar]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/10/thisiah-agustiar-360x200.jpg)
![Shandy Aulia [Instagram/shandyaulia]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/10/sandy-aulia-360x200.jpg)














![Presiden ke-7 Jokowi akan menunjukkan ijazah pendidikannya, mulai dari SD hingga sarjana di sidang Roy Suryo. [Suara.com/Ari Welianto]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/11/jokowi-siap-hadir-360x200.jpg)





![Seorang pria berusia 25 tahun berjuang antara hidup dan mati setelah menjadi korban penembakan dari mobil yang melintas di kawasan Brixton, London Selatan, pada Sabtu dini hari waktu setempat. [Istimewa]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/05/teror-london-360x200.jpg)

