Di Tengah Seruan Boikot, Anak Haji Isam Akuisisi Saham KFC Indonesia!

- Jurnalis

Jumat, 4 Juli 2025 - 17:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi. Di tengah seruan boikot, PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST), emiten yang menaungi waralaba KFC Indonesia, secara mengejutkan melepas 15 persen saham PT Jagonya Ayam Indonesia (JAI) kepada perusahaan afiliasi keluarga crazy rich Kalimantan Selatan, Andi Syamsuddin Arsyad, alias Haji Isam.

Ilustrasi. Di tengah seruan boikot, PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST), emiten yang menaungi waralaba KFC Indonesia, secara mengejutkan melepas 15 persen saham PT Jagonya Ayam Indonesia (JAI) kepada perusahaan afiliasi keluarga crazy rich Kalimantan Selatan, Andi Syamsuddin Arsyad, alias Haji Isam.

1TULAH.COM-Di tengah gempuran seruan boikot yang menerpa gerai makanan cepat saji global, sebuah manuver bisnis mengejutkan datang dari PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST), emiten yang menaungi waralaba KFC Indonesia.

Secara tak terduga, FAST melepas 15% saham PT Jagonya Ayam Indonesia (JAI) kepada perusahaan afiliasi keluarga crazy rich Kalimantan Selatan, Andi Syamsuddin Arsyad, alias Haji Isam.

PT Shankara Fortuna Nusantara, Perusahaan Anak Haji Isam, Resmi Masuk JAI

Perusahaan yang kini memiliki porsi di JAI adalah PT Shankara Fortuna Nusantara. Yang menarik perhatian, salah satu pemegang saham utamanya adalah anak Haji Isam sendiri, Liana Saputri, yang tercatat menggenggam 45% saham Shankara Fortuna Nusantara. Sisa kepemilikan dipegang oleh Putra Rizky Bustaman (45%) dan Bani Adityasuny Ismiarso (10%).

Detail Transaksi: Puluhan Miliar Rupiah untuk 15% Saham

Menukil Keterbukaan Informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (4/7/2025), FAST menjual 41.877 lembar saham baru Seri A, atau sekitar 15% saham JAI, dengan nilai transaksi mencapai Rp54,44 miliar. “Setara dengan 15 persen dari seluruh saham yang telah diterbitkan oleh JAI,” terang Manajemen Fast Food dalam keterangan resminya.

Baca Juga :  Keua DPR Soroti Perlintasan Sebidang Usai Insiden KRL di Bekasi

Kendali Tetap di Tangan Fast Food Indonesia

Meskipun sebagian saham telah beralih tangan, Fast Food menegaskan bahwa mereka masih menjadi pengendali utama JAI dengan kepemilikan saham sebesar 55%. Ini berarti Fast Food tetap akan menikmati keuntungan signifikan dari efisiensi harga pasokan daging ayam dan olahan daging ayam dari JAI yang terintegrasi.

Tak hanya itu, FAST juga tetap akan menerima sebagian keuntungan dari usaha peternakan ayam terintegrasi JAI yang mencakup seluruh rantai pasok: mulai dari perkebunan, pabrik pakan, penetasan ayam, pembesaran ayam, rumah potong ayam, hingga industri pengolahan daging ayam.

Strategi Jangka Panjang untuk Daya Saing dan Ekspansi KFC

Manajemen Fast Food menjelaskan, transaksi strategis ini membuka peluang besar bagi pelibatan pihak lain untuk meningkatkan daya saing, kegiatan operasional, dan kemampuan finansial JAI. “Adapun dengan pelaksanaan Transaksi, dapat membuka ruang bagi pelibatan pihak lain dalam memperluas daya saing, kegiatan operasional ataupun kemampuan finansial JAI,” imbuhnya.

Baca Juga :  Mafia Casino: Quick‑Fire Wins on the Go

Langkah ini juga merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk mendukung ekspansi dan kelancaran operasional KFC ke depan. Dengan struktur kepemilikan yang baru ini, JAI diharapkan dapat lebih fleksibel dan efisien dalam menjalankan kegiatan usahanya, namun tetap sejalan dengan visi dan arah strategis Fast Food sebagai pengendali.

“Dengan struktur kepemilikan yang baru, diharapkan fleksibilitas dan efisiensi dalam menjalankan kegiatan usaha JAI dapat lebih ditingkatkan, namun tetap sejalan dengan visi dan arah strategis Perseroan sebagai pengendali dari JAI,” pungkas manajemen.

Seputar Isu Boikot KFC di Indonesia

Sebagai informasi, gerakan boikot terhadap KFC terjadi karena anggapan bahwa KFC memiliki afiliasi dengan Israel dan mendukung tindakan Israel terhadap Palestina. Di Indonesia, PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST) yang mengelola KFC, mengalami kerugian signifikan akibat boikot ini, termasuk penurunan penjualan dan penutupan beberapa gerai.

Meskipun demikian, KFC Indonesia menegaskan bahwa mereka adalah perusahaan lokal yang sepenuhnya dimiliki oleh warga negara Indonesia dan tidak mendukung Israel.(Sumber:Suara.com)

 

Berita Terkait

Bukan Sekadar Saran Teknis, Prof. Suparji Sebut Rekomendasi Konsultan Chromebook Fatal secara Hukum
Megawati Kritik Keras Sidang Militer Kasus Air Keras Aktivis KontraS: “Hukum Jangan Poco-Poco!”
Book of Dead Slot: Avventura di Spin Veloce per Vincite ad Alta Intensità
Video Amien Rais Soal Presiden Prabowo Dihapus Usai Dicap Hoaks, Pemerintah Ingatkan Sanksi UU ITE
Avia Masters Crash Game: Fast‑Paced Rides for Quick Wins
Wonaco Casino: Emozioni in Quick‑Play per Sessioni Brevi e ad Alta Intensità
Chicken Road: Quick‑Hit Crash Gaming for the Fast‑Paced Player
Stakes Casino : Fast‑Fire Mobile Slots pour des Gains Rapides
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 05:58 WIB

Bukan Sekadar Saran Teknis, Prof. Suparji Sebut Rekomendasi Konsultan Chromebook Fatal secara Hukum

Sabtu, 2 Mei 2026 - 17:32 WIB

Megawati Kritik Keras Sidang Militer Kasus Air Keras Aktivis KontraS: “Hukum Jangan Poco-Poco!”

Sabtu, 2 Mei 2026 - 11:09 WIB

Book of Dead Slot: Avventura di Spin Veloce per Vincite ad Alta Intensità

Sabtu, 2 Mei 2026 - 10:59 WIB

Video Amien Rais Soal Presiden Prabowo Dihapus Usai Dicap Hoaks, Pemerintah Ingatkan Sanksi UU ITE

Sabtu, 2 Mei 2026 - 07:53 WIB

Wonaco Casino: Emozioni in Quick‑Play per Sessioni Brevi e ad Alta Intensità

Sabtu, 2 Mei 2026 - 07:47 WIB

Chicken Road: Quick‑Hit Crash Gaming for the Fast‑Paced Player

Sabtu, 2 Mei 2026 - 07:19 WIB

Stakes Casino : Fast‑Fire Mobile Slots pour des Gains Rapides

Sabtu, 2 Mei 2026 - 07:06 WIB

Boho Casino – Quick‑Hit Slots & Instant Wins for the Fast‑Paced Player

Berita Terbaru