Arab Saudi Kecam Serangan Rudal Iran ke Pangkalan Militer AS di Qatar: Pelanggaran Serius Hukum Internasional

- Jurnalis

Selasa, 24 Juni 2025 - 13:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Arab Saudi mengutuk serangan yang dilancarkan Iran ke pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di Qatar, pada Senin, 23 Juni 2025.

Arab Saudi mengutuk serangan yang dilancarkan Iran ke pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di Qatar, pada Senin, 23 Juni 2025.

1TULAH.COM-Arab Saudi telah mengeluarkan kecaman keras terhadap agresi rudal Iran yang menargetkan pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di Qatar pada Senin (23/6/2025).

Insiden ini, yang terjadi sebagai balasan atas pemboman fasilitas nuklir Iran oleh AS sehari sebelumnya, memicu gelombang kekhawatiran di seluruh kawasan dan menyerukan perhatian internasional.

Kecaman Keras dari Arab Saudi dan Dukungan Penuh untuk Qatar

Kementerian Luar Negeri Arab Saudi dalam pernyataannya, sebagaimana dikutip oleh Arab News pada Selasa, 24 Juni 2025, secara tegas menyatakan bahwa serangan Iran ke Qatar merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan prinsip-prinsip bertetangga yang baik. “Agresi ini tidak dapat diterima dan tidak dapat dibenarkan dalam keadaan apa pun,” bunyi pernyataan tersebut.

Menyusul serangan tersebut, Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman, segera menghubungi Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani, Emir Qatar. Berdasarkan laporan dari Saudi Press Agency, Putra Mahkota menegaskan dukungan penuh Kerajaan untuk Qatar dan mengecam agresi terang-terangan yang tidak dapat dibenarkan tersebut. Ia juga menekankan bahwa Arab Saudi mengerahkan segala kemampuannya untuk mendukung Qatar dalam melindungi keamanannya dan menjaga kedaulatannya.

Baca Juga :  21 Ucapan Hari Kartini 2026: Inspiratif, Powerful, dan Cocok untuk Caption Media Sosial

Reaksi Internasional dan Kekhawatiran Eskalasi Konflik

Tidak hanya Arab Saudi, sejumlah negara di kawasan, termasuk Bahrain, Kuwait, dan Yordania, turut mengecam serangan rudal Iran ini.

  • Bahrain mendesak Dewan Keamanan PBB untuk mengambil langkah-langkah dalam mengutuk serangan tersebut.
  • Kuwait menyebut serangan itu sebagai “pelanggaran terang-terangan” dan menyuarakan kekhawatiran bahwa insiden ini dapat memicu eskalasi konflik yang lebih luas dan melibatkan aktor-aktor baru.
  • Yordania juga mengutuk keras serangan rudal tersebut, menyebutnya sebagai pelanggaran serius terhadap kedaulatan Qatar dan hukum internasional.

Bahkan, Liga Dunia Muslim (The Muslim World League) melalui pernyataan Sekretariat Jenderalnya, turut mengecam agresi Iran ini. Mereka menekankan bahwa tindakan tersebut merupakan pelanggaran berat terhadap prinsip-prinsip Islam, serta hukum dan norma-norma internasional dan kemanusiaan, yang tidak dapat dibenarkan dengan dalih apa pun.

Qatar Berhasil Mencegat Rudal dan Wilayah Udara Dinyatakan Aman

Pihak Qatar mengutuk serangan terhadap Pangkalan Udara Al-Udeid, namun mengumumkan keberhasilan dalam mencegat rudal tersebut. Tidak ada korban yang dilaporkan, dan Qatar menyatakan bahwa wilayah udaranya kini aman.

Baca Juga :  Tekan Angka Stunting, Pemkab Mura Perkuat Kolaborasi 

Klaim Gencatan Senjata Iran-Israel oleh Trump dan Bantahan Iran

Di tengah memanasnya situasi regional, Presiden AS Donald Trump pada Selasa, 24 Juni 2025, mengumumkan bahwa Iran dan Israel telah sepakat untuk melakukan gencatan senjata secara bertahap. “Selamat untuk semuanya, telah sepenuhnya disepakati oleh dan antara Israel dan Iran bahwa akan ada gencatan senjata secara lengkap dan total,” tulis Trump seperti dilansir AFP.

Namun, pernyataan ini segera dibantah oleh Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, yang menegaskan bahwa Iran baru akan menghentikan serangannya jika Israel melakukannya. “Sampai saat ini, TIDAK ADA ‘kesepakatan’ tentang gencatan senjata atau penghentian operasi militer,” tulis Araghchi di akun X miliknya.

Perkembangan terkini ini menyoroti ketegangan yang terus membara di Timur Tengah, dengan seruan untuk de-eskalasi dan menjaga stabilitas regional semakin mengemuka. (Sumber:Suara.com)

 

Berita Terkait

Tekan Angka Stunting, Pemkab Mura Perkuat Kolaborasi 
Polres Lebak Usut Dugaan Penipuan Travel Umrah Bodong Rugikan Jemaah Ratusan Juta
Wakil Ketua II DPRD Kalteng Hadiri Retret Pimpinan Parlemen se-Indonesia di Akmil Magelang
21 Ucapan Hari Kartini 2026: Inspiratif, Powerful, dan Cocok untuk Caption Media Sosial
Penyelundupan Senjata Iran ke Sudan Digagalkan: Wanita Asal Los Angeles Ditangkap di Bandara LAX
Perkuat Sinergitas, Kasat Intelkam Polres Bartim Gelar Coffee Morning Bersama PWI dan IWO
Polisi Gagalkan Aksi Tawuran Pemuda di Wilayah Jakarta Timur
Tragedi di Bandara Karel Sadsuitubun: Ketua Golkar Nus Kei Tewas Ditikam, Dua Terduga Pelaku Diringkus.
Tag :

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 20:48 WIB

Tekan Angka Stunting, Pemkab Mura Perkuat Kolaborasi 

Senin, 20 April 2026 - 15:44 WIB

Wakil Ketua II DPRD Kalteng Hadiri Retret Pimpinan Parlemen se-Indonesia di Akmil Magelang

Senin, 20 April 2026 - 11:18 WIB

21 Ucapan Hari Kartini 2026: Inspiratif, Powerful, dan Cocok untuk Caption Media Sosial

Senin, 20 April 2026 - 11:09 WIB

Penyelundupan Senjata Iran ke Sudan Digagalkan: Wanita Asal Los Angeles Ditangkap di Bandara LAX

Senin, 20 April 2026 - 06:31 WIB

Perkuat Sinergitas, Kasat Intelkam Polres Bartim Gelar Coffee Morning Bersama PWI dan IWO

Minggu, 19 April 2026 - 20:49 WIB

Polisi Gagalkan Aksi Tawuran Pemuda di Wilayah Jakarta Timur

Minggu, 19 April 2026 - 18:40 WIB

Tragedi di Bandara Karel Sadsuitubun: Ketua Golkar Nus Kei Tewas Ditikam, Dua Terduga Pelaku Diringkus.

Minggu, 19 April 2026 - 18:23 WIB

Miris! KPK Sebut Pejabat Hasil Pilkada 2024 Korupsi Demi Kepentingan Pribadi dan THR

Berita Terbaru

Rapat Koordinasi (Rakor) Tim Percepatan Penurunan Stunting yang digelar di Aula A Kantor Bupati Mura, Senin (20/4/2026).

Berita

Tekan Angka Stunting, Pemkab Mura Perkuat Kolaborasi 

Senin, 20 Apr 2026 - 20:48 WIB