Selalu Ada Harapan: Mengungkap Realita Masalah Kesuburan pada Pria dan Kemajuan Teknologi Bayi Tabung (IVF)

- Jurnalis

Selasa, 10 Juni 2025 - 09:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Masalah Kesuburan Pria yang Sering Terlupakan. (Suara.com/Vania)

Ilustrasi Masalah Kesuburan Pria yang Sering Terlupakan. (Suara.com/Vania)

1TULAH.COM-“Selalu ada harapan!” Kalimat sederhana ini adalah penguat bagi banyak pasangan yang masih berjuang dengan gangguan fertilitas dan mendambakan kehadiran buah hati. Di era modern ini, kemajuan pesat di dunia medis telah mengubah mimpi yang dulu dianggap mustahil menjadi kenyataan.

Program bayi tabung (IVF), inseminasi buatan, dan berbagai teknologi reproduksi terbaru kini hadir untuk memberikan peluang lebih besar bagi pasangan yang mengalami gangguan kesuburan.

Namun, satu hal krusial yang masih sering terlewatkan dalam diskusi kesuburan adalah bahwa masalah ini tidak selalu datang dari pihak perempuan.

Masalah Kesuburan pada Pria: Realita yang Masih Sering Terlupakan

Masyarakat kita masih banyak yang menganggap kesuburan hanya soal tubuh perempuan. Padahal, menurut dr. Geraldo Laurus, Sp. And, data menunjukkan fakta yang mengejutkan: sekitar 40 persen kasus infertilitas disebabkan oleh faktor pria, 40 persen dari wanita, dan 20 persen sisanya adalah kombinasi keduanya. Artinya, peluang pria mengalami gangguan kesuburan sebenarnya sama besar dengan wanita.

“Gangguan kesuburan pada pria umumnya berkaitan dengan masalah sperma, baik dari segi jumlah, kualitas gerakan, maupun bentuknya,” jelas dr. Geraldo saat ditemui di acara 6th Anniversary Bocah Indonesia pada Minggu (8/6/2025) lalu. Masalah sperma ini bisa terjadi karena testis tidak memproduksi sperma (azoospermia) atau karena saluran sperma tersumbat.

Gaya Hidup Buruk, Pemicu Utama Gangguan Sperma

Menariknya, dr. Geraldo menyebutkan bahwa penyebab paling umum dari gangguan sperma pria bukan karena faktor genetik, melainkan karena gaya hidup. Pola makan sembarangan, jarang olahraga, kurang tidur, hingga stres berlebihan adalah faktor-faktor yang bisa menurunkan kualitas sperma secara signifikan.

Bahkan, konsumsi makanan ultra-proses seperti nugget, mie instan, kornet, dan sarden disebut dapat memperburuk kondisi ini. Sebaliknya, memperbanyak konsumsi buah dan sayur kaya antioksidan seperti stroberi, anggur, kiwi, dan buah naga, dapat membantu memperbaiki kualitas sperma.

Baca Juga :  Bantah Masuk Islam, Roberto Carlos Ungkap Alasan Pernikahannya Gelar Tradisi Islami

Varikokel: Penyebab Lain yang Sering Tak Disadari

Penyebab lain gangguan kesuburan pada pria adalah varikokel, yaitu pelebaran pembuluh darah di area testis. Gejala varikokel sendiri bisa berupa rasa nyeri di testis, atau bahkan bisa tanpa gejala sama sekali, sehingga banyak pria tidak menyadarinya. Diagnosis varikokel hanya bisa dipastikan lewat pemeriksaan fisik dan penunjang oleh dokter andrologi.

Kesuburan Pria: Masih Bisa Diobati, Asal Diperiksa Dulu!

Kabar baiknya, mayoritas gangguan kesuburan pada pria bisa diobati, terutama jika penyebabnya bukan genetik. Bahkan untuk kondisi seperti saluran sperma yang tersumbat, teknologi medis kini memungkinkan pengambilan sperma langsung dari testis. Sperma yang berhasil diambil ini kemudian dapat digunakan untuk proses IVF, memberikan harapan besar bagi pasangan.

Sayangnya, masih banyak pria yang enggan atau malu untuk memeriksakan diri, karena stigma bahwa kesuburan adalah “urusan perempuan”. Padahal, kesuburan adalah tanggung jawab bersama kedua belah pihak dalam pasangan. Keterbukaan pasangan untuk memeriksakan diri secara komprehensif bisa menjadi langkah awal yang sangat penting dan bahkan menyelamatkan impian memiliki momongan.

Harapan Itu Nyata: Kisah Sukses dari Bocah Indonesia

Salah satu klinik fertilitas yang aktif mengedukasi masyarakat soal isu kesuburan ini adalah Bocah Indonesia. Di usianya yang ke-6, klinik ini telah menjadi pelopor harapan bagi ribuan pasangan. Lebih dari 22.000 pasangan telah mempercayakan perjalanan program kehamilan mereka kepada Bocah Indonesia, dan lebih dari 400 bayi telah lahir melalui program bayi tabung (IVF). Angka ini menjadi bukti nyata dari kerja keras dan kasih sayang yang diberikan oleh tim Bocah Indonesia.

Baca Juga :  Nasib Guru PPPK Paruh Waktu Temui Titik Terang, Diangkat Penuh Waktu Secara Bertahap Mulai Tahun 2027

Inovasi Teknologi dan Pendekatan Holistik

Bocah Indonesia terus berinovasi dengan menghadirkan teknologi terdepan seperti EMBRACE (Embryo Analysis of Culture Environment) dan ROSI (Round Spermatid Injection). Bocah Indonesia menjadi satu-satunya klinik di Indonesia yang menghadirkan teknologi ini untuk memperbesar peluang keberhasilan IVF, memberikan optimisme baru bagi pasangan dengan kasus infertilitas kompleks.

Tidak hanya mengandalkan teknologi, Bocah Indonesia juga mengadopsi pendekatan holistik melalui edukasi, layanan konsultasi, dan pengalaman imersif—seperti yang ditampilkan dalam perayaan ulang tahun bertema #6erhasilBersama.

Perayaan ulang tahun ke-6 diisi dengan sesi talkshow dari para ahli terkemuka di bidang fertilitas, seperti dr. Beeleonie, Sp.OG, Subsp.FER., dr. Cynthia Agnes Susanto, BMedSc, Sp.OG., dr. Steven Aristida, Sp.OG, Subsp.FER., dr. Gito Wasian, Sp.And., dan dr. Maitra Djiang Wen, Sp.And, Subsp.FER, M.ClinEmbryol. Mereka berbagi wawasan penting seputar kesehatan reproduksi dan program kehamilan berbantu medis.

Selain itu, dihadirkan pula 6 Experience Spot yang mewakili seluruh indra manusia: zona xpresi (penglihatan), dedikasi (peraba), xplorasi (perasa), visualisasi (pikiran), edukasi (pendengaran), hingga intimacy (penciuman). Seluruhnya dirancang untuk membawa para peserta menyelami makna mendalam dari perjalanan fertilitas, memberikan dukungan emosional dan pengetahuan yang komprehensif.

Dengan kemajuan teknologi dan kesadaran yang semakin meningkat, harapan untuk mendapatkan momongan kini menjadi lebih nyata dari sebelumnya. Penting bagi setiap pasangan untuk terbuka, saling mendukung, dan tidak ragu mencari bantuan profesional demi mewujudkan impian keluarga yang lengkap. (Sumber:Suara.com)

 

 

 

Berita Terkait

Strategi Prabowo Atasi Karhutla Kalimantan: Kirim KSAD, Wakapolri, hingga Brimob ke Lapangan
Bebas Kerugian Negara dan Raih WTP, BPK Tetap Audit Kinerja Pelayanan Peradilan MK
Kampus Tunggu Informasi Resmi usai KPK Segel Sejumlah Ruang Pimpinan Unsoed
KPK Ungkap Dugaan Suap Ratusan Juta untuk Masuk FK Unsoed
Atraksi Terjun Payung Rp305 Juta Disorot ICW: Dinilai Tak Sesuai Skala Prioritas
Karhutla 2026 Merekah Lagi: Ratusan Titik Asap Terdeteksi, Asap Kalimantan Sudah Capai Malaysia
Mengapa Pidato Presiden Kerap Selip Lidah? Pengamat Soroti Pentingnya Fact-Checking
Ratakan Distribusi Pengajar, DPRD Kalteng Minta Formasi ASN Guru Prioritaskan Daerah Terpencil
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 12:43 WIB

Strategi Prabowo Atasi Karhutla Kalimantan: Kirim KSAD, Wakapolri, hingga Brimob ke Lapangan

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 06:40 WIB

Bebas Kerugian Negara dan Raih WTP, BPK Tetap Audit Kinerja Pelayanan Peradilan MK

Jumat, 21 Agustus 2026 - 19:31 WIB

Kampus Tunggu Informasi Resmi usai KPK Segel Sejumlah Ruang Pimpinan Unsoed

Jumat, 21 Agustus 2026 - 19:29 WIB

KPK Ungkap Dugaan Suap Ratusan Juta untuk Masuk FK Unsoed

Jumat, 21 Agustus 2026 - 12:26 WIB

Atraksi Terjun Payung Rp305 Juta Disorot ICW: Dinilai Tak Sesuai Skala Prioritas

Kamis, 20 Agustus 2026 - 18:35 WIB

Mengapa Pidato Presiden Kerap Selip Lidah? Pengamat Soroti Pentingnya Fact-Checking

Kamis, 20 Agustus 2026 - 18:14 WIB

Ratakan Distribusi Pengajar, DPRD Kalteng Minta Formasi ASN Guru Prioritaskan Daerah Terpencil

Kamis, 20 Agustus 2026 - 13:55 WIB

Bantah Masuk Islam, Roberto Carlos Ungkap Alasan Pernikahannya Gelar Tradisi Islami

Berita Terbaru

Ilustrasi KPK. (KPK)

Berita

KPK Ungkap Dugaan Suap Ratusan Juta untuk Masuk FK Unsoed

Jumat, 21 Agu 2026 - 19:29 WIB