Mengenal Mythomania: Ketika Berbohong Jadi Kebiasaan Kronis

- Jurnalis

Minggu, 8 Juni 2025 - 12:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

1TULAH.COM-Apakah kamu pernah bertemu dengan orang yang suka sekali bohong, bahkan untuk hal-hal sepele atau tidak penting sama sekali? Bisa jadi orang itu bukan cuma iseng atau ingin perhatian, tapi sedang mengalami kondisi psikologis yang disebut mythomania.

Belakangan, topik soal mythomania ramai diperbincangkan di media sosial, terutama TikTok. Banyak pengguna TikTok menceritakan pengalaman mereka bertemu dengan orang yang dianggap sebagai mythomania. Lantas, apa sebenarnya mythomania itu?

Apa Itu Mythomania?

Mythomania, juga disebut pseudologia fantastica, adalah gangguan perilaku di mana seseorang merasa terdorong untuk terus-menerus berbohong, bahkan tanpa alasan atau keuntungan pribadi yang jelas. Berbeda dengan white lies—bohong demi kebaikan—orang yang mengalami mythomania justru kadang suka membuat cerita yang tidak masuk akal. Anehnya, mereka tetap melakukannya tanpa rasa bersalah, bahkan jika kebohongan itu merugikan dirinya sendiri.

Mengutip laman Healthline, kondisi ini ditandai dengan kebohongan yang bersifat kronis dan terus berulang. Penderitanya sering kali sulit membedakan antara kenyataan dan fantasi yang mereka ciptakan sendiri.

Penyebab Mythomania

Penyebab pasti dari mythomania masih menjadi topik penelitian. Namun, sejumlah faktor psikologis dan neurologis diyakini berkontribusi pada kondisi ini, antara lain:

  • Gangguan Kepribadian Antisosial (Sosiopati): Beberapa penderita mythomania juga menunjukkan gejala gangguan kepribadian antisosial, di mana mereka kurang memiliki empati dan rasa bersalah.
  • Kerusakan Sistem Saraf Pusat: Penelitian dari tahun 2007 yang diterbitkan dalam Journal of Neuropsychiatry and Clinical Neurosciences menunjukkan bahwa cedera kepala atau trauma otak dapat menjadi salah satu pemicu mythomania.
  • Gangguan Neurologis Lainnya: Beberapa kasus mythomania juga ditemukan pada pasien dengan gangguan neurodegeneratif seperti Alzheimer atau frontotemporal dementia (FTD), menurut studi di Current Alzheimer Research (2016).
Baca Juga :  Ancaman Wacana Revisi UU Hak Cipta: Media Lokal Tolak Sentralisasi LMK dan Risiko Link Tax

Tanda-Tanda Seseorang Mengidap Mythomania

Untuk mengetahui apakah seseorang adalah pengidap mythomania, para ahli menyimpulkan bisa dilihat dari empat perilaku berikut, dilansir dari WebMD:

  • Kebohongan yang Konsisten dan Berlebihan: Penderita sering kali berbohong lebih dari orang kebanyakan. Bahkan ketika tidak perlu, mereka bisa menciptakan cerita yang rumit dan tampak realistis.
  • Tidak Ada Alasan Jelas untuk Berbohong: Seseorang dengan mythomania mungkin berbohong bahkan saat kebohongan itu bisa merugikan dirinya sendiri, seperti mengaku melakukan kejahatan yang tidak pernah dilakukan.
  • Perilaku yang Bertahan Lama: Kebiasaan berbohong ini biasanya dimulai sejak usia muda dan berlanjut sepanjang hidup tanpa henti, memengaruhi hubungan pribadi, sosial, dan profesional.
  • Bukan Gejala dari Gangguan Mental Lain: Meskipun penderita mungkin juga memiliki kondisi seperti depresi atau kecemasan, mythomania tidak dianggap sebagai gejala dari gangguan tersebut, melainkan sebagai kondisi tersendiri.

Cara Menghadapi Orang dengan Mythomania

Baca Juga :  Dugaan Korupsi Dana Bencana di BNPB, KPK Amankan 14 Orang Beserta Uang dan Emas Batangan

Berhadapan dengan pengidap mythomania memang bisa membuat mental lelah. Tapi tenang, ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan agar tetap “waras”:

  1. Jangan Ikut Terjebak dalam Cerita Mereka: Mendengarkan boleh, tapi tetap gunakan logika. Jangan mudah percaya, apalagi jika sudah sering ketahuan berbohong.
  2. Tetapkan Batasan yang Jelas: Kalau mereka mulai berbohong dan kamu merasa tidak nyaman, penting untuk bersikap tegas dan mengatakan, “Maaf, aku tidak nyaman kalau kamu mulai mengarang cerita.”
  3. Ajak Bicara Baik-Baik (Kalau Masih Bisa): Kadang, mereka tidak sadar kalau kebohongan itu sudah jadi kebiasaan. Coba ajak mengobrol dengan nada netral tanpa menyalahkan. Siapa tahu mereka bisa terbuka.
  4. Sarankan Konsultasi Profesional: Ini penting. Karena mythomania termasuk kondisi psikologis, sebaiknya arahkan mereka ke psikolog atau psikiater untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
  5. Lindungi Diri Sendiri: Jika kamu sudah terlalu lelah atau mulai terdampak secara emosional, tidak apa-apa untuk menjaga jarak. Kamu bukan penolong profesional, dan kamu juga berhak menjaga kesehatan mentalmu.

Kesimpulannya, mythomania adalah gangguan serius yang dapat merusak kehidupan sosial, profesional, dan emosional seseorang. Mengenali gejalanya lebih awal dapat membantu proses intervensi dan penanganan. Jika kamu mengenal seseorang dengan ciri-ciri mythomania di atas, jangan ragu untuk mendorong mereka mencari bantuan profesional. (Sumber:Suara.com)

 

Berita Terkait

KPK Jerat Kepala BPK Jateng dan Bupati Klaten dalam Skandal Pengondisian Laporan Keuangan
Mengapa Langit Palangka Raya Berubah Kuning Kecokelatan? Ini Bahaya Asap Karhutla & Dampaknya bagi Paru-Paru
Dinsos Barsel Alokasikan Bansos Sembako dan Kursi Roda pada APBD Perubahan 2026
Dua Emiten Haji Isam Jaminkan Saham Rp73 T ke Bank Mandiri, Ini Penjelasan Manajemen
2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Kemerdekaan Pers dan Kriminalisasi Jurnalis Jadi Sorotan Dunia
Tingkatkan Ketepatan Data, Kemendagri Evaluasi Layanan Pengusulan Satyalancana Karya Satya PNS
Kabut Asap Karhutla Capai Timor Leste, ASEAN Didesak Gelar Rapat Darurat
Atasi Krisis Air Bersih hingga Infrastruktur, DPRD Kalteng Soroti Aspirasi Warga Gunung Mas
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 08:16 WIB

KPK Jerat Kepala BPK Jateng dan Bupati Klaten dalam Skandal Pengondisian Laporan Keuangan

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 08:05 WIB

Mengapa Langit Palangka Raya Berubah Kuning Kecokelatan? Ini Bahaya Asap Karhutla & Dampaknya bagi Paru-Paru

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:18 WIB

Dinsos Barsel Alokasikan Bansos Sembako dan Kursi Roda pada APBD Perubahan 2026

Jumat, 16 Oktober 2026 - 05:31 WIB

Dua Emiten Haji Isam Jaminkan Saham Rp73 T ke Bank Mandiri, Ini Penjelasan Manajemen

Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:28 WIB

2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Kemerdekaan Pers dan Kriminalisasi Jurnalis Jadi Sorotan Dunia

Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:21 WIB

Tingkatkan Ketepatan Data, Kemendagri Evaluasi Layanan Pengusulan Satyalancana Karya Satya PNS

Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:05 WIB

Kabut Asap Karhutla Capai Timor Leste, ASEAN Didesak Gelar Rapat Darurat

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:52 WIB

Atasi Krisis Air Bersih hingga Infrastruktur, DPRD Kalteng Soroti Aspirasi Warga Gunung Mas

Berita Terbaru