Terobosan Kesehatan, Indonesia Sekarang Memiliki Akses Implan Jantung Berkualitas Tinggi yang Menyelamatkan Kehidupan!

- Jurnalis

Sabtu, 24 Mei 2025 - 11:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi implan jantung (sumber: suara.com)

Ilustrasi implan jantung (sumber: suara.com)

1TULAH.COM – Gagal jantung sudah menjadi salah satu krisis kesehatan paling mendesak di Indonesia. Pada setiap tahunnya, lebih dari 10 juta individu Indonesia hidup dengan kondisi ini, dan tanpa intervensi medis yang tepat, lebih dari 30% dari mereka berisiko meninggal dunia. Sayangnya, keterbatasan akses untuk teknologi kardiovaskular canggih menjadikan masalah ini semakin pelik. Namun sekarang, sebuah terobosan besar hadir melalui peluncuran solusi implan jantung buatan oleh Borderless Healthcare Group (BHG). Ini menjadi terobosan baru yang disebut sebagai lompatan transformatif dalam dunia medis Indonesia. Dengan ini, untuk pertama kalinya, pasien gagal jantung di Indonesia memiliki akses terhadap implan jantung buatan kelas dunia melalui anak perusahaan BHG, yaitu Indonesia.md. Implan jantung buatan pun bukan sekadar perangkat medis baru, melainkan harapan baru bagi jutaan penderita yang sebelumnya tidak memiliki banyak pilihan selain pengobatan konvensional atau transplantasi jantung yang sulit diakses.

“Inisiatif ini merupakan lompatan transformatif dalam perawatan jantung di Indonesia. Dengan memperkenalkan solusi jantung buatan global kepada pasien lokal, kami tidak hanya memperpanjang hidup, kami juga mendefinisikan ulang batasan dalam perawatan kesehatan yang presisi dan penuh kasih,” terang Dr. Timothy Low, CEO Indonesia.md.

Baca Juga :  Jaga Stamina Jelang Haji, Ini Latihan Fisik yang Dianjurkan

Teknologi implan jantung ini tersedia dalam berbagai ukuran, bobot serta kapasitas baterai dan menjadikannya fleksibel untuk digunakan oleh berbagai kelompok usia, dari bayi yang lahir dengan kelainan jantung hingga orang dewasa dengan kondisi jantung kronis. Inovasi ini menjawab kebutuhan mendesak untuk personalisasi perawatan dan akses setara terhadap teknologi penyelamat jiwa. Tak hanya sekadar alat, implan jantung buatan ini adalah bagian dari ekosistem kesehatan cerdas yang disebut MedTech 5.0. Sistem ini menggunakan kecerdasan buatan dan cloud medis global untuk menghubungkan pasien dengan spesialis jantung terbaik dari seluruh dunia. Dengan bantuan teknologi telemedis, pemantauan jarak jauh, dan evaluasi lintas negara, pasien tidak lagi dibatasi oleh lokasi geografis atau keterbatasan infrastruktur lokal.

“Kombinasi para ahli medis ‘glocal’ terkemuka untuk evaluasi implan jantung buatan lintas batas, inovasi perangkat medis kelas dunia, dan jaringan AI spesifik spesialisasi menghadirkan era baru layanan kesehatan tanpa batas di Indonesia,” tutur Dr. Wei Siang Yu, pendiri dan ketua Borderless Healthcare Group.

Salah satu aspek revolusioner lain dari peluncuran ini yaitu teknik implan minimal invasif, yang juga akan diperkenalkan di Indonesia. Berbeda dari operasi jantung terbuka konvensional, metode ini mengurangi risiko komplikasi dan mempercepat proses pemulihan pasien, menjadikan perawatan lebih nyaman dan aman.

Baca Juga :  Sering Pakai HP? Ini Risiko Sebenarnya yang Perlu Diketahui

“Kami terus menyempurnakan protokol kami untuk membuat implan jantung buatan lebih aman, lebih cepat, dan lebih mudah diakses, secara signifikan meningkatkan hasil bagi pasien,” ungkap Dr. Cui Yong, ahli bedah kardiotoraks asal Tiongkok yang memelopori teknik implan minimal invasif.

Seiring dibukanya pendaftaran untuk evaluasi pasien gagal jantung stadium akhir melalui www.indonesia.md/artificial-heart, kolaborasi antara dokter lokal bersama dengan spesialis internasional mulai diwujudkan. Kesempatan ini menandai era baru di mana akses terhadap perawatan jantung canggih tidak lagi menjadi kemewahan, melainkan hak yang bisa dijangkau oleh masyarakat Indonesia. Bersamaan dengan peluncuran ini, akan dimulai pula program pelatihan dan pertukaran pengetahuan untuk tenaga kesehatan di Indonesia, guna memastikan bahwa teknologi ini bisa diadopsi secara luas dan berkelanjutan. Oleh karena itu, implan jantung buatan adalah fondasi awal bagi sistem kesehatan masa depan yang lebih inklusif, adaptif, dan berbasis teknologi tinggi.

Penulis : Wanda Hanifah Pramono

Sumber Berita : Suara.com

Berita Terkait

Jaga Stamina Jelang Haji, Ini Latihan Fisik yang Dianjurkan
Sering Pakai HP? Ini Risiko Sebenarnya yang Perlu Diketahui
BNN Usulkan Larangan Vape di Indonesia, Samakan Perangkatnya dengan ‘Bong’ Sabu
Waspada! Lonjakan Kasus Campak di Indonesia Awal 2026: 58 Wilayah Berstatus KLB
Ketahui Bahaya Konsumsi Teh Susu Berlebihan
Dugaan Malpraktik RSUD Doris Sylvanus: Suyuti Syamsul Sebut Tuduhan Mudah Dipatahkan
Dugaan Malpraktik RSUD Doris Sylvanus Memanas, Suyuti Syamsul Siap Lakukan Serangan Balik ke Suriansyah Halim
Berapa Durasi Ideal Olahraga Sebelum Berbuka Puasa Saat Ramadan? Ini Penjelasannya
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 14 April 2026 - 12:55 WIB

Jaga Stamina Jelang Haji, Ini Latihan Fisik yang Dianjurkan

Senin, 13 April 2026 - 22:25 WIB

Sering Pakai HP? Ini Risiko Sebenarnya yang Perlu Diketahui

Selasa, 7 April 2026 - 18:58 WIB

BNN Usulkan Larangan Vape di Indonesia, Samakan Perangkatnya dengan ‘Bong’ Sabu

Senin, 6 April 2026 - 15:33 WIB

Waspada! Lonjakan Kasus Campak di Indonesia Awal 2026: 58 Wilayah Berstatus KLB

Minggu, 5 April 2026 - 20:10 WIB

Ketahui Bahaya Konsumsi Teh Susu Berlebihan

Selasa, 24 Maret 2026 - 17:42 WIB

Dugaan Malpraktik RSUD Doris Sylvanus: Suyuti Syamsul Sebut Tuduhan Mudah Dipatahkan

Senin, 23 Maret 2026 - 16:52 WIB

Dugaan Malpraktik RSUD Doris Sylvanus Memanas, Suyuti Syamsul Siap Lakukan Serangan Balik ke Suriansyah Halim

Jumat, 20 Februari 2026 - 11:14 WIB

Berapa Durasi Ideal Olahraga Sebelum Berbuka Puasa Saat Ramadan? Ini Penjelasannya

Berita Terbaru

Ilustrasi Uang. Sumber foto : suara.com

Nasional

Polri Bongkar Sindikat Peredaran Uang Palsu Dolar AS di Banten

Minggu, 19 Apr 2026 - 20:57 WIB

Ilustrasi Polisi. Sumber foto : suara.com

Berita

Polisi Gagalkan Aksi Tawuran Pemuda di Wilayah Jakarta Timur

Minggu, 19 Apr 2026 - 20:49 WIB