Momen Bersejarah: Kardinal Robert Prevost dari AS Terpilih Sebagai Paus Leo XIV

- Jurnalis

Jumat, 9 Mei 2025 - 07:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Paus Leo XIV [Antara]

Paus Leo XIV [Antara]

1TULAH.COM-Dunia menyaksikan momen bersejarah ketika Kardinal Robert Francis Prevost, seorang tokoh terkemuka dari Amerika Serikat, terpilih sebagai pemimpin spiritual tertinggi umat Katolik. Dengan nama kepausan Paus Leo XIV, ia resmi menggantikan mendiang Paus Fransiskus yang berpulang pada 21 April 2025.

Suasana khidmat dan penuh harapan menyelimuti Vatikan pada Kamis (8/5/2025) waktu setempat. Asap putih yang mengepul dari cerobong Kapel Sistina menjadi penanda sukacita bagi jutaan umat Katolik di seluruh dunia, mengindikasikan bahwa para kardinal elektor telah mencapai mufakat dalam memilih gembala baru Gereja Katolik.

Kardinal Dominique Mamberti tampil di balkon Basilika Santo Petrus, mengumumkan kabar gembira dalam bahasa Latin yang menggema, “Habemus papam!” (“Kita punya Paus!”). Sorak sorai dan tepuk tangan membahana dari ribuan umat yang telah memadati Lapangan Santo Petrus sejak pagi hari, menyambut pengumuman tersebut dengan penuh sukacita. Kardinal Mamberti kemudian memperkenalkan Kardinal Robert Prevost, seorang prelatus berusia 69 tahun asal Amerika Serikat, sebagai Paus terpilih, yang kini dikenal sebagai Paus Leo XIV.

Profil Singkat Paus Leo XIV

Paus Leo XIV adalah anggota Kongregasi Ordo Santo Agustinus (OSA), sebuah ordo religius yang memiliki kontribusi signifikan dalam sejarah Gereja Katolik. Beliau menjadi Paus ke-267 dalam garis suksesi kepemimpinan spiritual umat Katolik, melanjutkan warisan kepemimpinan dari pendahulunya, Paus Fransiskus.

Lahir di Chicago pada tahun 1955 dari keluarga dengan akar Spanyol dan Prancis-Italia, jejak spiritual Paus Leo XIV telah tumbuh sejak masa mudanya. Ia melayani sebagai putra altar dan kemudian ditahbiskan menjadi imam pada tahun 1982.

Baca Juga :  Penyelundupan Senjata Iran ke Sudan Digagalkan: Wanita Asal Los Angeles Ditangkap di Bandara LAX

Tiga tahun kemudian, beliau mengabdikan diri di Peru, namun tetap menjaga hubungannya dengan tanah kelahirannya melalui pelayanan pastoral dan kepemimpinan di sebuah biara di Chicago. Selain kewarganegaraan Amerika Serikat, Paus Leo XIV juga dilaporkan memegang kewarganegaraan Peru, menunjukkan kedekatannya dengan Amerika Latin. Beliau dikenal sebagai sosok yang memiliki kepedulian mendalam terhadap masyarakat yang terpinggirkan, yang tercermin dalam pelayanannya di berbagai paroki dan sebagai pengajar di sebuah seminari di Trujillo, Peru.

Pengangkatannya menjadi Uskup Agung terjadi pada tahun 2023, dan hanya beberapa bulan berselang, Paus Fransiskus mengangkatnya menjadi seorang kardinal. Mengingat mayoritas kardinal elektor ditunjuk oleh Paus Fransiskus, terpilihnya Kardinal Prevost, meskipun tergolong baru dalam jajaran kardinal, bukanlah sebuah kejutan besar dan mengindikasikan adanya kesinambungan dalam visi kepemimpinan Gereja.

Pesan Perdana Paus Leo XIV: Kedamaian dan Penghormatan

Dalam pidato perdananya sebagai Paus Leo XIV, beliau menyampaikan pesan yang penuh kedamaian dan penghormatan kepada pendahulunya. Ia mengenang Paus Fransiskus sebagai sosok yang memiliki kelembutan namun tetap berani dalam menyampaikan berkat kepada umat manusia.

“Damai sejahtera bagi kalian semua! Saudara-saudari terkasih, inilah salam pertama dari Kristus yang bangkit,” ucap Paus Leo XIV dengan penuh khidmat. “Masih terngiang di telinga kita suara Paus Fransiskus yang meski lemah lembut namun penuh keberanian, telah memberkati Roma! Paus yang memberkati Roma itu juga memberkati dunia, seluruh dunia… Izinkan saya melanjutkan berkat yang sama: Allah peduli pada kita, Allah mengasihi kita semua, dan kejahatan tidak akan menang! Kita semua berada di tangan (lindungan) Allah. Maka, tanpa rasa takut, bersatu padu bergandengan tangan dengan Allah dan satu sama lain, mari kita terus maju.”

Baca Juga :  Dilema Ketum 'Abadi' di Indonesia: Antara Simbol Partai dan Penghambat Regenerasi

Paus Leo XIV juga menekankan pentingnya peran umat Katolik sebagai murid-murid Kristus yang membawa terang bagi dunia. “Kita adalah murid-murid Kristus. Kristus berjalan di depan kita. Dunia membutuhkan terang-Nya. Kemanusiaan membutuhkan Dia sebagai jembatan untuk sampai kepada Allah dan kasih-Nya,” tegasnya.

Arah Kepemimpinan dan Kesinambungan Reformasi

Pandangan dan arah kepemimpinan Paus Leo XIV diyakini akan melanjutkan reformasi yang telah diinisiasi oleh Paus Fransiskus di tubuh Gereja Katolik. Beliau diyakini memiliki pandangan yang sejalan dengan pendahulunya terkait isu-isu penting seperti migran, kaum miskin, dan pelestarian lingkungan.

Meskipun berasal dari Amerika Serikat, latar belakang pelayanannya di Amerika Latin menjadi kesinambungan kepemimpinan seorang Paus yang berasal dari benua yang sama. Vatikan menggambarkan Paus Leo XIV sebagai Paus kedua yang berasal dari Amerika, dan juga sebagai Paus pertama dari Ordo Santo Agustinus.

Sebelum konklaf dimulai, juru bicara Vatikan, Matteo Bruni, menyampaikan bahwa dalam pertemuan Dewan Kardinal, penekanan diberikan pada perlunya seorang Paus dengan “semangat kenabian yang mampu memimpin Gereja yang tidak menutup diri tetapi tahu bagaimana keluar dan membawa terang ke dunia yang ditandai oleh keputusasaan”.

Terpilihnya Paus Leo XIV diyakini menjadi jawaban atas harapan tersebut, membawa harapan baru bagi Gereja Katolik di seluruh dunia. (Sumber:Suara.com)

 

Berita Terkait

DPRD Kalteng Dorong Optimalisasi UU PKDRT demi Perlindungan Nyata bagi Perempuan
Didominasi Perempuan, 73 CJH Murung Raya Diberangkatkan ke Tanah Suci
Detik-Detik Secret Service Barikade Trump dan Melania: Suasana Pesta Berubah Jadi Horor!
Sah! El Rumi dan Syifa Hadju Resmi Menikah, Ijab Kabul Berlangsung Khidmat dalam Satu Tarikan Napas
KPK Segera Panggil Dua Tersangka Baru Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji
Strategi Mendagri Perkuat Otonomi Daerah Lewat Iklim Kompetitif di National Governance Awards 2026
DPRD Kalteng Soroti Penghentian Sementara Dapur Program SPPG: Standar BGN Harga Mati!
Dilema Ketum ‘Abadi’ di Indonesia: Antara Simbol Partai dan Penghambat Regenerasi
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 26 April 2026 - 18:55 WIB

DPRD Kalteng Dorong Optimalisasi UU PKDRT demi Perlindungan Nyata bagi Perempuan

Minggu, 26 April 2026 - 18:04 WIB

Didominasi Perempuan, 73 CJH Murung Raya Diberangkatkan ke Tanah Suci

Minggu, 26 April 2026 - 13:58 WIB

Detik-Detik Secret Service Barikade Trump dan Melania: Suasana Pesta Berubah Jadi Horor!

Minggu, 26 April 2026 - 13:52 WIB

Sah! El Rumi dan Syifa Hadju Resmi Menikah, Ijab Kabul Berlangsung Khidmat dalam Satu Tarikan Napas

Sabtu, 25 April 2026 - 14:30 WIB

Strategi Mendagri Perkuat Otonomi Daerah Lewat Iklim Kompetitif di National Governance Awards 2026

Sabtu, 25 April 2026 - 10:59 WIB

DPRD Kalteng Soroti Penghentian Sementara Dapur Program SPPG: Standar BGN Harga Mati!

Sabtu, 25 April 2026 - 05:24 WIB

Dilema Ketum ‘Abadi’ di Indonesia: Antara Simbol Partai dan Penghambat Regenerasi

Sabtu, 25 April 2026 - 05:14 WIB

Beban Sejarah Indonesia: Mengapa Kita Belum Bisa Sepenuhnya Keluar dari Bayang-Bayang Orde Baru?

Berita Terbaru

Nasional

Menkeu Purbaya Bantah Isu Uang Negara Sisa Rp120 Triliun

Sabtu, 25 Apr 2026 - 21:21 WIB