Akibat Angin Kencang, Lion Air dari Lampung Mendarat di Kertajati

- Jurnalis

Sabtu, 26 April 2025 - 17:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi pesawat Lion Air. Sumber foto : suara.com

Ilustrasi pesawat Lion Air. Sumber foto : suara.com

1TULAH.COM – Pesawat Lion Air nomor penerbangan JT-123 yang bertolak dari Bandara Radin Inten II, Lampung, mengalami kegagalan dalam upaya pendaratan di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, akibat kondisi angin kencang.

Akibat situasi tersebut, pilot memutuskan untuk mengalihkan pendaratan ke Bandara Kertajati yang terletak di Majalengka, Jawa Barat.

Kabar ini disampaikan oleh Guru Besar IPB, Bustanul Arifin, yang turut menjadi salah satu penumpang dalam penerbangan tersebut.

Bustanul menjelaskan bahwa pesawat lepas landas dari Lampung sesuai jadwal, yakni pada pukul 13.55 WIB, dan dijadwalkan mendarat di Soekarno-Hatta pada pukul 14.45 WIB.

Saat proses pendaratan berlangsung, ketika landas pacu sudah terlihat dari dalam pesawat, pesawat mendadak kembali naik ke udara karena gangguan angin kencang di wilayah Bandara Soetta.

Baca Juga :  Polri Usut Dugaan Penyimpangan Data Siswa Sekolah Rakyat, Banyak Anak Orang Mampu Masuk Kuota

Sekitar sepuluh menit setelah insiden tersebut, pilot mengumumkan bahwa pesawat akan dialihkan ke Bandara Kertajati untuk melakukan pendaratan sementara sekaligus mengisi bahan bakar.

Setelah pengisian selesai, pesawat kembali bersiap untuk terbang menuju Soekarno-Hatta. Bustanul menambahkan bahwa waktu penerbangan dari Kertajati menuju Soetta diperkirakan memakan waktu sekitar 40 menit, sedikit lebih lama dibandingkan penerbangan langsung dari Lampung.

Sementara itu, pihak Lion Air melalui Corporate Communications Strategic, Danang Mandala Prihantoro, mengonfirmasi kejadian tersebut.

Baca Juga :  Terjun Langsung ke Palangka Raya, Sherina Munaf Ikut Padamkan Kebakaran Hutan dan Lahan di Kalteng

Menurut Danang, pilot memutuskan untuk melakukan pengalihan pendaratan ke Bandara Kertajati karena kecepatan angin di Soekarno-Hatta saat itu mencapai 14 knots, sehingga tidak memenuhi standar keselamatan penerbangan.

Ia menegaskan bahwa keputusan tersebut diambil sesuai dengan prosedur operasional standar dan semata-mata untuk menjamin keselamatan seluruh penumpang, awak pesawat, serta keamanan operasional secara keseluruhan.

Setelah kondisi cuaca di Bandara Soekarno-Hatta kembali normal dan kecepatan angin dinyatakan aman untuk pendaratan, penerbangan dilanjutkan dari Kertajati menuju tujuan awal. Pesawat akhirnya berhasil mendarat dengan selamat di Bandara Soekarno-Hatta.

Penulis : Laili R

Berita Terkait

Pesan Presiden Prabowo di GBK: Bersaing dan Kritik Boleh, Tapi Tetap Rukun Berkeluarga
Bukan Cuma Kemarau, Ini Penyebab Karhutla Berulang dan Kian Parah di Indonesia
Polri Usut Dugaan Penyimpangan Data Siswa Sekolah Rakyat, Banyak Anak Orang Mampu Masuk Kuota
TP-PKK Mura Hadirkan Rumah DILAN, Ini Manfaatnya bagi Masyarakat
DPRD dan Pemprov Kalteng Mulai Bahas Nota Keuangan Perubahan APBD 2026
Awas! Salah Pakai Krim Pencerah Bisa Bikin Flek Hitam Makin Kebiruan
Rupiah Menguat ke Level Rp17.550 per Dolar AS, Pasar Nanti Data Kepercayaan Konsumen
KPK Jadwal Ulang Pemeriksaan Dua Anggota DPRD Kota Bengkulu
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 09:54 WIB

Pesan Presiden Prabowo di GBK: Bersaing dan Kritik Boleh, Tapi Tetap Rukun Berkeluarga

Kamis, 10 September 2026 - 08:26 WIB

Bukan Cuma Kemarau, Ini Penyebab Karhutla Berulang dan Kian Parah di Indonesia

Rabu, 9 September 2026 - 18:38 WIB

Polri Usut Dugaan Penyimpangan Data Siswa Sekolah Rakyat, Banyak Anak Orang Mampu Masuk Kuota

Rabu, 9 September 2026 - 18:36 WIB

TP-PKK Mura Hadirkan Rumah DILAN, Ini Manfaatnya bagi Masyarakat

Rabu, 9 September 2026 - 16:02 WIB

DPRD dan Pemprov Kalteng Mulai Bahas Nota Keuangan Perubahan APBD 2026

Rabu, 9 September 2026 - 14:37 WIB

Awas! Salah Pakai Krim Pencerah Bisa Bikin Flek Hitam Makin Kebiruan

Rabu, 9 September 2026 - 09:49 WIB

Rupiah Menguat ke Level Rp17.550 per Dolar AS, Pasar Nanti Data Kepercayaan Konsumen

Selasa, 8 September 2026 - 22:22 WIB

KPK Jadwal Ulang Pemeriksaan Dua Anggota DPRD Kota Bengkulu

Berita Terbaru