1.000 Burung Hantu dari Presiden Prabowo: Dukung Teknologi IPHA Tingkatkan Produksi Padi Nasional

- Jurnalis

Minggu, 20 April 2025 - 17:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi burung hantu (Pixabay/Alexas_Fotos)

Ilustrasi burung hantu (Pixabay/Alexas_Fotos)

1TULAH.COM-Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menyampaikan apresiasi atas bantuan 1.000 ekor burung hantu dari Presiden Prabowo Subianto yang dinilai sangat mendukung keberhasilan penerapan teknologi Irigasi Padi Hemat Air (IPHA).

Bantuan ini diharapkan dapat meningkatkan produksi padi secara signifikan sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Presiden atas dukungan nyata dalam menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus mendukung peningkatan produksi pertanian nasional melalui pemberian burung hantu ini,” kata Menteri Dody di Jakarta, Minggu (20/4/2025).

IPHA: Inovasi Hemat Air dan Tingkatkan Produktivitas Padi

Irigasi Padi Hemat Air (IPHA) merupakan inovasi dalam budi daya padi yang mengatur siklus pengairan sawah secara berselang (intermittent irrigation). Teknologi ini terbukti mampu menghemat air hingga 30 persen serta meningkatkan produktivitas padi hingga 169 persen dibandingkan metode konvensional.

Namun, penerapan IPHA juga menghadapi tantangan, salah satunya adalah meningkatnya ancaman hama tikus. Kondisi sawah yang lebih dangkal dalam sistem IPHA memungkinkan tikus lebih mudah mencapai batang padi, sehingga meningkatkan risiko kerusakan panen.

Baca Juga :  PPIH Imbau Jamaah Haji Gunakan Jasa Kursi Roda Resmi

Burung Hantu: Solusi Alami Pengendalian Hama Tikus

Menurut Menteri Dody, penggunaan burung hantu terbukti efektif menekan populasi hama tikus di area persawahan.

“Solusi alami berupa penggunaan burung hantu sebagai predator tikus terbukti efektif menekan populasi hama. Langkah ini juga lebih aman dan ramah lingkungan dibandingkan penggunaan pestisida kimia,” jelas Menteri Dody.

Sebelumnya, petani di Indramayu dan Cirebon telah berhasil menerapkan metode pengendalian hama ini dengan memasang rumah burung hantu di sekitar area persawahan. Keberhasilan metode tersebut mendorong petani di Majalengka untuk mengadopsinya.

Presiden Prabowo Subianto Berikan Bantuan 1.000 Burung Hantu

Presiden Prabowo Subianto pada Senin (7/4/2025) lalu mengumumkan pengadaan 1.000 ekor burung hantu untuk membantu para petani di Majalengka, Jawa Barat dalam mengatasi serangan hama tikus yang meresahkan.

Menteri Dody berharap bantuan burung hantu ini dapat menjaga stabilitas hasil panen pada area IPHA serta mendorong percepatan pencapaian target swasembada pangan nasional secara berkelanjutan.

Sosialisasi dan Penguatan Implementasi IPHA

Sebagai bentuk sosialisasi dan penguatan implementasi IPHA, Kementerian PU akan menyelenggarakan panen demplot sekaligus pameran hasil panen teknologi IPHA di Daerah Irigasi (DI) Rentang pada Selasa, 22 April 2025. Acara ini bertujuan memperlihatkan kualitas panen serta efektivitas teknologi IPHA dalam meningkatkan produksi padi nasional.

Baca Juga :  Stakes Casino : Fast‑Fire Mobile Slots pour des Gains Rapides

Dalam kegiatan tersebut, akan dilakukan panen pada tiga demplot IPHA dari total 208 demplot yang telah dikembangkan. Hingga kini, sebanyak 18 demplot telah dipanen dengan hasil yang jauh di atas rata-rata produktivitas padi konvensional.

Kunjungan Presiden Prabowo ke Majalengka dan Bantuan Burung Hantu

Sebelumnya, dalam kunjungannya ke Majalengka, dalam rangka panen raya padi serentak di 14 provinsi, Presiden Prabowo mengumumkan pemberian bantuan burung hantu sebagai solusi alami untuk memberantas hama tikus yang kian merajalela.

Bantuan ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam mendukung petani dan menerapkan teknologi pertanian yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Dengan bantuan burung hantu dan penerapan teknologi IPHA, diharapkan produksi padi nasional dapat meningkat secara signifikan, mendukung target swasembada pangan, dan meningkatkan kesejahteraan petani. (Sumber:Suara.com)

 

 

Berita Terkait

Indonesia Walk For Peace 2026: Perjalanan Spiritual 50 Biksu dari Bali ke Borobudur Sambut Waisak 2570 BE
Pemkab Murung Raya Bahas Strategi Padi, Kopi, dan Kakao dalam Coffee Morning
76% Dosen Digaji di Bawah UMR, UU Guru dan Dosen Digugat!
Oknum Polisi Viral Merokok Saat Berkendara, Polda Kalsel Turun Tangan
KPK Usut Penukaran Uang Asing Bupati Pekalongan Nonaktif Fadia Arafiq
Terungkap! Fakta-fakta Mengerikan di Balik Ponpes Pati, Doktrin Kiai Cabul Halalkan Istri Orang
Sejarah Terulang! Arsenal Lolos ke Final Liga Champions Usai Singkirkan Atletico Madrid
Bukan Oplosan, Ternyata Begini Cara “Halus” Mafia BBM Subsidi di Kalbar Beraksi
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 6 Mei 2026 - 17:28 WIB

Indonesia Walk For Peace 2026: Perjalanan Spiritual 50 Biksu dari Bali ke Borobudur Sambut Waisak 2570 BE

Rabu, 6 Mei 2026 - 13:49 WIB

Pemkab Murung Raya Bahas Strategi Padi, Kopi, dan Kakao dalam Coffee Morning

Rabu, 6 Mei 2026 - 12:37 WIB

76% Dosen Digaji di Bawah UMR, UU Guru dan Dosen Digugat!

Rabu, 6 Mei 2026 - 10:38 WIB

Oknum Polisi Viral Merokok Saat Berkendara, Polda Kalsel Turun Tangan

Rabu, 6 Mei 2026 - 10:31 WIB

KPK Usut Penukaran Uang Asing Bupati Pekalongan Nonaktif Fadia Arafiq

Rabu, 6 Mei 2026 - 08:55 WIB

Terungkap! Fakta-fakta Mengerikan di Balik Ponpes Pati, Doktrin Kiai Cabul Halalkan Istri Orang

Rabu, 6 Mei 2026 - 06:20 WIB

Sejarah Terulang! Arsenal Lolos ke Final Liga Champions Usai Singkirkan Atletico Madrid

Rabu, 6 Mei 2026 - 05:09 WIB

Bukan Oplosan, Ternyata Begini Cara “Halus” Mafia BBM Subsidi di Kalbar Beraksi

Berita Terbaru