1TULAH.COM – Bagi ibu menyusui yang menyukai makanan pedas, wajar jika muncul kekhawatiran mengenai dampaknya terhadap kualitas atau rasa ASI.
Banyak yang percaya bahwa makanan pedas dapat menyebabkan bayi menjadi rewel, mengalami kembung, atau bahkan kolik.
Namun, anggapan tersebut belum sepenuhnya didukung oleh bukti ilmiah. Menurut sumber dari Baby Center, para ahli menyebutkan bahwa belum ada penelitian yang secara meyakinkan menunjukkan bahwa makanan pedas menyebabkan gangguan pada bayi seperti kolik atau kerewelan.
Meski demikian, beberapa penelitian mencatat bahwa capsaicin, senyawa aktif dalam cabai yang memberi sensasi pedas, bisa masuk ke dalam ASI, meskipun dalam kadar yang sangat kecil.
Dalam beberapa kasus, bayi yang sensitif terhadap capsaicin dapat mengalami reaksi seperti ruam kulit. Namun, tidak semua bayi akan merespons negatif terhadap zat ini.
Bahkan, memasak cabai pada suhu tinggi diketahui dapat mengurangi kadar capsaicin, sehingga mengurangi kemungkinan senyawa ini masuk ke ASI.
Menariknya, paparan rasa pedas dalam jumlah kecil melalui ASI bisa memberikan manfaat tersendiri.
Bayi bisa mulai mengenal berbagai rasa sejak dini, yang menurut penelitian dapat memengaruhi kebiasaan makan mereka di masa depan.
Misalnya, bayi yang terpapar rasa bawang putih melalui ASI terbukti cenderung menyusu lebih lama.
Keberagaman rasa yang dikonsumsi oleh ibu juga berpotensi membuat bayi memiliki preferensi terhadap makanan sehat saat tumbuh besar.
Kendati demikian, konsumsi makanan pedas tetap perlu dibatasi. Ibu menyusui disarankan untuk mengonsumsinya dalam jumlah moderat sambil mengamati respons bayi.
Jika bayi tampak tidak nyaman atau menjadi rewel setelah ibu mengonsumsi makanan pedas, sebaiknya hentikan konsumsi dan coba perhatikan perbedaan reaksi bayi terhadap makanan lain.
Perlu diwaspadai bahwa dalam kasus tertentu, capsaicin bisa menyebabkan gangguan pencernaan seperti diare, baik pada ibu maupun bayi, terutama jika bayi memiliki sensitivitas tinggi terhadap senyawa tersebut.
Diare pada bayi dapat dikenali dari frekuensi buang air besar yang meningkat, tinja yang lebih cair dari biasanya, dan tidak mengandung ampas.
Jika kondisi ini berlangsung terus-menerus, bayi bisa mengalami dehidrasi dan memerlukan penanganan medis segera.
Untuk menjaga kualitas ASI, selain memperhatikan jenis makanan yang dikonsumsi, ibu menyusui juga disarankan untuk mengonsumsi suplemen tambahan yang dapat membantu memperlancar produksi ASI dan memastikan nutrisi yang dibutuhkan tetap terpenuhi.
Penulis : Laili R

![Penyanyi Rossa melaporkan 78 akun medsos yang memfitnah dirinya oplas ke Bareskrim Polri, Jumat (17/4/2026). [Tiara Rosana/Suara.com]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/04/rossa-360x200.jpg)


![Twibbon Idul Fitri 1447 H. [kolase Twibbonize]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/03/tiwbbon-lebaran-360x200.jpg)
![Vidi Aldiano meninggal dunia, pidato Sheila Dara viral: suami saya selamanya. [Instagram]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/03/vidi-aldioano-istri-360x200.jpg)


![ilustrasi penangkapan, borgol. [Envato Elements]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/04/golkar-tewas-225x129.jpg)

![Viral! Siswa SMAN 1 Purwakarta Acungkan Jari Tengah ke Guru, Berujung Satu Kelas Minta Maaf. [Instagram]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/04/minta-maaf-pelajar-225x129.jpg)






![ilustrasi penangkapan, borgol. [Envato Elements]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/04/golkar-tewas-360x200.jpg)








