Premanisme di Tubuh Polri, Pemerasan Miliaran Rupiah hingga WN Malaysia Jadi Korban!

- Jurnalis

Senin, 24 Maret 2025 - 12:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Institusi Polri

Ilustrasi Institusi Polri

1TULAH.COM-Kasus kejahatan yang dilakukan oleh oknum polisi kembali mencoreng citra institusi Polri. Kali ini, dua anggota Polda Sumatera Utara ditetapkan sebagai tersangka kasus pemerasan terkait dana alokasi khusus (DAK) untuk SMK Negeri.

Tak hanya itu, kasus pemerasan juga menimpa puluhan warga negara (WN) Malaysia yang sedang menghadiri acara musik di Jakarta.

Pemerasan Miliaran Rupiah di Sumatera Utara

Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri telah menetapkan dua anggota Polda Sumatera Utara sebagai tersangka, yaitu Kompol R (Ramli) dan Brigadir BSP. Keduanya diduga melakukan pemerasan terhadap kepala sekolah SMK Negeri terkait proyek DAK.

Modus yang digunakan adalah dengan memaksa kepala sekolah untuk memberikan bagian dari proyek DAK. Jika menolak, kepala sekolah akan dikirimi surat aduan masyarakat (dumas) fiktif terkait dugaan korupsi dana bantuan operasional satuan pendidikan (BOSP).

Total fee yang berhasil dikumpulkan dari 12 kepala sekolah mencapai Rp4,7 miliar. Salah satu barang bukti yang diamankan adalah uang tunai Rp400 juta yang ditemukan di mobil Kompol R.

Baca Juga :  Noel Ancam Gugat KPK Rp 300 Triliun! Satu Rupiah Pun Tidak Akan Saya Ambil, Semua buat Buruh

Kedua tersangka telah dipecat dari Polri dan dijerat dengan Pasal 12 huruf e Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

WN Malaysia Jadi Korban Pemerasan di Jakarta

Kasus serupa juga terjadi di Jakarta, di mana 45 WN Malaysia menjadi korban pemerasan oleh oknum polisi saat menghadiri acara musik Djakarta Warehouse Project (DWP) 2024.

Para korban mengaku diperas oleh oknum polisi yang menggeledah dompet dan barang bawaan mereka. Bahkan, mereka juga dipaksa untuk menjalani tes urine dan dilarang menghubungi pengacara atau kedutaan besar.

Para korban akhirnya terpaksa membayar uang suap sebesar RM100.000 (sekitar Rp360 juta) agar dibebaskan.

Kasus-kasus ini menuai kecaman dari berbagai pihak. Pengamat kepolisian, Bambang Rukminto, menilai bahwa kasus ini menunjukkan lemahnya kepemimpinan di tubuh Polri dan mendesak Presiden untuk mengevaluasi Kapolri.

Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta juga menuntut agar para pelaku tidak hanya diproses secara etik, tetapi juga diproses pidana. Mereka juga meminta Polri untuk transparan dalam menangani kasus ini.

Baca Juga :  Book of Dead Slot: Avventura di Spin Veloce per Vincite ad Alta Intensità

Polri telah mencopot 18 anggotanya yang terlibat dalam kasus pemerasan WN Malaysia. Mereka juga ditahan dan akan menjalani sidang etik.

Polri mengklaim telah menyita uang hasil pemerasan sebesar Rp2,5 miliar sebagai barang bukti.

Pentingnya Reformasi Polri

Kasus-kasus ini menjadi bukti bahwa reformasi di tubuh Polri masih belum berjalan maksimal. Diperlukan upaya yang lebih serius dan konsisten untuk membersihkan institusi Polri dari oknum-oknum yang merusak citra penegak hukum.

Revisi Undang-Undang Polri juga dianggap penting untuk mendukung reformasi yang lebih komprehensif.

Kasus pemerasan yang dilakukan oknum polisi di Sumatera Utara dan Jakarta menjadi tamparan keras bagi institusi Polri. Masyarakat menuntut agar Polri bersikap tegas dan transparan dalam menangani kasus ini, serta melakukan reformasi menyeluruh untuk mencegah kasus serupa terulang kembali. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Megawati Kritik Keras Sidang Militer Kasus Air Keras Aktivis KontraS: “Hukum Jangan Poco-Poco!”
Book of Dead Slot: Avventura di Spin Veloce per Vincite ad Alta Intensità
Video Amien Rais Soal Presiden Prabowo Dihapus Usai Dicap Hoaks, Pemerintah Ingatkan Sanksi UU ITE
Avia Masters Crash Game: Fast‑Paced Rides for Quick Wins
Wonaco Casino: Emozioni in Quick‑Play per Sessioni Brevi e ad Alta Intensità
Chicken Road: Quick‑Hit Crash Gaming for the Fast‑Paced Player
Stakes Casino : Fast‑Fire Mobile Slots pour des Gains Rapides
Boho Casino – Quick‑Hit Slots & Instant Wins for the Fast‑Paced Player
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 17:32 WIB

Megawati Kritik Keras Sidang Militer Kasus Air Keras Aktivis KontraS: “Hukum Jangan Poco-Poco!”

Sabtu, 2 Mei 2026 - 11:09 WIB

Book of Dead Slot: Avventura di Spin Veloce per Vincite ad Alta Intensità

Sabtu, 2 Mei 2026 - 10:59 WIB

Video Amien Rais Soal Presiden Prabowo Dihapus Usai Dicap Hoaks, Pemerintah Ingatkan Sanksi UU ITE

Sabtu, 2 Mei 2026 - 09:41 WIB

Avia Masters Crash Game: Fast‑Paced Rides for Quick Wins

Sabtu, 2 Mei 2026 - 07:47 WIB

Chicken Road: Quick‑Hit Crash Gaming for the Fast‑Paced Player

Sabtu, 2 Mei 2026 - 07:19 WIB

Stakes Casino : Fast‑Fire Mobile Slots pour des Gains Rapides

Sabtu, 2 Mei 2026 - 07:06 WIB

Boho Casino – Quick‑Hit Slots & Instant Wins for the Fast‑Paced Player

Sabtu, 2 Mei 2026 - 05:59 WIB

Greenluck Casino: Quick‑Hit Thrills for Modern Gamblers

Berita Terbaru