1TULAH.COM – Mandi air hujan pada dasarnya tidak berbahaya bagi anak selama kondisi tertentu terpenuhi, bahkan beberapa sumber menyatakan bahwa bermain di bawah hujan dapat merangsang kreativitas.
Namun, menurut dr. Nitish Basant Adnani, pakar kesehatan anak dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), sebaiknya anak-anak tidak mandi hujan. Ia menjelaskan bahwa air hujan yang telah tercemar dapat mengandung berbagai mikroorganisme berbahaya, seperti kuman, bakteri, dan virus, yang dapat memicu infeksi.
Oleh karena itu, demi menjaga kesehatan anak, lebih baik menghindari kebiasaan mandi hujan. Meskipun ada pendapat yang menyebutkan bahwa mandi hujan dapat memberikan manfaat bagi anak, seperti meningkatkan keterampilan motorik dan sensorik, memperkaya pengalaman bermain di alam, mengurangi kecemasan, serta membatasi waktu penggunaan gawai, dr. Nitish tetap menegaskan bahwa risiko kesehatan yang ditimbulkan lebih besar dibandingkan manfaat yang diperoleh.
Jika anak terlanjur terkena air hujan, langkah pertama yang harus dilakukan adalah segera mengganti pakaian yang basah untuk mencegah penurunan suhu tubuh.
Setelah itu, anak disarankan mandi menggunakan air hangat dan sabun agar tubuhnya tetap bersih dan terhindar dari kuman.
Selain itu, dr. Nitish juga mengingatkan bahwa musim pancaroba, seperti yang terjadi dalam beberapa hari terakhir, sering kali meningkatkan risiko berbagai penyakit, terutama bagi anak-anak yang memiliki daya tahan tubuh lebih lemah.
Salah satu penyakit yang umum terjadi pada musim ini adalah infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
Udara yang lembap selama musim pancaroba menciptakan kondisi yang ideal bagi pertumbuhan mikroorganisme penyebab ISPA, seperti virus dan bakteri, sehingga meningkatkan risiko penularan penyakit pada anak-anak.
Untuk melindungi anak dari berbagai penyakit selama musim pancaroba, terdapat beberapa langkah pencegahan yang dapat diterapkan, antara lain membiasakan anak mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir secara rutin, menghindari kontak langsung dengan orang yang sedang sakit, serta menggunakan masker saat berada di sekolah, tempat umum, atau lingkungan ramai, terutama bagi anak yang berusia di atas dua tahun.
Selain itu, penting untuk memberikan makanan dengan gizi seimbang yang mencakup karbohidrat, protein, dan lemak sesuai kebutuhan, serta memastikan anak mengonsumsi makanan dan minuman yang kaya akan vitamin dan mineral, seperti sayur dan buah, untuk memperkuat daya tahan tubuh.
Perlindungan tambahan juga dapat diberikan melalui suplementasi dan vaksinasi.
Sebagai langkah pencegahan lebih lanjut, IDAI merekomendasikan pemberian suplemen vitamin D selama musim pancaroba dengan dosis 400 unit per hari untuk anak usia 0-1 tahun dan 600 hingga 1.000 unit per hari bagi anak yang berusia satu tahun ke atas.
Penulis : Laili R

![Penyanyi Rossa melaporkan 78 akun medsos yang memfitnah dirinya oplas ke Bareskrim Polri, Jumat (17/4/2026). [Tiara Rosana/Suara.com]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/04/rossa-360x200.jpg)


![Twibbon Idul Fitri 1447 H. [kolase Twibbonize]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/03/tiwbbon-lebaran-360x200.jpg)
![Vidi Aldiano meninggal dunia, pidato Sheila Dara viral: suami saya selamanya. [Instagram]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/03/vidi-aldioano-istri-360x200.jpg)


![ilustrasi penangkapan, borgol. [Envato Elements]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/04/golkar-tewas-225x129.jpg)

![Viral! Siswa SMAN 1 Purwakarta Acungkan Jari Tengah ke Guru, Berujung Satu Kelas Minta Maaf. [Instagram]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/04/minta-maaf-pelajar-225x129.jpg)






![ilustrasi penangkapan, borgol. [Envato Elements]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/04/golkar-tewas-360x200.jpg)








