Kenapa Memvalidasi Perasaan Anak Itu Penting? Ini Penjelasannya

- Jurnalis

Senin, 17 Maret 2025 - 19:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Anak dengan orangtua. (Istimewa)

Ilustrasi Anak dengan orangtua. (Istimewa)

1TULAH.COM – Memvalidasi perasaan anak berarti mengakui dan menerima emosi yang mereka alami, baik itu kebahagiaan, kesedihan, kemarahan, atau perasaan lainnya, tanpa memberikan penilaian atau menentukan bagaimana seharusnya mereka meresponsnya.

Menurut Annia Palacios, seorang konselor profesional berlisensi di Texas dan Florida, validasi emosi bukan bertujuan untuk memperbaiki, mengoreksi, mengajari, atau memberikan nasihat.

Sebaliknya, hal ini menunjukkan bahwa perasaan anak berharga dan patut dihargai. Dengan pendekatan ini, anak-anak belajar bahwa mengekspresikan emosi adalah hal yang wajar, serta memahami bahwa kehidupan kadang menghadirkan berbagai perasaan, termasuk kesedihan, ketakutan, dan kekecewaan.

Validasi emosi memberikan berbagai manfaat bagi perkembangan anak, terutama dalam meningkatkan kecerdasan emosional dan ketahanan diri. Beberapa manfaat utama dari validasi emosi meliputi:

1. Membangun Hubungan yang Aman dan Penuh Kepercayaan

Ketika orang tua mengakui dan menerima emosi anak, mereka menciptakan lingkungan yang aman bagi anak untuk berbagi dan memproses perasaannya.

Baca Juga :  Sering Pakai HP? Ini Risiko Sebenarnya yang Perlu Diketahui

Ini mempererat hubungan antara orang tua dan anak serta membangun kepercayaan yang lebih kuat.

Selain itu, rasa aman ini membantu anak dalam mengembangkan keterampilan pemecahan masalah serta meningkatkan rasa percaya diri mereka.

2. Meningkatkan Kecerdasan Emosional

Dengan memahami dan mengenali perasaan mereka sendiri, anak-anak dapat mengembangkan kecerdasan emosional yang lebih baik.

Kate Monahan, seorang psikolog perkembangan, menjelaskan bahwa kesadaran akan emosi diri sendiri berperan penting dalam perkembangan psikologis yang sehat.

Anak-anak yang mampu memahami emosinya dengan baik cenderung memiliki keterampilan sosial yang lebih baik dan lebih siap menghadapi berbagai situasi dalam hidup.

3. Membantu Pengelolaan Emosi

Jika validasi emosi disertai dengan bimbingan yang penuh kasih sayang, anak akan belajar cara mengekspresikan dan mengendalikan perasaan mereka dengan lebih sehat.

Seiring waktu, hal ini dapat membantu mengurangi:

   – Ledakan emosi yang berlebihan

   – Tantrum atau amukan

Baca Juga :  Jaga Stamina Jelang Haji, Ini Latihan Fisik yang Dianjurkan

   – Kesulitan dalam mengontrol perasaan

Menurut Fonseca, anak-anak merasakan emosi yang sama dengan orang dewasa, tetapi mereka sering kali belum memiliki kemampuan verbal untuk mengungkapkan kebutuhannya.

Akibatnya, mereka mungkin menunjukkan perilaku yang kurang menyenangkan. Namun, jika orang tua secara konsisten memvalidasi perasaan anak ketika mereka marah atau kesal, kemungkinan anak untuk berperilaku buruk akan berkurang.

4. Meningkatkan Harga Diri dan Ketahanan

Anak-anak yang menerima validasi emosional cenderung memiliki harga diri yang lebih tinggi serta pemahaman emosional yang lebih seimbang terhadap realitas.

Mereka juga lebih siap menghadapi tantangan dan memiliki keterampilan pemecahan masalah yang lebih baik.

Selain itu, penelitian tahun 2016 menunjukkan bahwa validasi emosi dapat membantu menurunkan risiko kecemasan dan depresi.

Dengan merasa didukung secara emosional, anak-anak akan lebih percaya diri dalam menghadapi perasaannya sendiri serta mampu menghindari situasi yang tidak sehat atau berbahaya.

Penulis : Laili R

Berita Terkait

Jaga Stamina Jelang Haji, Ini Latihan Fisik yang Dianjurkan
Sering Pakai HP? Ini Risiko Sebenarnya yang Perlu Diketahui
BNN Usulkan Larangan Vape di Indonesia, Samakan Perangkatnya dengan ‘Bong’ Sabu
Waspada! Lonjakan Kasus Campak di Indonesia Awal 2026: 58 Wilayah Berstatus KLB
Ketahui Bahaya Konsumsi Teh Susu Berlebihan
Dugaan Malpraktik RSUD Doris Sylvanus: Suyuti Syamsul Sebut Tuduhan Mudah Dipatahkan
Dugaan Malpraktik RSUD Doris Sylvanus Memanas, Suyuti Syamsul Siap Lakukan Serangan Balik ke Suriansyah Halim
Berapa Durasi Ideal Olahraga Sebelum Berbuka Puasa Saat Ramadan? Ini Penjelasannya
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 14 April 2026 - 12:55 WIB

Jaga Stamina Jelang Haji, Ini Latihan Fisik yang Dianjurkan

Senin, 13 April 2026 - 22:25 WIB

Sering Pakai HP? Ini Risiko Sebenarnya yang Perlu Diketahui

Selasa, 7 April 2026 - 18:58 WIB

BNN Usulkan Larangan Vape di Indonesia, Samakan Perangkatnya dengan ‘Bong’ Sabu

Senin, 6 April 2026 - 15:33 WIB

Waspada! Lonjakan Kasus Campak di Indonesia Awal 2026: 58 Wilayah Berstatus KLB

Minggu, 5 April 2026 - 20:10 WIB

Ketahui Bahaya Konsumsi Teh Susu Berlebihan

Selasa, 24 Maret 2026 - 17:42 WIB

Dugaan Malpraktik RSUD Doris Sylvanus: Suyuti Syamsul Sebut Tuduhan Mudah Dipatahkan

Senin, 23 Maret 2026 - 16:52 WIB

Dugaan Malpraktik RSUD Doris Sylvanus Memanas, Suyuti Syamsul Siap Lakukan Serangan Balik ke Suriansyah Halim

Jumat, 20 Februari 2026 - 11:14 WIB

Berapa Durasi Ideal Olahraga Sebelum Berbuka Puasa Saat Ramadan? Ini Penjelasannya

Berita Terbaru

Ilustrasi Uang. Sumber foto : suara.com

Nasional

Polri Bongkar Sindikat Peredaran Uang Palsu Dolar AS di Banten

Minggu, 19 Apr 2026 - 20:57 WIB

Ilustrasi Polisi. Sumber foto : suara.com

Berita

Polisi Gagalkan Aksi Tawuran Pemuda di Wilayah Jakarta Timur

Minggu, 19 Apr 2026 - 20:49 WIB