Hipertensi Masih Tinggi, Tes Genomik Bisa Jadi Langkah Pencegahan Efektif

- Jurnalis

Minggu, 23 Februari 2025 - 21:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi cek kesehatan gratis (sumber; suara.com)

Ilustrasi cek kesehatan gratis (sumber; suara.com)

1TULAH.COM – Hipertensi merupakan kondisi ketika tekanan darah seseorang berada di atas batas normal.

Penyakit ini sering disebut sebagai “The Silent Killer” karena umumnya tidak menunjukkan gejala yang jelas, meskipun dapat menimbulkan dampak serius bagi kesehatan.

Banyak individu mengalami hipertensi, baik yang telah terdiagnosis maupun yang belum menyadari kondisinya.

Berdasarkan perkiraan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), pada tahun 2023 terdapat sekitar 1,28 miliar penduduk dunia yang berusia antara 30 hingga 79 tahun mengalami hipertensi, dengan hampir dua per tiga di antaranya tinggal di negara berkembang, termasuk Indonesia.

Di Indonesia, hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa prevalensi hipertensi mencapai 30,8 persen.

Meskipun angka ini mengalami penurunan dibandingkan dengan hasil RISKESDAS 2018 yang mencatat prevalensi sebesar 34,1 persen, hipertensi tetap menjadi masalah kesehatan yang perlu mendapatkan perhatian serius.

Ketua Indonesian Society of Hypertension (INASH), dr. Eka Harmeiwaty, Sp.N, menegaskan bahwa masih banyak masyarakat yang belum terdiagnosis hipertensi, tingkat kepatuhan dalam menjalani pengobatan masih rendah, serta faktor risiko hipertensi yang belum sepenuhnya dipahami oleh masyarakat. Salah satu faktor yang berperan dalam munculnya hipertensi adalah faktor genetik.

Penelitian menunjukkan bahwa sekitar 60,1 persen kasus hipertensi berhubungan dengan faktor keturunan, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh lingkungan dan gaya hidup, seperti kebiasaan merokok, obesitas, serta konsumsi garam yang berlebihan.

Hal ini disampaikan oleh dr. Eka dalam konferensi pers yang diadakan di kawasan Kebayoran Baru pada Jumat, 21 Februari 2025.

Untuk mengidentifikasi individu yang memiliki risiko hipertensi akibat faktor genetik, tes genomik dapat menjadi salah satu solusi yang efektif.

Dengan melakukan tes ini, seseorang dapat mengetahui risiko hipertensi yang dimilikinya dan mengambil langkah pencegahan atau penanganan yang lebih tepat.

Dalam dunia medis, tes genomik semakin banyak digunakan sebagai metode inovatif untuk mendeteksi berbagai penyakit, termasuk hipertensi.

Genomik sendiri merupakan cabang ilmu yang mempelajari struktur, fungsi, serta interaksi gen dalam tubuh manusia.

Melalui tes ini, dapat diidentifikasi gen tertentu yang memiliki keterkaitan dengan hipertensi, sehingga memungkinkan pengobatan yang lebih personal dan spesifik sesuai dengan kondisi individu.

Selain pendekatan berbasis genomik, dr. Eka juga menekankan pentingnya skrining hipertensi bagi masyarakat agar kondisi ini dapat terdeteksi lebih awal.

Dengan deteksi dini, pengobatan yang diberikan dapat lebih optimal dalam mengendalikan tekanan darah.

Pengendalian hipertensi di Indonesia juga memerlukan penguatan layanan kesehatan primer, peningkatan pelatihan bagi tenaga medis, sistem pengadaan serta distribusi obat yang lebih baik, serta ketersediaan obat yang sesuai dengan pedoman pengobatan yang telah ditetapkan.

Penulis : Laili R

Berita Terkait

Waspada! 50% Anak Usia 3-14 Tahun Terpapar Risiko Diabetes Akibat Kebiasaan Ini
Jaga Stamina Jelang Haji, Ini Latihan Fisik yang Dianjurkan
Sering Pakai HP? Ini Risiko Sebenarnya yang Perlu Diketahui
BNN Usulkan Larangan Vape di Indonesia, Samakan Perangkatnya dengan ‘Bong’ Sabu
Waspada! Lonjakan Kasus Campak di Indonesia Awal 2026: 58 Wilayah Berstatus KLB
Ketahui Bahaya Konsumsi Teh Susu Berlebihan
Dugaan Malpraktik RSUD Doris Sylvanus: Suyuti Syamsul Sebut Tuduhan Mudah Dipatahkan
Dugaan Malpraktik RSUD Doris Sylvanus Memanas, Suyuti Syamsul Siap Lakukan Serangan Balik ke Suriansyah Halim
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 24 April 2026 - 13:00 WIB

Waspada! 50% Anak Usia 3-14 Tahun Terpapar Risiko Diabetes Akibat Kebiasaan Ini

Selasa, 14 April 2026 - 12:55 WIB

Jaga Stamina Jelang Haji, Ini Latihan Fisik yang Dianjurkan

Senin, 13 April 2026 - 22:25 WIB

Sering Pakai HP? Ini Risiko Sebenarnya yang Perlu Diketahui

Selasa, 7 April 2026 - 18:58 WIB

BNN Usulkan Larangan Vape di Indonesia, Samakan Perangkatnya dengan ‘Bong’ Sabu

Senin, 6 April 2026 - 15:33 WIB

Waspada! Lonjakan Kasus Campak di Indonesia Awal 2026: 58 Wilayah Berstatus KLB

Minggu, 5 April 2026 - 20:10 WIB

Ketahui Bahaya Konsumsi Teh Susu Berlebihan

Selasa, 24 Maret 2026 - 17:42 WIB

Dugaan Malpraktik RSUD Doris Sylvanus: Suyuti Syamsul Sebut Tuduhan Mudah Dipatahkan

Senin, 23 Maret 2026 - 16:52 WIB

Dugaan Malpraktik RSUD Doris Sylvanus Memanas, Suyuti Syamsul Siap Lakukan Serangan Balik ke Suriansyah Halim

Berita Terbaru

Berita

Golden Panda Casino: Fast‑Paced Slots & Table Thrills

Jumat, 8 Mei 2026 - 05:21 WIB