Indonesia Darurat Sampah Plastik, J Trust Bank Hadirkan Solusi Inovatif

- Jurnalis

Rabu, 1 Januari 2025 - 08:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Sampah Plastik. (Dok: Sungai Watch)

Ilustrasi Sampah Plastik. (Dok: Sungai Watch)

1TULAH.COM-Indonesia, sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, tengah menghadapi masalah serius terkait pencemaran laut akibat sampah plastik. Berdasarkan laporan Bank Dunia, Indonesia masuk dalam lima besar negara penghasil sampah plastik di laut.

Menanggapi kondisi ini, PT Bank JTrust Indonesia (J Trust Bank) hadir dengan inisiatif yang inovatif, yaitu program TORA Blue Ocean Savings.

Program TORA Blue Ocean Savings merupakan program tabungan yang tidak hanya menguntungkan nasabah, tetapi juga memberikan dampak positif bagi lingkungan, khususnya laut. Dengan menabung di program ini, nasabah secara otomatis turut berkontribusi dalam upaya pengelolaan dan daur ulang sampah plastik.

“Nasabah turut serta membiayai proyek lingkungan berupa pengelolaan dan proses daur ulang sampah plastik. Tidak hanya itu, kami juga turut berkontribusi dengan menambahkan suku bunga sebesar 0,38 persen untuk proyek tersebut,” jelas Direktur Bisnis sekaligus Ketua Komite Keberlanjutan J Trust Bank, Widjaja Hendra.

Baca Juga :  KPK Usut Laporan PCNU Sekadau Soal Dugaan Politik Uang di Muktamar Ke-35 NU

Bagaimana Cara Kerja TORA Blue Ocean Savings?

Setiap kali nasabah menabung melalui program ini, sebesar 0,5% dari bunga tabungan akan didonasikan untuk mendanai kegiatan pengelolaan dan daur ulang sampah plastik yang dilakukan oleh Waste4Change. Selain itu, J Trust Bank juga turut berkontribusi dengan menambahkan suku bunga sebesar 0,38% untuk program ini.

Dana yang terkumpul kemudian akan digunakan untuk membiayai berbagai kegiatan, seperti:

  • Pengumpulan sampah plastik: Melakukan pengumpulan sampah plastik di berbagai wilayah, terutama di daerah pesisir.
  • Proses daur ulang: Mengolah sampah plastik menjadi produk yang bernilai tambah, seperti bahan baku untuk membuat produk baru.
  • Edukasi masyarakat: Meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.

Mengapa Memilih TORA Blue Ocean Savings?

  • Berkontribusi untuk lingkungan: Dengan menabung di program ini, Anda telah mengambil bagian dalam upaya pelestarian lingkungan.
  • Mendapatkan keuntungan finansial: Selain berbuat baik, Anda juga akan mendapatkan keuntungan berupa bunga tabungan.
  • Mendukung bisnis sosial: Dana yang terkumpul akan disalurkan kepada Waste4Change, sebuah perusahaan sosial yang berkomitmen untuk mengatasi masalah sampah.
Baca Juga :  Presiden Prabowo Luncurkan Ekspor Baterai EV dan 11 Proyek Industri di Maluku Utara

Sinergi dengan Waste4Change

J Trust Bank bekerja sama dengan Waste4Change, sebuah perusahaan sosial yang memiliki pengalaman luas dalam pengelolaan sampah. Kemitraan ini memastikan bahwa dana yang terkumpul akan digunakan secara efektif dan transparan untuk mencapai tujuan yang diinginkan.

Mari Bersama Selamatkan Laut Indonesia!

Program TORA Blue Ocean Savings merupakan langkah nyata dari J Trust Bank untuk mengajak masyarakat turut serta dalam menjaga kelestarian lingkungan. Dengan berpartisipasi dalam program ini, Anda tidak hanya mendapatkan keuntungan finansial, tetapi juga berkontribusi dalam menciptakan masa depan yang lebih baik bagi generasi mendatang. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Pembangunan Kabupaten Kapuas Terus Melesat, Ketua Komisi I DPRD Kalteng Berikan Apresiasi
Respons Kabut Asap Lintas Batas: Presiden Prabowo Bahas Tawaran Bantuan Malaysia untuk Penanganan Karhutla
Ancaman Wacana Revisi UU Hak Cipta: Media Lokal Tolak Sentralisasi LMK dan Risiko Link Tax
Prabowo dan Presiden Mesir Sepakati Penguatan Pendidikan: Beasiswa, Riset, hingga Exchange Dosen
Survei CELIOS: 75% Masyarakat Merasa Stres dengan Kebijakan Pemerintah di 2 Tahun Kepemimpinan Prabowo
Benarkah “Belum Makan Kalau Belum Makan Nasi”? Menguak Sejarah Dominasi Beras di Indonesia
Kerusakan Ekologis dan Ancaman Kesehatan: Mengapa Karhutla di Sumatra dan Kalimantan Tak Kunjung Usai?
Bebas dari Ilusi Timeline Hidup: Mengapa Ambil Jeda Bukan Berarti Tertinggal
Tag :

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:15 WIB

Pembangunan Kabupaten Kapuas Terus Melesat, Ketua Komisi I DPRD Kalteng Berikan Apresiasi

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:04 WIB

Respons Kabut Asap Lintas Batas: Presiden Prabowo Bahas Tawaran Bantuan Malaysia untuk Penanganan Karhutla

Senin, 12 Oktober 2026 - 10:06 WIB

Ancaman Wacana Revisi UU Hak Cipta: Media Lokal Tolak Sentralisasi LMK dan Risiko Link Tax

Senin, 12 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Survei CELIOS: 75% Masyarakat Merasa Stres dengan Kebijakan Pemerintah di 2 Tahun Kepemimpinan Prabowo

Minggu, 11 Oktober 2026 - 18:54 WIB

Benarkah “Belum Makan Kalau Belum Makan Nasi”? Menguak Sejarah Dominasi Beras di Indonesia

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 16:03 WIB

Kerusakan Ekologis dan Ancaman Kesehatan: Mengapa Karhutla di Sumatra dan Kalimantan Tak Kunjung Usai?

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 15:56 WIB

Bebas dari Ilusi Timeline Hidup: Mengapa Ambil Jeda Bukan Berarti Tertinggal

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 11:30 WIB

Pemkab Mura Harapkan KNPI Jadi Mitra Strategis Pembangunan Daerah

Berita Terbaru

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Kebudayaan (Disporaparbud) Kabupaten Seruyan, Megawati, saat menghadiri penutupan DSEF 2026 di Dermaga Desa Sembuluh II, Kecamatan Danau Sembuluh, Sabtu (10/10/2026).

Seruyan

Pemkab Apresiasi DSEF 2026, Harus Diagendakan Setiap Tahun

Senin, 12 Okt 2026 - 20:13 WIB