Sering Dipadukan Dengan Mie Instan, Ternyata Bisa Membuat Kelebihan Kalori

- Jurnalis

Kamis, 26 Desember 2024 - 19:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ilustrasi mie instan. (foto: freepik/wirestock)

ilustrasi mie instan. (foto: freepik/wirestock)

1TULAH.COM – Mie instan adalah salah satu makanann yang digemari oleh segela usia dan hampir semua kalangan.

Selain harganya yang ringan dikantong, cara membuatnya pun cukup mudah. Memasaknya dengan berbagai tambahan makanan lain juga sangat mengenakan.

Akan tetapi, jangan sembarangan menggabungka mis instan dengan makanan yang membuat menjadi berbahaya bagi tubuh seperti; menggabungkannya dengan nasi, kerupuk dan kornet hingga keju.

Hak tersebut dapat membuat tubuh kelebihan kalori, karbohidrat, atau lemak yang bisa berdampak buruk buat kesehatan.

Baca Juga :  Waspada Hantavirus di Indonesia: 23 Kasus Terdeteksi, Ini Gejala dan Cara Pencegahannya

Kombinasi mie instan dengan nasi adalah sumber karbohidrat utama. Menggabungkan keduanya dalam satu waktu bisa meningkatkan asupan kalori secara drastis, yang kemudian disimpan tubuh dalam bentuk lemak. Sehingga kenaika berat badan dan risiko obesitas seperti diabetes.

Sedangkan kombinasi mie instan dengan kerupuk merupakan kombinnasi yang sangat sempurna, tetapi makanan ini tinggi kandungan lemak dan karbohidrat sederhana.

Belum lagi, mi instan dan kerupuk sama-sama mengandung MSG tinggi yang bisa meningkatkan rasa gurih. Konsumsi keduanya bersamaan berpotensi memicu sindrom metabolik dan penumpukan lemak jika dikonsumsi berlebihan.

Baca Juga :  Waspada Hantavirus di Indonesia: 23 Kasus Terdeteksi, Ini Gejala dan Cara Pencegahannya

Sementara itu, mie instan yang dipadukan dengan keju dan kornnet serinng dipilih untuk menambahkan kenikmatan mie instan, biasanya tersedia diwarkop.

Tapi, tahukah kamu kalau perpaduan ini adalah jenis makanan olahan tinggi lemak dan kalori. Kornet mengandung lemak jenuh dan sodium yang berlebih, sementara keju menambah kadar kalori dan lemak.

Kombinasi ini tidak hanya berisiko membuat berat badan melonjak, tetapi juga bisa memicu peradangan kronis yang berbahaya bagi tubuh.

Penulis : Delia Anisya Fitri

Berita Terkait

Waspada Hantavirus di Indonesia: 23 Kasus Terdeteksi, Ini Gejala dan Cara Pencegahannya
Waspada! 50% Anak Usia 3-14 Tahun Terpapar Risiko Diabetes Akibat Kebiasaan Ini
Jaga Stamina Jelang Haji, Ini Latihan Fisik yang Dianjurkan
Sering Pakai HP? Ini Risiko Sebenarnya yang Perlu Diketahui
BNN Usulkan Larangan Vape di Indonesia, Samakan Perangkatnya dengan ‘Bong’ Sabu
Waspada! Lonjakan Kasus Campak di Indonesia Awal 2026: 58 Wilayah Berstatus KLB
Ketahui Bahaya Konsumsi Teh Susu Berlebihan
Dugaan Malpraktik RSUD Doris Sylvanus: Suyuti Syamsul Sebut Tuduhan Mudah Dipatahkan

Berita Terkait

Sabtu, 9 Mei 2026 - 09:24 WIB

Waspada Hantavirus di Indonesia: 23 Kasus Terdeteksi, Ini Gejala dan Cara Pencegahannya

Jumat, 24 April 2026 - 13:00 WIB

Waspada! 50% Anak Usia 3-14 Tahun Terpapar Risiko Diabetes Akibat Kebiasaan Ini

Selasa, 14 April 2026 - 12:55 WIB

Jaga Stamina Jelang Haji, Ini Latihan Fisik yang Dianjurkan

Senin, 13 April 2026 - 22:25 WIB

Sering Pakai HP? Ini Risiko Sebenarnya yang Perlu Diketahui

Selasa, 7 April 2026 - 18:58 WIB

BNN Usulkan Larangan Vape di Indonesia, Samakan Perangkatnya dengan ‘Bong’ Sabu

Senin, 6 April 2026 - 15:33 WIB

Waspada! Lonjakan Kasus Campak di Indonesia Awal 2026: 58 Wilayah Berstatus KLB

Minggu, 5 April 2026 - 20:10 WIB

Ketahui Bahaya Konsumsi Teh Susu Berlebihan

Selasa, 24 Maret 2026 - 17:42 WIB

Dugaan Malpraktik RSUD Doris Sylvanus: Suyuti Syamsul Sebut Tuduhan Mudah Dipatahkan

Berita Terbaru