Miris! Akibat Beda Pilihan Politik, Warga Bali Dibuang Adat

- Jurnalis

Kamis, 26 Desember 2024 - 20:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi pilkada damai (sumber: suara.com)

Ilustrasi pilkada damai (sumber: suara.com)

1TULAH.COM – Akibat dari adanya perbedaan pilihan politik, warga Bali alami perpecahan yang terjadi antara warga adat. Karena adanya perbedaan pilihan politik pada Pilkada 2024, warga adat di Banjar Katimemes, Desa Sudimara, Tabanan harus menerima bahwa mereka ‘dibuang’ oleh adat. Tragedi ini terjadi bahkan hingga menjadi perhatian dari pihak KPU Bali. Ketua KPU Bali I Dewa Agung Gede Lidartawan meminta kebijakan pendukung paslon baik tingkat provinsi maupun kabupaten/kota agar bisa mendewasakan diri dari permusuhan karena beda pilihan politik.

“Ini sekarang masih kecil, kalau dulu ada yang suami istri cerai gara-gara pemilu, ada yang sanggah (pura keluarga) dibagi dua, itulah fungsinya sekarang harus mendewasakan diri,” jelas dia.

Diketahui, beredar adanya video jenazah seorang warga yang sedang dimandikan oleh sejumlah warga yang lain untuk segera dilakukan pengabenan di Banjar Katimemes. Dalam video tersebut ditemukan catatan serta potongan pesan yang menunjukkan bahwa hanya beberapa warga yang hadir ke prosesi tersebut, itu pun hanya dari kalangan mereka yang tergabung dalam kelompok yang mendukung salah satu peserta pilkada.

Baca Juga :  Persiapan Pemilu 2029: Komisi II DPR Bentuk Panja RUU Pemilu dan Adminduk, Buka Ruang Masukan Masyarakat

Tak hanya itu, pihak keluarga jenazah bahkan tidak mendapat bantuan seka gong yang biasanya untuk mengiringi proses pengabenan, dan respon dari pihak adat terkesan abai dan dinilai sebagai sebuah kesengajaan akibat dari adanya perbedaan pilihan politik di Pilkada Serentak 2024. KPU Bali kemudian menyurun rencana untuk mendatangkan para pasangan calon yang dimaksud untuk berkunjung ke rumah duka, pendekatan seperti ini dinilai tepat karena dapat menciptakan kedamaian antarwarga.

“Coba dua-duanya (pasangan calon) datang ke tempat itu, nanti saya telepon kandidat untuk ke situ ya memediasi mereka, jangan sampai begitu, sudahlah kita saja sudah baik-baik, untuk apa masyarakat begitu,” tutur Lidartawan.

Baca Juga :  Survei CELIOS: 75% Masyarakat Merasa Stres dengan Kebijakan Pemerintah di 2 Tahun Kepemimpinan Prabowo

Mantan Ketua KPU Bangli tersebut berikan contoh kondisi malam pasca-pemungutan suara di tingkat provinsi, dimana setelah hasil hitung cepat internal partai politik nampak maka para kandidat bisa langsung memberi tanggapan positif. Ia berpendapat bahwa, situasi ini yang seharusnya dilihat masyarakat dan menjadi teladan untuk ditiru, agar masyarakat lebih dewasa dalam menanggapi pilkada seperti para calonnya.

“Kemarin kan kita enak di Bali, begitu malam sudah tahu siapa menang dan kalah langsung ya ucapan selamat oleh Pak De Gadjah, luar biasa itu menunjukkan kualitas pemimpin kita sudah semakin bagus, setelah itu Pak Wayan Koster langsung bilang ayo kita bangun bersama Bali, ini luar biasa,” ucap dia.

Penulis : Wanda Hanifah Pramono

Sumber Berita : Suara.com

Berita Terkait

Pembangunan Kabupaten Kapuas Terus Melesat, Ketua Komisi I DPRD Kalteng Berikan Apresiasi
Respons Kabut Asap Lintas Batas: Presiden Prabowo Bahas Tawaran Bantuan Malaysia untuk Penanganan Karhutla
Ancaman Wacana Revisi UU Hak Cipta: Media Lokal Tolak Sentralisasi LMK dan Risiko Link Tax
Prabowo dan Presiden Mesir Sepakati Penguatan Pendidikan: Beasiswa, Riset, hingga Exchange Dosen
Survei CELIOS: 75% Masyarakat Merasa Stres dengan Kebijakan Pemerintah di 2 Tahun Kepemimpinan Prabowo
Benarkah “Belum Makan Kalau Belum Makan Nasi”? Menguak Sejarah Dominasi Beras di Indonesia
Kerusakan Ekologis dan Ancaman Kesehatan: Mengapa Karhutla di Sumatra dan Kalimantan Tak Kunjung Usai?
Bebas dari Ilusi Timeline Hidup: Mengapa Ambil Jeda Bukan Berarti Tertinggal
Tag :

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:15 WIB

Pembangunan Kabupaten Kapuas Terus Melesat, Ketua Komisi I DPRD Kalteng Berikan Apresiasi

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:04 WIB

Respons Kabut Asap Lintas Batas: Presiden Prabowo Bahas Tawaran Bantuan Malaysia untuk Penanganan Karhutla

Senin, 12 Oktober 2026 - 10:06 WIB

Ancaman Wacana Revisi UU Hak Cipta: Media Lokal Tolak Sentralisasi LMK dan Risiko Link Tax

Senin, 12 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Survei CELIOS: 75% Masyarakat Merasa Stres dengan Kebijakan Pemerintah di 2 Tahun Kepemimpinan Prabowo

Minggu, 11 Oktober 2026 - 18:54 WIB

Benarkah “Belum Makan Kalau Belum Makan Nasi”? Menguak Sejarah Dominasi Beras di Indonesia

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 16:03 WIB

Kerusakan Ekologis dan Ancaman Kesehatan: Mengapa Karhutla di Sumatra dan Kalimantan Tak Kunjung Usai?

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 15:56 WIB

Bebas dari Ilusi Timeline Hidup: Mengapa Ambil Jeda Bukan Berarti Tertinggal

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 11:30 WIB

Pemkab Mura Harapkan KNPI Jadi Mitra Strategis Pembangunan Daerah

Berita Terbaru

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Kebudayaan (Disporaparbud) Kabupaten Seruyan, Megawati, saat menghadiri penutupan DSEF 2026 di Dermaga Desa Sembuluh II, Kecamatan Danau Sembuluh, Sabtu (10/10/2026).

Seruyan

Pemkab Apresiasi DSEF 2026, Harus Diagendakan Setiap Tahun

Senin, 12 Okt 2026 - 20:13 WIB