Skandal Bunker Emas Hizbullah: AS dan Israel Berbeda Pendapat

- Jurnalis

Kamis, 24 Oktober 2024 - 08:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi hizbullah (X/@p_alqsa)

Ilustrasi hizbullah (X/@p_alqsa)

1TULAH.COM-Klaim Israel mengenai keberadaan bunker bawah tanah yang berisi uang tunai dan emas milik kelompok Hizbullah di bawah Rumah Sakit Al-Sahel di Beirut mendapat bantahan keras dari Amerika Serikat. Menteri Pertahanan AS, Lloyd Austin, menyatakan bahwa pihaknya belum menemukan bukti yang mendukung klaim tersebut.

Dalam sebuah pernyataan kepada para wartawan di Roma, Austin menegaskan bahwa Washington akan terus berkolaborasi dengan Israel untuk mendapatkan informasi yang lebih akurat. “Kami belum melihat bukti mengenai hal itu saat ini. Namun, kami akan terus berkolaborasi dengan rekan-rekan kami di Israel untuk mendapatkan informasi yang lebih akurat tentang apa yang mereka teliti,” ujarnya.

Baca Juga :  Momen Hangat Hari Sumpah Pemuda: Presiden Prabowo Pimpin Pembacaan Ikrar Bersama Siswa SD Didampingi Titiek Soeharto

Sebelumnya, militer Israel mengklaim telah menemukan bunker yang berisi ratusan juta dolar uang tunai dan emas di bawah Rumah Sakit Al-Sahel. Mereka menuduh Hizbullah menggunakan fasilitas kesehatan tersebut sebagai kedok untuk menyimpan aset finansial mereka.

Namun, klaim ini langsung dibantah oleh Fadi Alameh, seorang anggota parlemen Lebanon dari partai Gerakan Amal Syiah sekaligus direktur Rumah Sakit Al-Sahel. Alameh dengan tegas membantah tuduhan Israel tersebut.

Perbedaan pernyataan antara AS dan Israel mengenai keberadaan bunker Hizbullah ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai kebenaran klaim tersebut. Di satu sisi, Israel dengan tegas menyatakan telah menemukan bukti yang kuat, sementara AS, sebagai sekutu terdekat Israel, justru meragukan klaim tersebut.

Baca Juga :  DPRD Kalteng Gelar Paripurna Reses: Soroti Aspirasi Dapil dan Penanganan Karhutla Gambut

Perbedaan pendapat antara kedua negara ini memiliki implikasi politik yang luas di kawasan Timur Tengah. Klaim Israel dapat memicu ketegangan lebih lanjut antara Israel dan Lebanon, terutama mengingat sejarah konflik yang panjang antara kedua negara. Selain itu, klaim ini juga dapat memperumit upaya diplomatik untuk menyelesaikan konflik di kawasan tersebut. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Kunjungan Kerja ke Kalsel, DPRD Kalteng Perkuat Fungsi Legislasi dan Pembentukan Perda
Helikopter Mi-17V5 TNI AD Jatuh Saat Misi Water Bombing Karhutla di Seruyan, 1 Prajurit Gugur
Sejarah Kelam Penyadapan Presiden: Jejak Spionase Politik dari Megawati Hingga Prabowo
SP4N-LAPOR! Barsel 2026: Komitmen Pemkab Tingkatkan Transparansi dan Aduan Warga
Dukung Bareskrim Tahan 3 Jenderal, DPR Desak Pembongkaran Aktor Lain Kasus Penyadapan
Pengamanan Ibu Kota Diperketat: 20 Ribu Personel TNI AL Siaga di Tengah Skandal Penyadapan Presiden Prabowo
Bantah Intervensi Kasus Narkoba Anggota DPRD Jatim, Gerindra Ungkap Dugaan Oknum Polisi Minta Rp50 Juta
Pendaftaran MagangHub 2026 Batch 3 Ditutup Rabu 4 November, Kemnaker Imbau Segera Daftar
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 16:55 WIB

Kunjungan Kerja ke Kalsel, DPRD Kalteng Perkuat Fungsi Legislasi dan Pembentukan Perda

Rabu, 4 November 2026 - 16:49 WIB

Helikopter Mi-17V5 TNI AD Jatuh Saat Misi Water Bombing Karhutla di Seruyan, 1 Prajurit Gugur

Rabu, 4 November 2026 - 12:42 WIB

Sejarah Kelam Penyadapan Presiden: Jejak Spionase Politik dari Megawati Hingga Prabowo

Rabu, 4 November 2026 - 06:27 WIB

Dukung Bareskrim Tahan 3 Jenderal, DPR Desak Pembongkaran Aktor Lain Kasus Penyadapan

Rabu, 4 November 2026 - 06:19 WIB

Pengamanan Ibu Kota Diperketat: 20 Ribu Personel TNI AL Siaga di Tengah Skandal Penyadapan Presiden Prabowo

Selasa, 3 November 2026 - 14:44 WIB

Bantah Intervensi Kasus Narkoba Anggota DPRD Jatim, Gerindra Ungkap Dugaan Oknum Polisi Minta Rp50 Juta

Selasa, 3 November 2026 - 13:04 WIB

Pendaftaran MagangHub 2026 Batch 3 Ditutup Rabu 4 November, Kemnaker Imbau Segera Daftar

Selasa, 3 November 2026 - 06:48 WIB

Pemerintah Matangkan Wacana Penyesuaian PTKP untuk Dongkrak Daya Beli, Siap Diterapkan 2027?

Berita Terbaru