Studi Terbaru: Pestisida Sebahaya Rokok, Tingkatkan Risiko Kanker Berkali Lipat

- Jurnalis

Selasa, 30 Juli 2024 - 08:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi pertanian menggunakan pestisida. [Dok.Pixabay]

Ilustrasi pertanian menggunakan pestisida. [Dok.Pixabay]

1TULAH.COM-Sebuah penelitian terbaru yang diterbitkan dalam jurnal Frontiers mengungkap fakta mengejutkan tentang bahaya pestisida. Penelitian yang dilakukan oleh College of Osteopathic Medicine, Colorado, ini menunjukkan bahwa penggunaan pestisida pertanian dapat meningkatkan risiko seseorang terkena kanker secara signifikan.

“Hasil penelitian kami menunjukkan bahwa dampak penggunaan pestisida terhadap beberapa jenis kanker sebanding besarnya dengan dampak merokok,” ungkap penulis senior penelitian, Isain Zapata. Temuan ini menjadi sorotan penting dalam dunia medis dan lingkungan, serta mengundang perhatian masyarakat luas.

Penggunaan pestisida dalam pertanian, yang selama ini dianggap sebagai solusi untuk meningkatkan produktivitas, ternyata menyimpan bahaya yang mengancam kesehatan manusia. Sebuah studi terbaru yang diterbitkan dalam jurnal Frontiers mengungkap fakta mengejutkan bahwa paparan pestisida dapat meningkatkan risiko seseorang terkena kanker secara signifikan.

Penelitian yang dilakukan oleh College of Osteopathic Medicine, Colorado, Amerika Serikat, ini telah menghebohkan dunia medis dan lingkungan. Para peneliti menemukan bahwa dampak penggunaan pestisida terhadap beberapa jenis kanker sebanding besarnya dengan dampak merokok. “Hasil penelitian kami menunjukkan bahwa dampak penggunaan pestisida pertanian sebanding besarnya dengan dampak merokok,” ungkap penulis senior penelitian, Isain Zapata.

Baca Juga :  Terjebak Kepuasan Instan: Sisi Gelap Paylater dan Tekanan Tren Medsos bagi Gen Z

Bagaimana Pestisida Menyebabkan Kanker?

Pestisida mengandung bahan kimia berbahaya yang dapat merusak DNA sel dalam tubuh manusia. Kerusakan DNA ini dapat memicu pertumbuhan sel yang tidak terkendali dan akhirnya berkembang menjadi kanker. Beberapa jenis pestisida juga diketahui memiliki sifat karsinogenik, yaitu dapat langsung menyebabkan kanker.

Jenis Kanker Apa yang Berisiko Tinggi?

Penelitian ini menunjukkan bahwa beberapa jenis kanker, seperti kanker darah, kanker paru-paru, dan kanker prostat, memiliki hubungan yang kuat dengan paparan pestisida. Namun, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi jenis pestisida tertentu yang paling berisiko dan mekanisme yang mendasarinya.

Apa yang Harus Dilakukan?

Temuan ini menjadi alarm bagi pemerintah, petani, dan masyarakat untuk lebih memperhatikan penggunaan pestisida. Beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko kesehatan akibat paparan pestisida antara lain:

  • Regulasi yang Lebih Ketat: Pemerintah perlu memperketat regulasi penggunaan pestisida, termasuk menetapkan batas maksimum residu pestisida pada produk pertanian.
  • Pengembangan Alternatif: Perlu dilakukan penelitian dan pengembangan untuk mencari alternatif pestisida yang lebih aman, seperti pestisida biologis atau pengendalian hama secara alami.
  • Edukasi Masyarakat: Masyarakat perlu diberikan edukasi tentang bahaya pestisida dan cara mengurangi paparan, misalnya dengan memilih produk organik dan mencuci buah dan sayuran secara bersih.
  • Pemantauan Kesehatan: Perlu dilakukan pemantauan kesehatan secara berkala pada kelompok masyarakat yang berisiko tinggi terpapar pestisida, seperti petani dan pekerja pertanian.
Baca Juga :  KPK Buka Peluang Panggil Dirjen Bea Cukai Terkait Dugaan Suap

Temuan penelitian ini memberikan bukti kuat tentang bahaya penggunaan pestisida bagi kesehatan manusia. Pemerintah, industri pertanian, dan masyarakat perlu bekerja sama untuk mencari solusi yang berkelanjutan guna mengurangi risiko kesehatan akibat paparan pestisida dan melindungi generasi mendatang. (Sumber:Suara.com)

 

Berita Terkait

Polisi Bekuk Empat Terduga Pengguna Sabu di Kota Palu Sulteng
Bareskrim Polri Ungkap Dugaan Peredaran Narkoba di THM New Zone Medan
AS dan Iran di Ambang Kesepakatan Gencatan Senjata 60 Hari, Selat Hormuz Bakal Dibuka Kembali
Prabowo Bentuk PT Danantara Sumber Daya Indonesia Jadi Single Exporter, Ekonom Khawatirkan Hal Ini
Harapan Ketua Komisi III DPRD di HUT ke-69 Kalteng: Kesejahteraan Nyata Melalui Kartu Huma Betang
Harga Sawit Hancur Imbas Wacana Monopoli Ekspor, Perusahaan Diminta Tak Turunkan Harga
Aturan Distribusi Daging Kurban Sesuai Syariat agar Sah dan Tepat Sasaran
Poin Sama dengan Borneo FC, Persib Bandung Juara Super League 2025/2026 Unggul Head-to-Head
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 24 Mei 2026 - 20:30 WIB

Polisi Bekuk Empat Terduga Pengguna Sabu di Kota Palu Sulteng

Minggu, 24 Mei 2026 - 20:26 WIB

Bareskrim Polri Ungkap Dugaan Peredaran Narkoba di THM New Zone Medan

Minggu, 24 Mei 2026 - 17:40 WIB

AS dan Iran di Ambang Kesepakatan Gencatan Senjata 60 Hari, Selat Hormuz Bakal Dibuka Kembali

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:49 WIB

Harapan Ketua Komisi III DPRD di HUT ke-69 Kalteng: Kesejahteraan Nyata Melalui Kartu Huma Betang

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:39 WIB

Harga Sawit Hancur Imbas Wacana Monopoli Ekspor, Perusahaan Diminta Tak Turunkan Harga

Minggu, 24 Mei 2026 - 06:26 WIB

Aturan Distribusi Daging Kurban Sesuai Syariat agar Sah dan Tepat Sasaran

Minggu, 24 Mei 2026 - 06:16 WIB

Poin Sama dengan Borneo FC, Persib Bandung Juara Super League 2025/2026 Unggul Head-to-Head

Sabtu, 23 Mei 2026 - 12:48 WIB

Polisi Amankan Tiga Pelaku Penipuan Modus Hipnotis di Kelapa Gading

Berita Terbaru

Ilustrasi Sabu. [Antara]

Nasional

Polisi Bekuk Empat Terduga Pengguna Sabu di Kota Palu Sulteng

Minggu, 24 Mei 2026 - 20:30 WIB

Ilustrasi

Opini

Pengendalian Inflasi: Jangan Berhenti di Pasar Murah

Minggu, 24 Mei 2026 - 20:22 WIB

Foto Ketua Komisi III DPRD Barito Utara, H. Tajeri

DPRD BARUT

Ketua Komisi III Apresiasi Barito Utara Raih Juara Umum FBIM 2026

Minggu, 24 Mei 2026 - 18:12 WIB