Legislator Kalteng Dorong Pengembangan Industri Desa untuk Tingkatkan

- Jurnalis

Jumat, 26 Juli 2024 - 07:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Komisi IV DPRD Kalteng, Sriosako mengingatkan warga menjaga kondisivitas saat malam pergantian tahun 2023 ke 2024. Foto.Ingkit/1tulah.com

Ketua Komisi IV DPRD Kalteng, Sriosako mengingatkan warga menjaga kondisivitas saat malam pergantian tahun 2023 ke 2024. Foto.Ingkit/1tulah.com

1TULAH.COM-Anggota DPRD Kalimantan Tengah, H.M. Sriosako, menyoroti pentingnya pengembangan industri di desa sebagai salah satu solusi untuk mengatasi masalah pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dalam sebuah pernyataan resmi, Sriosako menekankan bahwa potensi pengembangan industri di wilayah pedesaan sangat besar dan dapat berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

Pengembangan Industri Desa: Solusi untuk Tingkatkan Kesejahteraan

“Pengembangan industri di desa bukan hanya sekadar menciptakan lapangan kerja baru, tetapi juga dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat secara keseluruhan,” ujar Sriosako, Kamis  (25/7/2024).

“Dengan adanya industri di desa, masyarakat tidak perlu lagi merantau ke kota besar untuk mencari pekerjaan,”ujar Politisi Partai Gerindra ini.

Sriosako menjelaskan bahwa dengan adanya peluang kerja yang lebih banyak di desa, maka tingkat pengangguran dapat ditekan, sekaligus mengurangi urbanisasi yang tidak terkendali. Hal ini akan berdampak positif pada pembangunan infrastruktur di perkotaan karena mengurangi beban yang ada.

Baca Juga :  Reses DPRD Kalteng Dapil II: Infrastruktur, Layanan Dasar, dan Pertanian Jadi Aspirasi Utama Warga Kotim-Seruyan

Manfaat Ekonomi dari Pengembangan Industri Desa

Selain menciptakan lapangan kerja, pengembangan industri di desa juga dapat memberikan kontribusi positif terhadap perekonomian daerah. Dengan adanya kegiatan industri, akan tercipta rantai nilai tambah yang dapat meningkatkan pendapatan masyarakat.

“Industri di desa dapat mendorong diversifikasi ekonomi, mengurangi ketergantungan pada sektor pertanian semata, dan meningkatkan ketahanan ekonomi daerah,” tambah Sriosako.

Dukungan Berbagai Pihak Diperlukan

Untuk mewujudkan potensi pengembangan industri di desa, diperlukan dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat setempat. Pemerintah daerah memiliki peran penting dalam menyediakan infrastruktur yang memadai, seperti jalan, listrik, dan air bersih, serta memberikan kemudahan dalam perizinan usaha.

“Pelaku usaha juga harus berperan aktif dalam mengembangkan industri di desa,” ujar Sriosako. “Mereka dapat memberikan pelatihan kepada masyarakat, menyediakan teknologi yang tepat guna, dan membuka akses pasar bagi produk-produk desa.”

Baca Juga :  Kabut Asap Karhutla Capai Timor Leste, ASEAN Didesak Gelar Rapat Darurat

Tantangan dan Solusi

Meskipun potensi pengembangan industri di desa sangat besar, namun masih ada beberapa tantangan yang perlu diatasi, seperti terbatasnya akses terhadap modal, teknologi, dan informasi. Untuk mengatasi tantangan tersebut, diperlukan solusi yang komprehensif, antara lain:

  • Program pembiayaan: Pemerintah dapat menyediakan program pembiayaan yang mudah diakses oleh pelaku usaha di desa.
  • Pusat pelatihan: Pembentukan pusat pelatihan untuk meningkatkan keterampilan masyarakat.
  • Kemitraan dengan perguruan tinggi: Membangun kemitraan dengan perguruan tinggi untuk melakukan penelitian dan pengembangan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan industri desa.
  • Pengembangan infrastruktur digital: Meningkatkan akses terhadap internet dan teknologi informasi untuk memudahkan pemasaran produk desa.

Pengembangan industri di desa merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Dengan dukungan dari berbagai pihak, potensi besar yang dimiliki oleh desa-desa di Kalimantan Tengah dapat dioptimalkan untuk mencapai tujuan pembangunan yang berkelanjutan. (Ingkit)

 

Berita Terkait

Tajeri Usulkan Pengelolaan Pasar Barito Utara yang Mandiri dan Berorientasi pada Peningkatan PAD
Dinsos Barsel Alokasikan Bansos Sembako dan Kursi Roda pada APBD Perubahan 2026
Dua Emiten Haji Isam Jaminkan Saham Rp73 T ke Bank Mandiri, Ini Penjelasan Manajemen
80 ASN dan PPPK di Sekretariat DPRD Diajak Wujudkan Lingkungan Bebas Narkoba
2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Kemerdekaan Pers dan Kriminalisasi Jurnalis Jadi Sorotan Dunia
Tingkatkan Ketepatan Data, Kemendagri Evaluasi Layanan Pengusulan Satyalancana Karya Satya PNS
Kabut Asap Karhutla Capai Timor Leste, ASEAN Didesak Gelar Rapat Darurat
Atasi Krisis Air Bersih hingga Infrastruktur, DPRD Kalteng Soroti Aspirasi Warga Gunung Mas
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 20:03 WIB

Tajeri Usulkan Pengelolaan Pasar Barito Utara yang Mandiri dan Berorientasi pada Peningkatan PAD

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:18 WIB

Dinsos Barsel Alokasikan Bansos Sembako dan Kursi Roda pada APBD Perubahan 2026

Jumat, 16 Oktober 2026 - 05:31 WIB

Dua Emiten Haji Isam Jaminkan Saham Rp73 T ke Bank Mandiri, Ini Penjelasan Manajemen

Kamis, 15 Oktober 2026 - 22:36 WIB

80 ASN dan PPPK di Sekretariat DPRD Diajak Wujudkan Lingkungan Bebas Narkoba

Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:28 WIB

2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Kemerdekaan Pers dan Kriminalisasi Jurnalis Jadi Sorotan Dunia

Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:21 WIB

Tingkatkan Ketepatan Data, Kemendagri Evaluasi Layanan Pengusulan Satyalancana Karya Satya PNS

Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:05 WIB

Kabut Asap Karhutla Capai Timor Leste, ASEAN Didesak Gelar Rapat Darurat

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:52 WIB

Atasi Krisis Air Bersih hingga Infrastruktur, DPRD Kalteng Soroti Aspirasi Warga Gunung Mas

Berita Terbaru