Viral Penghuni Kos Mengidap Penyakit Mental Hoarding Disorder, Ini Ciri-Ciri dan Penyebabnya

- Jurnalis

Sabtu, 20 Juli 2024 - 14:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi rumah penderita hoarding disorder yang penuh sampah. Sumber foto : freepik.com

Ilustrasi rumah penderita hoarding disorder yang penuh sampah. Sumber foto : freepik.com

1TULAH.COM – Beberapa waktu belakangan ini, warganet dihebohkan oleh video pemilik kos yang menggerebek dan mengusir penghuni diduga pengidap hoarding disorder. Apa itu hoarding disorder?

Dalam video yang beredar melalui TikTok, seorang pemilik kos mengerebek dan mengusir penghuni secara paksa setelah menemukan kamar penuh dengan barang berserakan dan timbunan sampah.

Pada video tersebut, kamar terlihat seperti “kapal pecah” hingga permukaan lantai tak terlihat.

Tidak hanya menutupi permukaan lantai, barang berserakan dan timbunan sampah itu pun turut merusak fasilitas di kamar kos, seperti dipan tempat tidur dan kamar mandi sehingga menyulut amarah pemilik.

Selain itu, pemilik kos juga menemukan bahwa penghuni tersebut membiarkan alat makan penuh dengan sisa makanan hingga membusuk.

Mengutip dari laman Siloam Hospital, hoarding disorder merupakan perilaku gemar menimbun benda-benda yang sudah kotor atau rusak.

Ciri-ciri atau gejala hoarding disorder mudah dikenali.

Kondisi ini sering dikaitkan dengan sejumlah gangguan kesehatan mental, seperti obsessive-compulsive disorder (OCD), skizofrenia, dan depresi.

Baca Juga :  Tips Menata Dapur Sesuai Feng Shui Agar Rezeki Lancar dan Rumah Tangga Harmonis

Sayang penderitanya tidak menyadarinya. Mereka merasa barang itu akan berguna di kemudian hari.

Namun, hoarding disorder menjadi masalah bila barang yang dihimpun tambah banyak dan dianggap menganggu.

Hoarding disorder bisa diobati. Simak gejala dan cara mengatasinya.

Gejala

Menimbun barang yang tidak memiliki nilai ekonomi, seperti amplop, surat-surat tagihan yang tidak terpakai.

– Enggan membuang barang yang sudah rusak, kotor, atau tidak diperlukan lagi.

– Tidak suka bila ada orang yang membersihkan tumpukan barangnya.

– Merasa sangat terikat (secara ekstrem) terhadap barang-barang tersebut dan tidak memperbolehkan orang lain menyentuh atau meminjamnya.

– Sering merasa cemas saat akan membuang barang yang tidak diperlukan.

– Merasa tertekan bila barang miliknya disentuh oleh orang lain.

– Timbunan barang mengganggu fungsi ruangan rumah.

– Kesulitan melakukan pekerjaan sehari-hari, seperti memasak dan membayar tagihan.

– Cenderung menjauhkan diri dari keluarga dan teman-temannya.

Penyebab

– Tinggal sendirian.

– Tidak menikah.

– Memiliki riwayat masa kecil yang kekurangan, atau memiliki masalah terhadap anggota keluarga lainnya.

Baca Juga :  Tips Menata Dapur Sesuai Feng Shui Agar Rezeki Lancar dan Rumah Tangga Harmonis

– Tidak diajarkan bagaimana cara memilah dan memprioritaskan barang.

– Terdapat keluarga dengan riwayat heading disorder.

– Pernah ditinggalkan oleh orang yang disayang.

– Pernah atau sedang mengalami masalah ekonomi.

– Pernah kehilangan harta benda akibat bencana, kebakaran, atau hal lain.

– Mengalami gangguan kognitif.

Barang yang Dihimpun

– Koran dan majalah.

– Buku.

– Pakaian.

– Selebaran dan surat, termasuk surat yang tidak terpakai.

– Tagihan dan kwitansi.

– Wadah, termasuk kantong plastik dan kotak kardus.

– Perlengkapan rumah tangga.

Cara mengatasi

– Memilah dan mengelompokkan barang-barang menjadi beberapa kategori, misalnya “dibuang’, “disimpan”, “didaur ulang”, dan lain-lain.

– Membuang benda yang tertimbun secara bertahap, misalnya dimulai dari 5 barang per hari.

– Menyumbangkan barang layak pakai kepada orang yang membutuhkan.

– Meletakkan tempat sampah di setiap ruangan.

– Tarik napas dalam-dalam setiap merasa tegang atau tidak nyaman saat membuang barang.

Penulis : Nova Elisa Putri

Sumber Berita : Suara.com

Berita Terkait

Tips Menata Dapur Sesuai Feng Shui Agar Rezeki Lancar dan Rumah Tangga Harmonis
Kabar Duka Pageant: Miss Earth Indonesia 2025 Putri Juficha Meninggal di Hari Ulang Tahunnya
Raisa Komentar “Kue Putu” di Unggahan Mathis Molinie, Sinyal Kedekatan Makin Kuat?
Awas Modus Penipuan Customer Service Palsu! Orderkuota Ingatkan Pentingnya Jaga OTP dan PIN Akun
8 Ide Lomba 17 Agustus Anak-Anak di Perumahan: Lucu, Seru, dan Edukatif!
Mitos “Agent of Change” dan Fenomena KKN Influencer: Saat Pengabdian Mahasiswa Bertumbal Algoritma
Menguak Fenomena “Just Friend”: Cuma Teman tapi Rasa Pacar, Kok Bisa?
Lebih dari Sekadar Tren: Mengapa Work-Life Balance Jadi Kebutuhan Mutlak bagi Gen Z

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 05:46 WIB

Tips Menata Dapur Sesuai Feng Shui Agar Rezeki Lancar dan Rumah Tangga Harmonis

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 15:42 WIB

Kabar Duka Pageant: Miss Earth Indonesia 2025 Putri Juficha Meninggal di Hari Ulang Tahunnya

Minggu, 9 Agustus 2026 - 09:41 WIB

Raisa Komentar “Kue Putu” di Unggahan Mathis Molinie, Sinyal Kedekatan Makin Kuat?

Rabu, 5 Agustus 2026 - 04:49 WIB

Awas Modus Penipuan Customer Service Palsu! Orderkuota Ingatkan Pentingnya Jaga OTP dan PIN Akun

Minggu, 2 Agustus 2026 - 18:18 WIB

8 Ide Lomba 17 Agustus Anak-Anak di Perumahan: Lucu, Seru, dan Edukatif!

Sabtu, 25 Juli 2026 - 13:14 WIB

Mitos “Agent of Change” dan Fenomena KKN Influencer: Saat Pengabdian Mahasiswa Bertumbal Algoritma

Selasa, 21 Juli 2026 - 12:07 WIB

Menguak Fenomena “Just Friend”: Cuma Teman tapi Rasa Pacar, Kok Bisa?

Senin, 6 Juli 2026 - 10:12 WIB

Lebih dari Sekadar Tren: Mengapa Work-Life Balance Jadi Kebutuhan Mutlak bagi Gen Z

Berita Terbaru

Bupati Barito Utara H. Shalahuddin bersama rombongan meninjau progres pembangunan Jembatan Tumpung Laung

Muara Teweh

Pembangunan Jembatan Tumpung Laung Ditargetkan Selesai 2028

Selasa, 25 Agu 2026 - 20:45 WIB